Friday, 23 September 2016

Kedudukan sumber Sejarah lisan dalam penulisan sejarah

Rudi Hartono
I1A114005


"Kedudukan sumber sejarah lisan dalam penulisan sejarah"
 
menurut Sartono Kartodirdjo sejarah lisan adalah cerita-cerita tentang pengalaman kolektif yang disampaikan secara lisan. sedangkan menurut A.Gazali Usman, sejarah lisan adalah rekaman pita dari wawancara tentang peristiwa yang dialami pengkisah. dengan demikian sejarah lisan adalah cerita-cerita suatu peristiwa sejarah yang berdasarkan pengalaman yang dialami secara langsung oleh seseorang yang didapat melalui wawancara.



A. kedudukan sumber lisan sebagai sumber primer dan sekunder dalam penulisan sejarah
  1. sumber lisan sebagai sumber primer
sejarah lisan mempunyai kedudukan sebagai sumber primer dalam penulisan sejarah ketika substansi peristiwa yang terkandung dalam sejarah lisan merupakan peristiwa yang dialami , di lihat , dirasakan atau dipikirkan secara lansung oleh si pemilik sejarah lisan atau pengisah.
dengan kata lain. peristiwa yang menjadi materi sejarah lisan sebagaimana disampaikan pengkisah merupakan peristiwa yang diperoleh pemilik sejarah lisan dari orang atau pihak lain.
sejarah lisan sebagai sumber primer dapat digolongkan menjadi dua golongan secara spesifik yakni
1. sumber primer kuat
2. sumber primer tidak kuat.
keterangan pengisah yang bukan merupakan kesaksian langsung seperti pendapat, pandnagan, dan opini juga dapat di anggap sebagai sumber primer bila yang dipermasalahkan atau di gali memang tentang pendapat atau opini pengisah suatu peristiwa,

2. Sumber lisan sebagai sumber sekunder
sejarah lisan mempunyai kedudukan sebagai sumber sekunder, ketika keterangan yang disampaikan pengkisah bukan merupakan peristiwa yang dialami atau disaksikannya secara langsung. tetapi ia memperoleh informasi tentang peristiwa tersebut dari tangan orang ketiga dengan demikian kisah yang disampaikan si pengkisah lebih merupakan perpanjangan lidah dari kisah yang dimiliki orsng lain atau pihak lain.


B. Perbandingan kedudukan sejarah lisan dengan sumber tertulis
sumber tertulis sebagai sumber  sejarah memiliki kedududkan yang sangat penting, namun demikian tidak berarti sejarah lisan tidak memiliki kedudukan penting.
sumber sejarah lisan tidak lebih lemah dan tidak lebih kuat dari sumber tertulis (Taufik Abdullah 1982)

  • sumber tertulis dianggap lebih penting ketika sumber tertulis relatif lengkap tersedia untuk melakukan  rekontruksi sejarah.
  • sejarah lisan dikedepankan atau dianggap lebih penting ketika sumber tertulis relatif tidak memadai untuk dijadikan bahan rekontruksi.
dari sumber tertulis dan sumber lisan ini mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, sumber tertulis tampilan terkesan formal karena hanya mencatat hal-hal yang penting atau hal yang dianggap penting dan hanya mencatat aksi yang dilakukan orang-orang besar.sedangkan seajarah lisan atau sumber lisan mempunyai kekurangan ke subjektivitasaanya karena penuturan dari  sang pengisah tentu lebih mementingkan atau membenarkan menurut dia, apalagi ketika narasumbernya hanya satu.
dengan demikian , kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh kedua sumber ini maka tidak perlu memilih mana sumber yang terbaik, yang lebih penting kedua sumber ini memiliki kedudukan yang saling melengkapi.

No comments:

Post a Comment

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...