Sunday, 25 September 2016

sifat, corak perjuangan bangsa indonesia 1908-1920, 1920-1930 dan 1930-1942

Abstrak
Sejak kedatangan bangsa asing ke Indonesia yang semula hanya melakukan perdagangan dengan pribumi kemudian berkembang ke dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia mulai dari ekonomi, sosial budaya, bahkan smapai politik.  Yang membuat bangsa pribumi tidak mempunyai peran di negeri sendiri, perjuangan yang dilakukan kepada para penjajah ini pun terus  dilakukan yang semula bersifat kedaerahan berkembang secara nasional.
Ditandai dengan lahirnya organisasi[1], yang bergerak di bidang pendidikan, agama serta kebudayaan kemudian organisasi ini mengalami perkembangan dan perubahan yang semula hanya sebuah organisasi yang bergerak pada bidangnya kemudian berkembang ke partai politik, partai politik inilah yang menjadi wadah perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonial Belanda, yang semula bersifat non koperatif kemudian berkembang menjadi bersifat koperatif hingga sampainya bangsa jepang ke Indonesia.


Kata kunci : corak pergerakan, organisasi, dan perkembangan perjuangan Indonesia.






A.   Pendahuluan

    Perjuangan bangsa Indonesia terhadap para penjajah tidak pernah padam, saat pertama kali bangsa kolonial datang ke indonesia[2] dengan tujuan mengimperium Negara tujuan. Mulai dari imperium lama sampai imperium baru[3] selalu hadir di Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah terus bergejolak di seluruh pelosok negeri, dari perjuangan berbagai daerah yang dipimpin oleh tokoh pejuang terdahulu, perjuangan dari sabang sampai marueke terus di lancarkan demi mencapai kemerdekaan, kebebasan dalam menentukan bangsa sendiri yang lepas dari penjajah.
   Perjuangan bangsa Indonesia dari awal sampai akhir abad 19, selalu mengunakan strategi yang sama yaitu menggunakan cara melawan secara ke satria, atau melalui perang, yang bersifat kedaerahan atau berjuangan dengan sendiri-sendiri di setiap wilayah, namun perjuangan yang dilakukan selalu saja bisa di atasi oleh pemerintah kolonial, berbagai perjuangan yang dilancarkan oleh para pejuang yang selalu gagal, hingga menimbulkan kesadaran nasionalisme[4]. Serta dengan munculnya berbagai organisasi pada awal abad 20 yang membuat perjuangan bangsa Indonesia mengalami perubahan, perubahan perjuangan ini lah yang sangat menarik untuk dipelajari perjuangan pada masa ini pun banyak periodesasinya, mulai dari 1908 sampai 1942, ini lah perjuangan kebangsaan Indonesia yang harus dipelajari.



B.   Perjuangan bangsa Indonesia
Perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah sudah lama dilakukan sejak bangsa kolonial menjajah semua sendi kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, budaya, sosial bahkan politik akan tetapi perjuangan yang dilakukan selalu saja gagal, sampai akhirnya ada perubahan dalam sistim perintahan kolonial Belanda yakni dengan menerapkan sistem politik etis.[5]dengan Trilogi yakni Edukasi, Irigasi serta trasmigrasi atau kolonialisasi[6].
Meski politik etis hanya sebagai balas budi kepada bangsa Indonesia  pada kenyataannya malahan membuat penderitaan rakyat semakin parah tetapi bangsa Indonesia bisa mengambil keuntungan dalam hal pendidikan karena dengan kesempatan pendidikan ini lah cikal bakal lahirnya golongan terpelajar atau golongan intelektual. Yang membuat bangsa Indonesia sadar akan penderitaan yang diakibatkan oleh penjajahan yang menjadi perubahan dalam cara pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia yang di awali pada tahun 1908  sampai tahun 1942. Timbulnya nasionalisme juga merupakan suatu pembaharuan dalam perjuangan bangsa Indonesia menghadapi para penjajahan, perjuangan yang bersifat nasional. Serta menimbulkan kesadaran akan perubahan dalam strategi dan taktik melawan penjajah yakni dengan membentuk organisasi modern

Faktor- faktor yang membentuk munculnya nasionalisme di Indonesia yaitu sebagai berikut :
·         Faktor internal : munculnya kaum terpelajar, kenangan kejayaan masa lalu, timbulnya kesadaran akibat penderitaan penjajahan.
·         Faktor eksternal : kemenangan jepang atas rusia 1905, munculnya nasionalisme di Negara- Negara asia lainya,

C.    Perjuangan bangsa Indonesia periode 1908-1920
Perjuangan bangsa Indonesia memasuki abad XX ditandai dengan munculnya organisasi- organisasi dalam melakukan pergerakan. Organisasi pergerakan yang bersifat etnik di Indonesia merupakan kelompok sosial dalam masyarakat yang berjuang menaikkan martabat bangsa dan membina rasa kebangsaan melalui gerakan sosial, ekonomi, budaya dan politik. Dengan tujuan dari pembentukan organisasi adalah demi kesejahteraan rakyat dalam hal pendidikan, kebudayaan, perdagangan, serta yang  bertujuan menumbuhkan jiwa semangat kebangsaan. Adapun organisasi yang terbentuk pada periode 1908 – 1920 yakni Organisasi Budi Utomo (20 mei-1908), Serikat islam (Agustus 1911), Indische Partij (IP) 25 Dsember 1912), Muhammadiyah (18 November 1912).
D.    Perjuangan bangsa Indonesia periode 1920-1930
Pada tahun 1920 sampai 1930 perjuangan bangsa Indonesia memasuki masa radikal. Masa radikal diartikan sebagai suatu masa yang memunculkan organisasi-organisasi politik yang kemudian dinamakan “partai”. Beberapa partai yang dimaksud antara lain: PKI (1920), PNI (1927) dan Partindo (1931). Pada umumnya organisasi-organisasi ini tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dalam mewujudkan cita-cita organisasinya. Mereka dengan tegas menyebutkan tujuannya untuk mencapai Indonesia Merdeka. Organisasi-organisasi atau partai ini sudah bergerak dalam bidang politik, khususnya menentang keputusan Hindia belanda.
Tiga Partai radikal yang menganut asas non kooperatif adalah PI, PNI, san PKI
1.       Perhimpunan Indonesia ( 1924 )
            PI pada awalnya berdiri di Belanda tahun 1908, semula bernama Indishe Vereeniging (IV). Tujuan : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri Belanda.
2.       PKI (ISDV-PKH-PKI)
Tokoh                             : Semaun
Tujuan                            : mendirikan pemerintahan Komunis
Paham Dasarnya          : Infiltrasi (penyusupan) dalam organisasi lain dalam usahanya berhasil menyusup ke SI
3.       Partai Nasional Indonesia
Berdiri di Bandung tahun 1927
Tokoh     : Ir. Soekarno, Maskun, Supriadinata, dan Gatot Mangkuprojo
Asas PNI bersandar pada 3 pokok: Indonesia merdeka atas dasar kekuatan sendiri, Marhaennisme, dan Azas Non Kooperatif




E.     Perjuangan bangsa Indonesia periode 1930-1942
Pada tahap ini kaum pergerakan berusaha mencari jalan baru untuk melanjutkan perjuangan. Hal itu dilakukan karena adanya tindakan keras dari pemerintah. Mereka menggunakan taktik baru, yaitu dengan bekerja sama dengan pemerintah melalui parlemen. Partai politik mengirimkan wakil-wakilnya dalam Dewan Rakyat. Mereka mengambil jalan kooperatif, tetapi sifatnya sementara dan lebih sebagai taktik perjuangan.
Pada bulan Mei 1939 Muh. Husni Thamrin membentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang merupakan gabungan dari Parindra, Gerindo, PSII, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia. Pasundan, Kaum Betawi, dan Persatuan Minahasa. Tujuannya ialah agar terbentuk kekuatan nasional tunggal dalam menghadapi pemerintah kolonial.
Untuk menguatkan dan mensukseskan perjuangan GAPI yaitu “Mencapai Indonesia Berparlemen”, maka kaum pergerakan mengadakan kongres. Kongres Rakyat Indonesia (KRI) yang sebelumnya hanyalah kata kerja/kegiatan (verb) kemudian dirubah menjadi seolah-olah sebuah badan perwakilan (parlemen) bagi bangsa Indonesia. Kongres Rakyat Indonesia yang mempunyai anggota tidak kurang dari 27 perkumpulan tersebut segera mempersiapkan pembentukan parlemen ala Indonesia, yakni dengan merubah Kongres Rakyat Indonesia menjadi Majelis Rakyat Indonesia (MRI). MRI dianggap sebagai suatu Badan Perwakilan Rakyat Indonesia untuk sementara sampai terbentuknya parlemen Indonesia yang sesungguhnya. Sejak tanggal 14 September 1941, Kongres Rakyat Indonesia secara resmi diganti menjadi Majelis Rakyat Indonesia (MRI).
Di dalam MRI duduk wakil-wakil dari organisasi politik, organisasi Islam, federasi serikat sekerja, dan pegawai negeri. Anggota MRI adalah merupakan gabungan dari organisasi-organisasi besar seperti Gapi, MIAI dan PVPN. Meski terdapat perbedaan dalam anggota MRI tetapi rasa kesatuan dan persatuan tetap terjaga sampai datangnya bangsa Jepang di Indonesia.

Kesimpulan

Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah tidak pernah berhenti demi mencapai kebebasan menentukan nasib sendiri, mencapai kemerdekaan yang bebas dari Negara penjajah. Perjuangan yang dilakukan terus mengalami perkembangan terutama setelah terbentuknya semangat nasionalisme, yang membuat pergerakan perjuangan mengalami perubahan yang pada mulanya bersifat kedaerahan menjadi secara nasional, memasuki abad 20, pergerakan perjuangan bangsa Indonesia menggunakan organisasi dalam melakukan perjuangan meski bersifat pendidikan, kebudayaan, keagamaan serta perdagangan, organisasi ini mempunyai peran penting akan corak perjuangan bangsa Indonesia kedepannya, yakni memasuki tahun 1920 pergerakan yang dilakukan yang semula berbentuk organisasi berubah menjadi sebuah partai yang bersifat radikal terhadap kolonial, yang dengan terang melakukan perlawanan secara non kooperatif, namun pergerakan ini sama dengan pergerakan sebelumnya yang mengalami kegagalan, dan memasuki tahun 1930 para perjuang mengambil taktik baru dengan cara bersifat kooperatif terhadap kolonial belanda , ikut langsung dalam parleman pemerintahan  perjaungan ini terus di lakukan sampai datangnya bangsa belanda.










Daftar Pustaka :
Daliman. A. 2012. Sejarah Indonesia abad XIX- awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda.Yogyakarta : Ombak.
Hidayat, Nuim.2009.  Imperialisme Baru. Jakarta: Gema Insani.
Shiraishi,Takashi.2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa1912-        1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi,2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.co.id/2013/08/pergerakan-nasional-sejarah-indonesia.html
http://www.kompasiana.com/pagar_sianipar/pergerakan-nasional-indonesia_54f3e15a7455139f2b6c822f  diakses pada 24 september 2016, pukul 20 ; 23 wib
http://izalewat.weebly.com/history/pergerakan-asional diakses pada 24 september 2016 pukul 21 : 05 wib.







[1] Organisasi pertama yang bentuk yaitu organisasi Boedi Oetomo yang dibentuk pada 20 mei 1908
[2] Bangsa portugis pada 1511, tiba di ternate dengan panglima Alfonso de Albuquerque, bangsa spayol 1521 di tidore Bangsa belanda pada  1596 dibawah Cornellis de Houtman di banten. Lihat Adi sudirman, sejarah lengkap Indonesia ; dari era klasik hingga kini  (Yogjakarta, diva Press 2014)
[3] Tujuan bangsa barat ke Asia khususnya Indonesia adalah dengan adanya keinginan mengimperium, adapun imperium lama mempunyai tujuan Gold, Gospel, dan Glory, sedangkan imperium baru tujuannya adalah memperluas kekuasaan dan memasarkan produk industri terutama setelah terjadi revolusi industri
[4] Nasionisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan, lihat. KBBI
[5] Sestem politik etis diterapkan oleh pemerintah belanda pada 1900 sampai 1922 setelah terjadinya penurunan tingkat kesejahteraan rakyat, gagasan dasar politik etis berasal dari tulisan C.Th van Deventer yang dimuat di de Gids pada 1899 yang berjudul “Een Eereschuld” yang berarti hutang budi (  Daliman. A, . sejarah indonesia abad XIX – awal Abad XX ; sistem politik kolonial dan Administrasi pemerintahan hindia belanda ( Yogyakarta : Ombak, 2012), hlm.64
[6] Arti trilogy yaitu  Edukasi adalah pendidikan bagi rakyat Indonesia, yang digunakan belanda untuk bisa dipekerjakan diperkebunan belanda, pendidikan yang diberikan hanya sebatas baca tulis.  Irigasi yakni melakukan perairan di persawahan yang disewakan kepada pengusaha-pengusaha, transmigrasi atau kolonialisasi artinya perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang kekurangan SDM  yang sebagai pekerja diperkebunan , perpindahan penduduk ini dilakukan dari pulau jawa yang padat ke daerah luar jawa yang mempunyai perkebunan seperti ke Sumatra.

Friday, 23 September 2016

Kedudukan sumber Sejarah lisan dalam penulisan sejarah

Rudi Hartono
I1A114005


"Kedudukan sumber sejarah lisan dalam penulisan sejarah"
 
menurut Sartono Kartodirdjo sejarah lisan adalah cerita-cerita tentang pengalaman kolektif yang disampaikan secara lisan. sedangkan menurut A.Gazali Usman, sejarah lisan adalah rekaman pita dari wawancara tentang peristiwa yang dialami pengkisah. dengan demikian sejarah lisan adalah cerita-cerita suatu peristiwa sejarah yang berdasarkan pengalaman yang dialami secara langsung oleh seseorang yang didapat melalui wawancara.



A. kedudukan sumber lisan sebagai sumber primer dan sekunder dalam penulisan sejarah
  1. sumber lisan sebagai sumber primer
sejarah lisan mempunyai kedudukan sebagai sumber primer dalam penulisan sejarah ketika substansi peristiwa yang terkandung dalam sejarah lisan merupakan peristiwa yang dialami , di lihat , dirasakan atau dipikirkan secara lansung oleh si pemilik sejarah lisan atau pengisah.
dengan kata lain. peristiwa yang menjadi materi sejarah lisan sebagaimana disampaikan pengkisah merupakan peristiwa yang diperoleh pemilik sejarah lisan dari orang atau pihak lain.
sejarah lisan sebagai sumber primer dapat digolongkan menjadi dua golongan secara spesifik yakni
1. sumber primer kuat
2. sumber primer tidak kuat.
keterangan pengisah yang bukan merupakan kesaksian langsung seperti pendapat, pandnagan, dan opini juga dapat di anggap sebagai sumber primer bila yang dipermasalahkan atau di gali memang tentang pendapat atau opini pengisah suatu peristiwa,

2. Sumber lisan sebagai sumber sekunder
sejarah lisan mempunyai kedudukan sebagai sumber sekunder, ketika keterangan yang disampaikan pengkisah bukan merupakan peristiwa yang dialami atau disaksikannya secara langsung. tetapi ia memperoleh informasi tentang peristiwa tersebut dari tangan orang ketiga dengan demikian kisah yang disampaikan si pengkisah lebih merupakan perpanjangan lidah dari kisah yang dimiliki orsng lain atau pihak lain.


B. Perbandingan kedudukan sejarah lisan dengan sumber tertulis
sumber tertulis sebagai sumber  sejarah memiliki kedududkan yang sangat penting, namun demikian tidak berarti sejarah lisan tidak memiliki kedudukan penting.
sumber sejarah lisan tidak lebih lemah dan tidak lebih kuat dari sumber tertulis (Taufik Abdullah 1982)

  • sumber tertulis dianggap lebih penting ketika sumber tertulis relatif lengkap tersedia untuk melakukan  rekontruksi sejarah.
  • sejarah lisan dikedepankan atau dianggap lebih penting ketika sumber tertulis relatif tidak memadai untuk dijadikan bahan rekontruksi.
dari sumber tertulis dan sumber lisan ini mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, sumber tertulis tampilan terkesan formal karena hanya mencatat hal-hal yang penting atau hal yang dianggap penting dan hanya mencatat aksi yang dilakukan orang-orang besar.sedangkan seajarah lisan atau sumber lisan mempunyai kekurangan ke subjektivitasaanya karena penuturan dari  sang pengisah tentu lebih mementingkan atau membenarkan menurut dia, apalagi ketika narasumbernya hanya satu.
dengan demikian , kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh kedua sumber ini maka tidak perlu memilih mana sumber yang terbaik, yang lebih penting kedua sumber ini memiliki kedudukan yang saling melengkapi.

Monday, 19 September 2016

perubahan bentuk perlawanan bangsa indonesia sebelum dan setelah abad 20

Abstrak
Perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap penjajah dari setiap periodenya selalu muncul, perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penajajah menandakan bahwa kesadaran untuk lepas dari penjajah sudah ada sejak para penjajah masuk kedalam sendi kehidupan masyarakat. Perlawanan yang dilakukan sebelum abad 20 sangatlah tidak efektif, meski dilakukan secara perang namun selalu dapat dikalahkan oleh penjajah.Memasuki abad 20 perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia mengalami perkembangan dari bentuk pergerakan perlawanan yang dilakukan terhadap bangsa yang menjajah Indonesia. Bentuk – bentuk yang diterapkan setelah abad 20 berbeda dengan bentuk perlawanan sebelumnya, perubahan ini tidak lepas dari  para pemuda yang mempunyai peran penting terhadap perubahan-perubahan perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia. Perubahan bentuk yang dipelopori  para pemuda ini menjadi corak dari bentuk perlawanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.





Kata kunci : Perlawanan bangsa Indonesia, bentuk Perlawanan




A.    Pendahuluan
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kerajaan terdahulu yang berkuasa, namun kejayaan itu semua hilang ketika para penjajah datang. Penjajah datang semula datang dengan berniat baik, dan diterima masyarakat, namun lama kelamaan kedatangan mereka yang semula hanya untuk berdagang, berubah seiring perkembangannya, mereka tidak hanya melakukan perdagangan dengan masyarakat local tetapi juga memonopoli perdagangan serta lambat laun juga mereka mengambil ahli pemerintahan, mulai dari masa voc sampai tanam paksa.
Penetrasi kekuasaan kolonial Belanda yang tidak hanya dibidang ekonomi, tetapi juga kebidang sosial-budaya, sampai kebidang politik bahkan bidang agama. Karena berbagai penetrasi yang mendalam yang dilakukan kolonial belanda ini lah membuat reaksi dari rakyat, dan melakukan pergerakan bahkan menggunakan senjata, timbul para pemuka-pemuka dari tokoh daerah untuk melakukan pergerakan terhadap kolonial Belanda. pergerakan yang dilakukan oleh rakyat berlangsung sangat lama, dan dengan pola dan bentuk yang berkembang disetiap zamannya , untuk itulah pembahasan ini dibuat untuk mengetahui bagaimana pergerakan yang dilakukan melawan kolonial.dan bagaimana pergerakan rakyat sebelum abad 20 yang masih bersifat kedaerahan dan bagaimana perkembangan pergerakan setelah abad 20 yang sudah ada kesadaran dari peregrakan rakyat yang menganal organisasi.






B. Perlawanan bangsa Indonesia  sebelum abad 20
Perlawanan sebelum abad 20 merupakan rangkaian yang panjang perlawanan rakyat dengan berbagai bentuk[1], semua perlawanan memberikan bukti akan kegigihan bangsa Indonesia melawan perjajahan. Perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia sebelum abad 20 yaitu masih bersifat tradisionaliltis,kedaerahan, belum adanya intergrasi, , serta perlawanan digerakan oleh seorang pemimpin.[2] Perlawanan bangsa Indonesia sebelum abad 20 masih tradisional, perlawanan dilakukan dengan cara berperang, penjajahan yang dilakukan oleh kolonial belanda yang tidak hanya membuat rakyat tertekan secara ekonomi tetapi juga secara politik juga mengakibatkan rakyat melakukan perlawanan melalui perang walau alat yang digunakan hanya alat tradisional. Perlawanan yang dilakukan pun masih kedaerahan dimana perlawanan dilakukan secara daerah-daerah tanpa adanya penyatuan dari setiap daearah dengan daerah yang lain. Perlawanan secara kedaerahan ini mengakibatkan tidaknya adanya  intergrasi bangsa[3] perlawanan yang dilakukan secara daerah ini mengakibatkan tidak efektif karena tidak adanya kesadaran integrasi ini kekuatan terpecah-pecah.
Perlawanan yang dilakukan secara kedaerahan ini membuat penjajah dengan mudah meredam semua bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap penjajah sudah dimulai sejak abad 16[4] yang dilakukan melawan penjajah seperti perlawanan Sultan Baabullah di ternate, Dipati Unus di malaka, panglima Fatahillah di jawa barat, Sultan Iskandar Muda di Aceh, Sultan Agung di Batavia, yang melawan portugis kemudian Indonesia pada tahun 1602 perlawanan ditunjukan untuk melawan VOC, yang dilakukan oleh Sultan Agung di Batavia, Sultan Ageng Tirtayasa di banten, Sultan Hasanudin di Makassar. Meski terus mengalami kegagalan dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan perlawanan tetap dilakukan pada abad ke-19 dimana perlawanan ditujuhkan untuk Kolonial Belamda seperti perlawanan rakyat Maluku, perang padri, perang Diponegoro.perang Aceh.
            Aksi-aksi perlawanan dilakukan para pejuang untuk mengusir penjajah, terus dilakukan meski mengalami kegagalan hingga akhirnya muncul pergerakan yang bersifat Nasional, perlawanan yang bersifat nasional inilah yang kemudian membangkitkan semangat perjuangan secara menyeluruh untuk mengusir penjajah.













C. Perlawanan bangsa Indonesia setelah abad 20
Perjuangan bangsa Indonesia melawan tidak berhenti, perjuangan dilakukan juga dilakukan setelah abad 20, perlawanan di tandai dengan dibentuk organisasi Boedi Oetomo pada 1908[5]meski sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan budaya namun organisasi ini telah membangun bangsa Indonesia dan membuat pergerakan perlawanan terhadap para penjajah mengalami perubahan dari perlawanan sebelum-sebelumnya.
Perlawanan bangsa Indonesia memasuki abad 20 yakni
·         Munculnya kesadaran nasional untuk melawan penjajah,jika sebelum abad 20 perlawanan bersifat kedaerahan memasuki abad 20 sudah ada integrasi bangsa.[6]
·         Perjuangan dilakukan secara organisasi, dengan dibentuknya berbagai organisasi[7]
·         Perjuangan tidaknya tergantung pada seorang pemimpin yang memilki kharismatik tetapi sudah secara kaderisasi.
·         Perjuangan dilakukan secara politik dimana telah muncul para kaum terpelajar yang melawan secara diplomatic
·         Perlawanan sudah modern yang dilakukan tidaknya secara nonkooperatif tetapi sudah secara kooperatif

D. Perbedaan  bentuk perlawanan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah abad 20 yaitu sebagai berikut :
·         Sebelum abad ke-20 perlawanan dipimpin oleh raja atau bangsawan. Karena perlawanan bertumpu pada kharisma pemimpin, maka tatkala pemimpin tewas atau tertangkap, perlawanan akan berhenti.
·         Sesudah abad ke-20 perjuangan dipimpin oleh golongan terpelajar (cendekiawan). Pemberian kesempatan bagi pribumi untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda pada awal abad ke-20 dimaksudkan untuk memperoleh tenaga kerja murah, namun justru melahirkan golongan cendekiawan yang kemudian memimpin perjuangan melawan kolonialisme Belanda.
·         Sebelum abad ke-20 perjuangan berbentuk perlawanan fisik, melalui peperangan. Pertempuran secara frontal menimbulkan banyak korban jiwa bagi kedua pihak.
·         Sesudah abad ke-20 perjuangan melalui organisasi pergerakan nasional. Upaya mencapai kemerdekaan dilakukan dengan cara-cara modern, misalnya lewat media massa, demo, pemogokan buruh/pegawai, atau mengirimkan wakil-wakil di dewan rakyat (volksraad), serta menggalang dukungan politik dari dunia luar.
·         Sebelum abad ke-20 perlawanan berpusat di desa-desa atau di pedalaman karena kota-kota yang merupakan pusat perniagaan dikuasai Belanda dan didirikan benteng.
·          Sesudah abad ke-20 pusat perjuangan di kota-kota. Organisasi pergerakan yang berkedudukan di kota-kota besar melakukan kritik, agitasi massa, dan menentang berbagai kebijakan pemerintah kolonial Belanda.
.       

Kesimpulan
Perlawanan pergerakan bangsa Indonesia dilakukan sejak masuknya para penjajah diranah politik masyarakat, perlawanan yang dilakukan pada mulanya masih kedaerahan yang berjuangan melalui secara fisik, melawan penjajah meski perjuangan yang dilakukan menggunakan peralatan seadanya, masih tergantung dengan pemimpin yang kharismatik, yang membuat perlawanan sebelum abad 20 mengalami kegagalan, kemudian memasuki abad 20 perlawanan bangsa Indonesia mengalami perubahan dari segi bentuk, terutama setelah munculnya atau dibentuknya organisasi-organisasi yang membuat perlawanan terhadap para penjajah tidak lagi secara fisik namun sudah secara intelektual para pendiri bangsa, dengan munculnya para kaum pelajar, maka disini perbedaan yang muncul dari perlawanan bangsa Indonesia sebelum abad 20 dan setelah abad 20, perlawanan yang sebelumnya tradisonal yang tidak adanya intergrasi bangsa namun memasuki abad 20 perlawanan sudah secara nasional.




                                                                                                                 




Daftar Pustaka
Prof. Daliman,A. 2012 , Sejarah Indonesia Abad XIX-awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda. Yogyakarta :ombak.
Shiraishi, Takashi. 2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa 1912-              1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
Sumber internet.
http://www.skripsi-tesis.com/search/perbedaan-perjuangan-bangsa-indonesia-dalam-merebut-kemerdekaan-sebelum-abad-ke-20-dan-sesudah-abad-ke-20  (diakses pada 16 September 2016 pukul 19 :45 Wib)
https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/viewFile/899/746 (diakses pada 16 September 2016 , pukul 20 : 15wib)




[1] Prof. Daliman,A. 2012 , Sejarah Indonesia Abad XIX-awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda. Yogyakarta :ombak.
[2] Ibid hal, 104
[3] Intergrasi bangsa adalah adanya penyatuan dari berbagai daerah, suku, ras , serta budaya sebagai hujud adanya satu ikatan dengan tujuan yang sama, yang disatukan dalam kebangsaan
[4] Badrika, I wayan.sejarah;Untuk SMA kelas XI ,
[5] Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
[6] Kesadaran akan perlawanan secara nasional, proses integrasi bangsa Indonesia tidak lepas dari peranan agama islam, perdagangan dan pelayaran antar pulau,migrasi
[7]  Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. Sebagai organisasi pertama dalam pembentukan perlawanan 

tugas bahasa sumber

Uiltreksel  uit het register der Besluiton
Van den Gouverneur – general
Van Nederlandsch- indie
Buitenzorg den 16 – den juni 1929
Gelet op de besluiten van 11 april en 31 Mei 1929 NOS ( Nederlandse Omroepstiching)  11 en 1
Golezen het  Oohrijven van de voorzitter van den volkraad van 6 juni 1929 no 1144
De Raad van Nederlandsch- indie Go hoord
Is goedge vonden en verataan
Eeratelijk : Met buiten work ingate liing van art
I van het beeluit van (stbl . no. 162) 11 Mei  1915
, No 9,(staatablad no. 356), zooala dit nedert la gewejzigd en aangevuld laatatelijk bij het beeluit van 13 mei 1922 no. 35 (staatablad no. 320)

En met intrekking van alle daar mede strijdge of daar door overtodig  zeworden voorschriften.


Kutipan dari daftar keputusan
Gubernur - Jenderal
Hindia Belanda
Dikeluarkan  tanggal 16 juni  1929
Dengan memperhatikan keputusan 11 April dan 31 Mei 1929 NOS (( Nederlandse Omroepstiching= yayasan siaran radio dan televisi Belanda)  11 dan 1
Membaca keputusan  Ketua Dewan Umum 6 Juni 1929 No. 1144
Dewan Hindia Belanda mengetahui

Disetujui dan dipahami
Pertama : Dengan dikeluarkan larangan bekerja di karya seni
keputusan dari  (stbl. No. 162), 11 Mei 1915 No 9 (undang-undang no. 356), sebagai dasar diubah dan ditambah dengan peraturan  dari 13 Mei 1922 no. 35 (undang-undang no. 320)
Dan penarikan semua itu bertentangan  atau ada peraturan yang berlebihan

Sunday, 11 September 2016

paradigma wirausaha

Nama : Rudi Hartono
Nim : I1A114005
Paradigma Wirausaha
a.       Paradigma lama wirausaha
“ketika seorang ayah yang mempunyai usaha, kemudian di memberikan atau  mengajarkan kepada anaknya bagaimana berwirausaha, yang kemudian anak tersebut sama seperti ayahnya bahkan  usahanya lebih sukses dari sang ayah “
Artinya paradigma lama mengajarkan bahwa berwirausaha hanya bisa di berikan secara turun temurun, atau ada ikatan, dalam berwirausaha, dimana dalam berwirausaha seorang sudah di beri palajaran mengenai bagaimana berwirausaha sejak dini . 
Contohnya ‘pedagang sepatu di pasar, ketika akhir pekan dia mengajak anaknya berjualan sepatu, dari SD sampai remaja  anaknya ikut berjualan. Ketika sang anak dewasa, dia sudah mempunyai pengalaman berwirausaha, dan dia kemudian meneruskan usaha jualan sepatu namun dengan cara yang lebih efesien, produktif dan inovatif, dengan tidak hanya berjualan sepatu di pasar saja tetapi mengembangkannya dengan cara menjual sepatu di sebuah tokoh-tokoh besar serta menjualnya secara online dengan memanfaatkan media sosial.
b.      Paradigma baru  wirausaha  
“ketika ada seorang pekerja di kantoran, kemudian  dia membuka usaha atau berwirausaha, tanpa mempunyai skill sebelumnya, kemudian dia sukses dalam berwirausaha walaupun basicnya bukan wirausaha”
Artinya paradigma baru berwirausaha menjelaskan bahwa berwira usaha tidak hanya memiliki satu profesi atau satu kemampuan yang dibentuk sejak dini atau diwariskan oleh orang tua, paradigma baru berwirausaha  mengajarkan setiap orang bisa berwirasausaha dan menjadi wirausaha yang sukses asal mempunyai kemampuan tanpa harus mempunyai basic dari awal,
Contohnya ‘ ada pegawai atau pun profesi yang lain seperti seorang ibu rumah tangga, yang sebelum tidak tahu akan berwirausaha kemudian suatu hari mereka memulai berwirausaha dengan nol, setelah lama kemudiaan usaha mereka sukses.
C. Perbedaan Paradigma lama dengan paradigma baru
·         Paradigma lama mengajarkan bahwa dalam melakukan wirausaha dilakukan dengan dengan cara ataupun di peroleh melalui adanya ikatan dari kekeluargaan yang mempunyai satu usaha yang dikembangkan oleh sang penerus, dan sudah mempunyai keahlian dalam berwirausaha sejak dini.
·         Sedangkan  paradigma baru sudah berkembang dari paradigma lama sesuai tuntutan jaman dengan daya saing yang lebih kompleks, dalam berwirausaha paradigma baru mengajarkan tidak hanya mereka yang dari awal sudaah menekuni dunia usaha yang berwirausaha tetapi setiap orang yang ingin berwira usaha bisa, semua profesi bisa melakukan berwirausaha dengan niat yangkuat dan kemampuan meskipun pada awalnya kemampuan berwirausaha belum dimilki.
Dengan kemajuan iptek wirausaha dituntut untuk bisa mengembangkan usaha nya karena dunia semakin mudah di akses dsegala informasinya dan persaingan dalam usaha pun semakin meningkat, wirausahawan dituntut untuk bisa menciptakan dan mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi sekarang.




Monday, 5 September 2016

Konsep Pergerakan PKI

Abstrak
Pada tahun 1913 berdiri suatu organisasi yang berhaluan sosialis, yang bernama Indische Sosial Demokratische Vereninging (ISVD), yang didirikan oleh orang Belanda yaitu Sneevliet, Brandsteder Dekker dan orang Indonesia Semaun. Pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV berubah menjadi Partai komunis Hindia, dengan Semaun sebagai Ketuanya, dan pada bulan maret 1923 namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dan dengan terpilihnya Semaun sebagai ketua Partai komunis Indonesia yang notabene juga sebagai ketua serekat islam lokal di semarang, maka paham komunis mulai melakukan infiltrasi ke Serikat islam (SI) guna memperluas pengaruhnya. Setelah pengaruh PKI sudah masuk ke SI maka PKI mulai memanfaatkan pengaruhnya  untuk menggerakan masa, dengan mengunakan bendera SI untuk melawan pemerintah Belanda. Meskipun dasarnya ideologi paham komunis sangat bertolak belakang dengan SI, karena banyak anggota PKI yang ada dalam SI maka PKI mulai berasimilasi dengan SI melawan Kolonial Belanda.
Apa yang di inginkan PKI untuk melakukan pergerakan fisik terhadap kolonial belanda berhasil dengan adanya pergolakan di berbagai daerah yakni di kerasidenan Jakarta, Banten, Priangan, Surakarta, dan Kediri serta yang daerah diluar jawa, di silungkang, Sumtra barat pada periode 1926-1927 meskipun dapat di atasi oleh Belanda tapi pergerakan komunis sudah menjadi bagian jaringan dunia.


Kata Kunci : PKI,  Pemberontakan, Paham Komunis


Bab I
A.    Pendahuluan
Pergerakan rakyat Indonesia melawan para penjajah yang datang ke Indonesia dilakukan  mulai dari masa VOC[1] sampai masa kedudukan jepang. Dalam kurun waktu yang sangat lama ini berbagai pergerakan dilakukan oleh bangsa Indonesia dengan berbagai bentuk. Pergerakan rakyat  tampil dalam bentuk seperti surat kabar, nyanyian,  pertemuan, serikat buruh, dan pemogokan kerja serta Organisasi.[2] Jika sebelum lahirnya organisasi pergerakan yang dilakukan masih bersifat daerah-daerah maka setelah terbentuknya organisasi[3] maka bangsa Indonesia mempunyai tempat atau wadah sebagai penampung.
Salah satu organisasi yang mempunyai peran aktif dalam pergerakan Indonesia adalah PKI (Perserikatan Kommunist di Hindia yang kemudian menjadi partai komunis Indonesia).[4] PKI mempunyai sejarah yang panjang dalam pergerakan Indonesia tercatat tiga kali melakukan pergerakan atau pemberontakan pertama dilakukan pada periode kebangkitan Nasional yakni 1926-1927, kedua terjadi pada awal kemerdekaan pada 1948 di madiun dan yang ketiga, yakni pemberontakan yang di kenal dengan G 30 S PKI pada tahun 1965[5]. Dari ketiga pergerakan atau pemberontakan mempunyai perbedaan antara  gerakan pertama dengan gerakan kedua dan ketiga, jika pada 1948 dan 1965  pemberontakan yang dilakukan PKI dianggap sebagai Pengkhianat karena lawan yang mereka hadapi adalah NKRI yang mempunyai konsep yang berlawanan dengan ideologi Bangsa yang  pemerintah Republik Indonesia sendiri, maka apa yang dilakukan PKI itu  sebagai tindakan pengkhianatan sehingga PKI layak bahkan wajib dihancurkan dan dipandang sebagai musuh bangsa. Sementara itu, bagaimana dengan pergerakan yang dilakukan PKI pertama yakni pada tahun1926-1927 yang melawan para Kolonial Belanda,  pertanyaan ini lah yang terlintas disetiap penulisan sejarah Indonesia , jika membahas Pergerakan PKI, apakah di pandang sebagai pahlwan atau pengkhianat, untuk itulah perlu diketahui konsep dari pergerakan yang dilakukan PKI (Partai Komunis Indonesia ) pada tahun 1926-1927.
A.     Munculnya Pergerakan PKI di Hindia Belanda
Lahirnya pergerakan komunis di Hindia Belanda tidak lepas dari pengaruh Politik seorang aktivis yang berhaluan Marxis dari Belanda bernama H.J.F.M.Sneevliet. Pada tahun 1913, menjelang perang dunia pertama Sneevliet tiba di Hindia belanda dan menjadi staf Redaksi Warta Perdagangan Soerabajasche Handelsblad.[6] Kemudian dia menjadi sekretaris di Semarangsche Handels Vareniging dan berhasil menanamkan pengaruhnya kedalam  Vereniging van Spoor en Tramsweg personeel  (VSTP)[7] dan membawa VSTP ke aktivitas radikal, dan sebagai wadah penyebar luasan marxisme di Hindia Belanda.
Kemudian  pada 1914, Henk Sneevliet dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda)[8]. Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalahAdolf Baars. Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia. Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdeka"[9]. Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia.
 Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang[10]. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk sebuah dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun. ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. ISDV kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Komunis Hindia-Belanda dipimpin oleh Semaun, Darsono dan Baars yang merupakan keturunan Belanda, Perserikatan komunis Hindia-Belanda kemudian berubah menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1923, dengan Semaun sebagai Ketuanya.[11]

B.     Infiltrasi komunis ke dalam Sarekat Islam
Sejak kebangkitan nasional, 1908 Serekat Islam (SI) atau sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), merupakan sebuah Organisasi yang mempunyai pengaruh dan perkembangan yang besar di Indonesia. Sneevliet sebagai ketua ISDV  menyadari bahwa adanya hambatan bagi ISDV untuk menyebarkan paham Marxisme di Hindia Belanda, untuk melaksanakan tujuan nya itulah, Sneevliet menggunakan organisasi SI dengan cara memasukan anggota ISDv menjadi anggota SI dengan sistem keanggotaan rangkap dan dengan keanggotaan yang rangkap inilah, ISDV menyebarkan pengaruhnya di dalam SI.[12] Kemudian ISDV berhasil  membawa beberapa tokoh muda SI untuk Bergabung menjadi anggota ISDV yakni Samaoen[13], dan seorang wartawan yakni Darsono, kedua orang ini menjadi penyebar Marxisme di kalangan masyarakat Indonesia.
Masuknya anggota ISDV ke dalam Sarekat Islam  mencapai puncaknya dengan munculnya sikap pro-kontra di dalam Sarekat Islam, ketika pelaksanaan kongres VI  SI di Surabaya, pada oktober 1921.[14] Kongres tersebut di hadiri oleh berbagai kalangan terutama fraksi komunis yang dipimpin oleh Semaun dan Tan Malaka, yang berupaya menguasai jalannya Kongres, namun keduanya di patahkan oleh seorang pimpinan SI, yaitu Haji Agus Salim yang nasionalis dan moderat dalam berargumen. Dan adanya pertentangan dalam organisasi sarekat islam ini menimbulkan dua golongan di dalam SI yakni anggota  yang beraliran Marxis dengan sebutan si Merah dan Si putih bagi yang menentang komunis.
Pada tahun 1923 Tan Malaka kepada komintern, bahwa 30.000 dari 100, 000 anggota sarekat Islam adalah Komunis.[15] Dengan semakin menajamnya komunis di sarekat Islam maka pada 1922, pemerintah Hindia Belanda mengusir pentolan komunis tersebut ke luar negeri sebagai upaya meredam komunis. Akibat pengusiran tersebut menyebabkan kelemahan kepemimpinan , namun pada tahun 1923, pentolan komunis masuk kembali yakni Semaun dan Darsono, yang menghimpun kekuatan yang pro-Moskow, dan pada juni 1924 PKI mengadakan kongres di Jakarta. 
Setelah pulang kembali ke Indonesia, tidak serta merta bisa menguat kembali organisasi dan ideologi karena tidakan tegas yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda, untuk itu pada kongres PKI desember 1924 di kota Gede, Yogyakarta, Sarekat rakyat sayap kiri sarekat islam, di satukan ke dalam PKI.[16] Dengan bersatunya tersebut maka PKI menmanfaatkan Bendera SI untuk mempengaruhi massa rakyat.

C.     Pergerakan Komunis PKI sebagai jaringan komunis internasional
Ketika SDAP di negeri Belanda pada tahun 1918 mengalami perubahan partai menjadi partai Komunis Belanda.[17]sangat erat kaitannya dengan keberhasilan Revolusi Bolsjewik di rusia 1 oktober 1917.[18]Revolusi yang membuat penganut Marxisme diseluruh dunia ingin mengikuti revolusi tersebut dalam meraih keberhasilan, termasuk penganut paham Marxisme di Hindia Belanda, dan pada kongres ISDV VII pada tanggal 23 mei 1920 di Semarang ISDV di ubah menjadi partai komunis Hinda belanda sebagai bagian dari jaringan Komunis Internasional Komintern).
Pada kongres ke II komintern pada juli-agustus 1920 di Petrograd dan moskow, partai komunis Hindia Belanda yang di wakili oleh Sneevliet, hadir  dan menyakinkan  komintern menyetujui kerja sama komunis dengan SI sebagai taktik memenangkan Komunis. Dan pada Desember 1920 Perserikatan komunis di Hindia Belanda menjadi anggota Komintern dengan syarat yaitu :
a.       Pengakuan secara konsisten terhadap dictator protetariat dengan perjuangn untuk mengamankan dan mempertahanknnya.
b.      Pemutusan kerja sama secara menyeluruh dengan  kaum reformis dan centris serta penyingkiran mereka dari partai.
c.       Melaksanakan perjuangan dengan metode kombinasi legal dan illegal.
d.      Bekerja secara sistematis di dalam Negara, militer, organisasi  buruh reformis dan parlemen borjuis.
e.       Setiap partai anggota komintern adalah partai komunis dan dibentuk atas prinsip sentralisme demokrasi.
f.       Semua keputusan dari kongres komintern dan Exucutive committee of communist internasional (ECCI), yang merupakan komite pelaksana keputusan kongres komintern, akan mengikat terhadap semua partai yang berafilliansi dengan komintern.
g.      Komintern dan ECCI juga terlibat untuk mempertimbangkan adaya perbedaan kondisi dari setiap partai yang berbeda tempat bekerja dan perjuangannya dan  secara umum resolusi yang diajukan mengenai suatu masalah hanya akan diterima apabila resolusi itu memungkinkan
Dengan menerima secara mutlak syarat komintern ini, maka pada Desember 1920 Perserikatan Komunis di Hindia Belanda menjadi anggota komintern.

Bab II
Kesimpulan
Sejak lahirnya kebangkitan nasional 1908, pergerakan di Hindia Belanda mulai giat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat dan organisasi. Salah satu organisasi yang mempunyai peran aktif dalam pergerakan Indonesia adalah PKI (Perserikatan Kommunist di Hindia yang kemudian menjadi partai komunis Indonesia), yang menjadi organisasi yang berpaham Marxisme , pada tahun 1923, dalam melakukan pergerakan Partai Komunis Indonesia tidak hanya melakukannya sendiri , mereka melakukan infiltrasi dalam Sarekat Islam. karena pada saat itu Sarekat islam mempunyai massa yang besar dan anggota PKI di perbolehkan memiliki keanggotaan ganda, namun dalam melakukan infiltrasi PKI ke dalam SI mengalami hambatan karena adanya pertentangan didalam SI terhadap paham komunis yang di ajarakan PKI. Serta PKI juga menjalin atau menjadi anggota komunis internasional atau komitern untuk mendapatkan dukungan dari dunia internasional.








Daftar Pustaka :
Kemendibud. 1978. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta : Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan daerah.
Kementriatneg. 1994. Gerakan 30 September ; Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Jakarta : PD.Besar.
Manafe, Aco. 2007. TERPU ; Mengungkap pengkhianatan PKI pada tahun 1965 dan Proses hukum bagi para pelakunya. Jakarta : PT Pustaka Sinar Harapan.
Shiraishi, Takashi. 2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa 1912-              1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
















[1]  VOC ( Verenigde Oost  Indische  Compagnie ) adalah suatu kongsi dagang perhimpunan pengusaha Belanda yang di bentuk pada tanggal 20 maret 201602, dengan tujuan menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda , serta persaingan dengan Negara lain yakni Spayol dan Portugal , ( Sudirman, 2014, hal.215)
[2] Takashi Shiraishi, Zaman Bergerak  ; Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 ( Disertasi Prasyarat Kesarjanaan) (Farid, Hilmar, 2015). Hal.2
[3] Organisasi pertama yang terbentuk adalah Organisasi Budi Utomo (BU) didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA di Batavia dengan Sutomo sebagai ketuanya.
[4] Ibid hlm 247
[5] Aco Manafe, TERPU ; Mengungkap pengkhianatan PKI pada tahun 1965 dan Proses hokum bagi para
pelakunya.( Jakarta : PT Pustaka Sinar Harapan,  2007), hlm,1-2
[6]  Sekretariat Negara Republik Indonesia : Gerakan 30 September ; pemberontakan partai komunis Indonesia,  (Jakarta : PD Besar, 1994) hlm 7
[7]  VSTP (Vereniging van Spoor en Tramsweg Personeel ) adalah organisasi buruh kereta api di semarang
[8] Op.cit
[9] Ibid hlm.7
[10] Op.cit.
[11] Op.cit
[12] Ibid, Hal.8
[13] Semaoen adalah pimpinan SI cabang semarang, yang menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 dan dia menjadi ketua PKI tahun 1923 setelah PKI di ambil ahli oleh orang-orangindonesia.
[14] Ibid, Hal. 2
[15]Op.cit,
[16] Ibid. hlm 8
[17] SDAP (Sociaal Democratische Arbeiders Partij) adalah partai Demokrat  Pekerja Sosial Belanda yang di bentuk pada 26 agustus 1894.
[18] Ibid. hlm 10

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...