Abstrak
Sejak
kedatangan bangsa asing ke Indonesia yang semula hanya melakukan perdagangan
dengan pribumi kemudian berkembang ke dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia
mulai dari ekonomi, sosial budaya, bahkan smapai politik. Yang membuat bangsa pribumi tidak mempunyai
peran di negeri sendiri, perjuangan yang dilakukan kepada para penjajah ini pun
terus dilakukan yang semula bersifat
kedaerahan berkembang secara nasional.
Ditandai
dengan lahirnya organisasi[1],
yang bergerak di bidang pendidikan, agama serta kebudayaan kemudian organisasi
ini mengalami perkembangan dan perubahan yang semula hanya sebuah organisasi
yang bergerak pada bidangnya kemudian berkembang ke partai politik, partai
politik inilah yang menjadi wadah perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonial
Belanda, yang semula bersifat non koperatif kemudian berkembang menjadi
bersifat koperatif hingga sampainya bangsa jepang ke Indonesia.
Kata kunci : corak pergerakan, organisasi, dan
perkembangan perjuangan Indonesia.
A. Pendahuluan
Perjuangan bangsa Indonesia terhadap para
penjajah tidak pernah padam, saat pertama kali bangsa kolonial datang ke
indonesia[2]
dengan tujuan mengimperium Negara tujuan. Mulai dari imperium lama sampai
imperium baru[3]
selalu hadir di Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah terus
bergejolak di seluruh pelosok negeri, dari perjuangan berbagai daerah yang
dipimpin oleh tokoh pejuang terdahulu, perjuangan dari sabang sampai marueke
terus di lancarkan demi mencapai kemerdekaan, kebebasan dalam menentukan bangsa
sendiri yang lepas dari penjajah.
Perjuangan bangsa Indonesia dari awal sampai
akhir abad 19, selalu mengunakan strategi yang sama yaitu menggunakan cara
melawan secara ke satria, atau melalui perang, yang bersifat kedaerahan atau
berjuangan dengan sendiri-sendiri di setiap wilayah, namun perjuangan yang
dilakukan selalu saja bisa di atasi oleh pemerintah kolonial, berbagai
perjuangan yang dilancarkan oleh para pejuang yang selalu gagal, hingga
menimbulkan kesadaran nasionalisme[4].
Serta dengan munculnya berbagai organisasi pada awal abad 20 yang membuat
perjuangan bangsa Indonesia mengalami perubahan, perubahan perjuangan ini lah
yang sangat menarik untuk dipelajari perjuangan pada masa ini pun banyak
periodesasinya, mulai dari 1908 sampai 1942, ini lah perjuangan kebangsaan Indonesia
yang harus dipelajari.
B. Perjuangan
bangsa Indonesia
Perjuangan
bangsa Indonesia terhadap penjajah sudah lama dilakukan sejak bangsa kolonial
menjajah semua sendi kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, budaya, sosial
bahkan politik akan tetapi perjuangan yang dilakukan selalu saja gagal, sampai
akhirnya ada perubahan dalam sistim perintahan kolonial Belanda yakni dengan
menerapkan sistem politik etis.[5]dengan
Trilogi yakni Edukasi, Irigasi serta trasmigrasi atau kolonialisasi[6].
Meski
politik etis hanya sebagai balas budi kepada bangsa Indonesia pada kenyataannya malahan membuat penderitaan
rakyat semakin parah tetapi bangsa Indonesia bisa mengambil keuntungan dalam
hal pendidikan karena dengan kesempatan pendidikan ini lah cikal bakal lahirnya
golongan terpelajar atau golongan intelektual. Yang membuat bangsa Indonesia
sadar akan penderitaan yang diakibatkan oleh penjajahan yang menjadi perubahan
dalam cara pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia yang di awali pada tahun
1908 sampai tahun 1942. Timbulnya
nasionalisme juga merupakan suatu pembaharuan dalam perjuangan bangsa Indonesia
menghadapi para penjajahan, perjuangan yang bersifat nasional. Serta
menimbulkan kesadaran akan perubahan dalam strategi dan taktik melawan penjajah
yakni dengan membentuk organisasi modern
Faktor-
faktor yang membentuk munculnya nasionalisme di Indonesia yaitu sebagai berikut
:
·
Faktor internal : munculnya kaum
terpelajar, kenangan kejayaan masa lalu, timbulnya kesadaran akibat penderitaan
penjajahan.
·
Faktor eksternal : kemenangan jepang
atas rusia 1905, munculnya nasionalisme di Negara- Negara asia lainya,
C. Perjuangan bangsa Indonesia periode 1908-1920
Perjuangan
bangsa Indonesia memasuki abad XX ditandai dengan munculnya organisasi-
organisasi dalam melakukan pergerakan. Organisasi pergerakan yang bersifat
etnik di Indonesia merupakan kelompok sosial dalam masyarakat yang berjuang
menaikkan martabat bangsa dan membina rasa kebangsaan melalui gerakan sosial,
ekonomi, budaya dan politik. Dengan tujuan dari pembentukan organisasi adalah
demi kesejahteraan rakyat dalam hal pendidikan, kebudayaan, perdagangan, serta
yang bertujuan menumbuhkan jiwa semangat
kebangsaan. Adapun organisasi yang terbentuk pada periode 1908 – 1920 yakni Organisasi
Budi Utomo (20 mei-1908), Serikat islam (Agustus 1911), Indische Partij (IP) 25
Dsember 1912), Muhammadiyah (18 November 1912).
D. Perjuangan
bangsa Indonesia periode 1920-1930
Pada tahun 1920
sampai 1930 perjuangan bangsa Indonesia memasuki masa radikal. Masa radikal
diartikan sebagai suatu masa yang memunculkan organisasi-organisasi politik
yang kemudian dinamakan “partai”. Beberapa partai yang dimaksud antara lain:
PKI (1920), PNI (1927) dan Partindo (1931). Pada umumnya organisasi-organisasi
ini tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dalam mewujudkan
cita-cita organisasinya. Mereka dengan tegas menyebutkan tujuannya untuk
mencapai Indonesia Merdeka. Organisasi-organisasi atau partai ini sudah
bergerak dalam bidang politik, khususnya menentang keputusan Hindia belanda.
Tiga
Partai radikal yang menganut asas non kooperatif adalah PI, PNI, san PKI
1.
Perhimpunan Indonesia ( 1924 )
PI
pada awalnya berdiri di Belanda tahun 1908, semula bernama Indishe Vereeniging
(IV). Tujuan : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di
negeri Belanda.
2. PKI (ISDV-PKH-PKI)
Tokoh : Semaun
Tujuan :
mendirikan pemerintahan Komunis
Paham
Dasarnya : Infiltrasi (penyusupan) dalam organisasi
lain dalam usahanya berhasil menyusup ke SI
3.
Partai Nasional Indonesia
Berdiri
di Bandung tahun 1927
Tokoh : Ir. Soekarno, Maskun, Supriadinata, dan
Gatot Mangkuprojo
Asas
PNI bersandar pada 3 pokok: Indonesia merdeka atas dasar kekuatan sendiri,
Marhaennisme, dan Azas Non Kooperatif
E. Perjuangan
bangsa Indonesia periode 1930-1942
Pada tahap ini
kaum pergerakan berusaha mencari jalan baru untuk melanjutkan perjuangan. Hal
itu dilakukan karena adanya tindakan keras dari pemerintah. Mereka menggunakan
taktik baru, yaitu dengan bekerja sama dengan pemerintah melalui parlemen.
Partai politik mengirimkan wakil-wakilnya dalam Dewan Rakyat. Mereka mengambil
jalan kooperatif, tetapi sifatnya sementara dan lebih sebagai taktik perjuangan.
Pada bulan Mei
1939 Muh. Husni Thamrin membentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang
merupakan gabungan dari Parindra, Gerindo, PSII, Partai Islam Indonesia, Partai
Katolik Indonesia. Pasundan, Kaum Betawi, dan Persatuan Minahasa. Tujuannya
ialah agar terbentuk kekuatan nasional tunggal dalam menghadapi pemerintah
kolonial.
Untuk menguatkan
dan mensukseskan perjuangan GAPI yaitu “Mencapai Indonesia Berparlemen”, maka
kaum pergerakan mengadakan kongres. Kongres Rakyat Indonesia (KRI) yang
sebelumnya hanyalah kata kerja/kegiatan (verb) kemudian dirubah menjadi
seolah-olah sebuah badan perwakilan (parlemen) bagi bangsa Indonesia. Kongres
Rakyat Indonesia yang mempunyai anggota tidak kurang dari 27 perkumpulan
tersebut segera mempersiapkan pembentukan parlemen ala Indonesia, yakni dengan
merubah Kongres Rakyat Indonesia menjadi Majelis Rakyat Indonesia (MRI). MRI
dianggap sebagai suatu Badan Perwakilan Rakyat Indonesia untuk sementara sampai
terbentuknya parlemen Indonesia yang sesungguhnya. Sejak tanggal 14 September
1941, Kongres Rakyat Indonesia secara resmi diganti menjadi Majelis Rakyat
Indonesia (MRI).
Di dalam MRI
duduk wakil-wakil dari organisasi politik, organisasi Islam, federasi serikat
sekerja, dan pegawai negeri. Anggota MRI adalah merupakan gabungan dari
organisasi-organisasi besar seperti Gapi, MIAI dan PVPN. Meski terdapat
perbedaan dalam anggota MRI tetapi rasa kesatuan dan persatuan tetap terjaga
sampai datangnya bangsa Jepang di Indonesia.
Kesimpulan
Perjuangan bangsa
Indonesia melawan penjajah tidak pernah berhenti demi mencapai kebebasan
menentukan nasib sendiri, mencapai kemerdekaan yang bebas dari Negara penjajah.
Perjuangan yang dilakukan terus mengalami perkembangan terutama setelah
terbentuknya semangat nasionalisme, yang membuat pergerakan perjuangan
mengalami perubahan yang pada mulanya bersifat kedaerahan menjadi secara
nasional, memasuki abad 20, pergerakan perjuangan bangsa Indonesia menggunakan organisasi
dalam melakukan perjuangan meski bersifat pendidikan, kebudayaan, keagamaan
serta perdagangan, organisasi ini mempunyai peran penting akan corak perjuangan
bangsa Indonesia kedepannya, yakni memasuki tahun 1920 pergerakan yang
dilakukan yang semula berbentuk organisasi berubah menjadi sebuah partai yang
bersifat radikal terhadap kolonial, yang dengan terang melakukan perlawanan
secara non kooperatif, namun pergerakan ini sama dengan pergerakan sebelumnya yang
mengalami kegagalan, dan memasuki tahun 1930 para perjuang mengambil taktik
baru dengan cara bersifat kooperatif terhadap kolonial belanda , ikut langsung
dalam parleman pemerintahan perjaungan
ini terus di lakukan sampai datangnya bangsa belanda.
Daftar
Pustaka :
Daliman. A. 2012. Sejarah Indonesia abad XIX- awal abad XX ;
sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda.Yogyakarta
: Ombak.
Hidayat, Nuim.2009. Imperialisme Baru. Jakarta: Gema Insani.
Shiraishi,Takashi.2005. Zaman Bergerak Radikalisme
rakyat di jawa1912- 1926.Jakarta
: Graffiti.
Sudirman, Adi,2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta
: DIVA Pres.
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.co.id/2013/08/pergerakan-nasional-sejarah-indonesia.html
http://www.kompasiana.com/pagar_sianipar/pergerakan-nasional-indonesia_54f3e15a7455139f2b6c822f diakses pada 24 september 2016, pukul 20 ; 23
wib
http://izalewat.weebly.com/history/pergerakan-asional
diakses pada 24 september 2016 pukul 21 : 05 wib.
[1] Organisasi
pertama yang bentuk yaitu organisasi Boedi Oetomo yang dibentuk pada 20 mei
1908
[2]
Bangsa portugis pada 1511, tiba di ternate dengan panglima Alfonso de
Albuquerque, bangsa spayol 1521 di tidore Bangsa belanda pada 1596 dibawah Cornellis de Houtman di banten.
Lihat Adi sudirman, sejarah lengkap
Indonesia ; dari era klasik hingga kini (Yogjakarta, diva Press 2014)
[3]
Tujuan bangsa barat ke Asia khususnya Indonesia adalah dengan adanya keinginan mengimperium, adapun
imperium lama mempunyai tujuan Gold, Gospel, dan Glory, sedangkan imperium baru
tujuannya adalah memperluas kekuasaan dan memasarkan produk industri terutama
setelah terjadi revolusi industri
[4]
Nasionisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara
potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan
identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan,
lihat. KBBI
[5]
Sestem politik etis diterapkan oleh pemerintah belanda pada 1900 sampai 1922
setelah terjadinya penurunan tingkat kesejahteraan rakyat, gagasan dasar
politik etis berasal dari tulisan C.Th van Deventer yang dimuat di de Gids pada
1899 yang berjudul “Een Eereschuld” yang berarti hutang budi ( Daliman. A, . sejarah indonesia abad XIX –
awal Abad XX ; sistem politik kolonial dan Administrasi pemerintahan hindia belanda
( Yogyakarta : Ombak, 2012), hlm.64
[6]
Arti trilogy yaitu Edukasi adalah
pendidikan bagi rakyat Indonesia, yang digunakan belanda untuk bisa
dipekerjakan diperkebunan belanda, pendidikan yang diberikan hanya sebatas baca
tulis. Irigasi yakni melakukan perairan
di persawahan yang disewakan kepada pengusaha-pengusaha, transmigrasi atau
kolonialisasi artinya perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah
yang kekurangan SDM yang sebagai pekerja
diperkebunan , perpindahan penduduk ini dilakukan dari pulau jawa yang padat ke
daerah luar jawa yang mempunyai perkebunan seperti ke Sumatra.