Monday, 5 September 2016

Konsep Pergerakan PKI

Abstrak
Pada tahun 1913 berdiri suatu organisasi yang berhaluan sosialis, yang bernama Indische Sosial Demokratische Vereninging (ISVD), yang didirikan oleh orang Belanda yaitu Sneevliet, Brandsteder Dekker dan orang Indonesia Semaun. Pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV berubah menjadi Partai komunis Hindia, dengan Semaun sebagai Ketuanya, dan pada bulan maret 1923 namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dan dengan terpilihnya Semaun sebagai ketua Partai komunis Indonesia yang notabene juga sebagai ketua serekat islam lokal di semarang, maka paham komunis mulai melakukan infiltrasi ke Serikat islam (SI) guna memperluas pengaruhnya. Setelah pengaruh PKI sudah masuk ke SI maka PKI mulai memanfaatkan pengaruhnya  untuk menggerakan masa, dengan mengunakan bendera SI untuk melawan pemerintah Belanda. Meskipun dasarnya ideologi paham komunis sangat bertolak belakang dengan SI, karena banyak anggota PKI yang ada dalam SI maka PKI mulai berasimilasi dengan SI melawan Kolonial Belanda.
Apa yang di inginkan PKI untuk melakukan pergerakan fisik terhadap kolonial belanda berhasil dengan adanya pergolakan di berbagai daerah yakni di kerasidenan Jakarta, Banten, Priangan, Surakarta, dan Kediri serta yang daerah diluar jawa, di silungkang, Sumtra barat pada periode 1926-1927 meskipun dapat di atasi oleh Belanda tapi pergerakan komunis sudah menjadi bagian jaringan dunia.


Kata Kunci : PKI,  Pemberontakan, Paham Komunis


Bab I
A.    Pendahuluan
Pergerakan rakyat Indonesia melawan para penjajah yang datang ke Indonesia dilakukan  mulai dari masa VOC[1] sampai masa kedudukan jepang. Dalam kurun waktu yang sangat lama ini berbagai pergerakan dilakukan oleh bangsa Indonesia dengan berbagai bentuk. Pergerakan rakyat  tampil dalam bentuk seperti surat kabar, nyanyian,  pertemuan, serikat buruh, dan pemogokan kerja serta Organisasi.[2] Jika sebelum lahirnya organisasi pergerakan yang dilakukan masih bersifat daerah-daerah maka setelah terbentuknya organisasi[3] maka bangsa Indonesia mempunyai tempat atau wadah sebagai penampung.
Salah satu organisasi yang mempunyai peran aktif dalam pergerakan Indonesia adalah PKI (Perserikatan Kommunist di Hindia yang kemudian menjadi partai komunis Indonesia).[4] PKI mempunyai sejarah yang panjang dalam pergerakan Indonesia tercatat tiga kali melakukan pergerakan atau pemberontakan pertama dilakukan pada periode kebangkitan Nasional yakni 1926-1927, kedua terjadi pada awal kemerdekaan pada 1948 di madiun dan yang ketiga, yakni pemberontakan yang di kenal dengan G 30 S PKI pada tahun 1965[5]. Dari ketiga pergerakan atau pemberontakan mempunyai perbedaan antara  gerakan pertama dengan gerakan kedua dan ketiga, jika pada 1948 dan 1965  pemberontakan yang dilakukan PKI dianggap sebagai Pengkhianat karena lawan yang mereka hadapi adalah NKRI yang mempunyai konsep yang berlawanan dengan ideologi Bangsa yang  pemerintah Republik Indonesia sendiri, maka apa yang dilakukan PKI itu  sebagai tindakan pengkhianatan sehingga PKI layak bahkan wajib dihancurkan dan dipandang sebagai musuh bangsa. Sementara itu, bagaimana dengan pergerakan yang dilakukan PKI pertama yakni pada tahun1926-1927 yang melawan para Kolonial Belanda,  pertanyaan ini lah yang terlintas disetiap penulisan sejarah Indonesia , jika membahas Pergerakan PKI, apakah di pandang sebagai pahlwan atau pengkhianat, untuk itulah perlu diketahui konsep dari pergerakan yang dilakukan PKI (Partai Komunis Indonesia ) pada tahun 1926-1927.
A.     Munculnya Pergerakan PKI di Hindia Belanda
Lahirnya pergerakan komunis di Hindia Belanda tidak lepas dari pengaruh Politik seorang aktivis yang berhaluan Marxis dari Belanda bernama H.J.F.M.Sneevliet. Pada tahun 1913, menjelang perang dunia pertama Sneevliet tiba di Hindia belanda dan menjadi staf Redaksi Warta Perdagangan Soerabajasche Handelsblad.[6] Kemudian dia menjadi sekretaris di Semarangsche Handels Vareniging dan berhasil menanamkan pengaruhnya kedalam  Vereniging van Spoor en Tramsweg personeel  (VSTP)[7] dan membawa VSTP ke aktivitas radikal, dan sebagai wadah penyebar luasan marxisme di Hindia Belanda.
Kemudian  pada 1914, Henk Sneevliet dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda)[8]. Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalahAdolf Baars. Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia. Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdeka"[9]. Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia.
 Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang[10]. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk sebuah dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun. ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. ISDV kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Komunis Hindia-Belanda dipimpin oleh Semaun, Darsono dan Baars yang merupakan keturunan Belanda, Perserikatan komunis Hindia-Belanda kemudian berubah menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1923, dengan Semaun sebagai Ketuanya.[11]

B.     Infiltrasi komunis ke dalam Sarekat Islam
Sejak kebangkitan nasional, 1908 Serekat Islam (SI) atau sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), merupakan sebuah Organisasi yang mempunyai pengaruh dan perkembangan yang besar di Indonesia. Sneevliet sebagai ketua ISDV  menyadari bahwa adanya hambatan bagi ISDV untuk menyebarkan paham Marxisme di Hindia Belanda, untuk melaksanakan tujuan nya itulah, Sneevliet menggunakan organisasi SI dengan cara memasukan anggota ISDv menjadi anggota SI dengan sistem keanggotaan rangkap dan dengan keanggotaan yang rangkap inilah, ISDV menyebarkan pengaruhnya di dalam SI.[12] Kemudian ISDV berhasil  membawa beberapa tokoh muda SI untuk Bergabung menjadi anggota ISDV yakni Samaoen[13], dan seorang wartawan yakni Darsono, kedua orang ini menjadi penyebar Marxisme di kalangan masyarakat Indonesia.
Masuknya anggota ISDV ke dalam Sarekat Islam  mencapai puncaknya dengan munculnya sikap pro-kontra di dalam Sarekat Islam, ketika pelaksanaan kongres VI  SI di Surabaya, pada oktober 1921.[14] Kongres tersebut di hadiri oleh berbagai kalangan terutama fraksi komunis yang dipimpin oleh Semaun dan Tan Malaka, yang berupaya menguasai jalannya Kongres, namun keduanya di patahkan oleh seorang pimpinan SI, yaitu Haji Agus Salim yang nasionalis dan moderat dalam berargumen. Dan adanya pertentangan dalam organisasi sarekat islam ini menimbulkan dua golongan di dalam SI yakni anggota  yang beraliran Marxis dengan sebutan si Merah dan Si putih bagi yang menentang komunis.
Pada tahun 1923 Tan Malaka kepada komintern, bahwa 30.000 dari 100, 000 anggota sarekat Islam adalah Komunis.[15] Dengan semakin menajamnya komunis di sarekat Islam maka pada 1922, pemerintah Hindia Belanda mengusir pentolan komunis tersebut ke luar negeri sebagai upaya meredam komunis. Akibat pengusiran tersebut menyebabkan kelemahan kepemimpinan , namun pada tahun 1923, pentolan komunis masuk kembali yakni Semaun dan Darsono, yang menghimpun kekuatan yang pro-Moskow, dan pada juni 1924 PKI mengadakan kongres di Jakarta. 
Setelah pulang kembali ke Indonesia, tidak serta merta bisa menguat kembali organisasi dan ideologi karena tidakan tegas yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda, untuk itu pada kongres PKI desember 1924 di kota Gede, Yogyakarta, Sarekat rakyat sayap kiri sarekat islam, di satukan ke dalam PKI.[16] Dengan bersatunya tersebut maka PKI menmanfaatkan Bendera SI untuk mempengaruhi massa rakyat.

C.     Pergerakan Komunis PKI sebagai jaringan komunis internasional
Ketika SDAP di negeri Belanda pada tahun 1918 mengalami perubahan partai menjadi partai Komunis Belanda.[17]sangat erat kaitannya dengan keberhasilan Revolusi Bolsjewik di rusia 1 oktober 1917.[18]Revolusi yang membuat penganut Marxisme diseluruh dunia ingin mengikuti revolusi tersebut dalam meraih keberhasilan, termasuk penganut paham Marxisme di Hindia Belanda, dan pada kongres ISDV VII pada tanggal 23 mei 1920 di Semarang ISDV di ubah menjadi partai komunis Hinda belanda sebagai bagian dari jaringan Komunis Internasional Komintern).
Pada kongres ke II komintern pada juli-agustus 1920 di Petrograd dan moskow, partai komunis Hindia Belanda yang di wakili oleh Sneevliet, hadir  dan menyakinkan  komintern menyetujui kerja sama komunis dengan SI sebagai taktik memenangkan Komunis. Dan pada Desember 1920 Perserikatan komunis di Hindia Belanda menjadi anggota Komintern dengan syarat yaitu :
a.       Pengakuan secara konsisten terhadap dictator protetariat dengan perjuangn untuk mengamankan dan mempertahanknnya.
b.      Pemutusan kerja sama secara menyeluruh dengan  kaum reformis dan centris serta penyingkiran mereka dari partai.
c.       Melaksanakan perjuangan dengan metode kombinasi legal dan illegal.
d.      Bekerja secara sistematis di dalam Negara, militer, organisasi  buruh reformis dan parlemen borjuis.
e.       Setiap partai anggota komintern adalah partai komunis dan dibentuk atas prinsip sentralisme demokrasi.
f.       Semua keputusan dari kongres komintern dan Exucutive committee of communist internasional (ECCI), yang merupakan komite pelaksana keputusan kongres komintern, akan mengikat terhadap semua partai yang berafilliansi dengan komintern.
g.      Komintern dan ECCI juga terlibat untuk mempertimbangkan adaya perbedaan kondisi dari setiap partai yang berbeda tempat bekerja dan perjuangannya dan  secara umum resolusi yang diajukan mengenai suatu masalah hanya akan diterima apabila resolusi itu memungkinkan
Dengan menerima secara mutlak syarat komintern ini, maka pada Desember 1920 Perserikatan Komunis di Hindia Belanda menjadi anggota komintern.

Bab II
Kesimpulan
Sejak lahirnya kebangkitan nasional 1908, pergerakan di Hindia Belanda mulai giat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat dan organisasi. Salah satu organisasi yang mempunyai peran aktif dalam pergerakan Indonesia adalah PKI (Perserikatan Kommunist di Hindia yang kemudian menjadi partai komunis Indonesia), yang menjadi organisasi yang berpaham Marxisme , pada tahun 1923, dalam melakukan pergerakan Partai Komunis Indonesia tidak hanya melakukannya sendiri , mereka melakukan infiltrasi dalam Sarekat Islam. karena pada saat itu Sarekat islam mempunyai massa yang besar dan anggota PKI di perbolehkan memiliki keanggotaan ganda, namun dalam melakukan infiltrasi PKI ke dalam SI mengalami hambatan karena adanya pertentangan didalam SI terhadap paham komunis yang di ajarakan PKI. Serta PKI juga menjalin atau menjadi anggota komunis internasional atau komitern untuk mendapatkan dukungan dari dunia internasional.








Daftar Pustaka :
Kemendibud. 1978. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta : Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan daerah.
Kementriatneg. 1994. Gerakan 30 September ; Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Jakarta : PD.Besar.
Manafe, Aco. 2007. TERPU ; Mengungkap pengkhianatan PKI pada tahun 1965 dan Proses hukum bagi para pelakunya. Jakarta : PT Pustaka Sinar Harapan.
Shiraishi, Takashi. 2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa 1912-              1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
















[1]  VOC ( Verenigde Oost  Indische  Compagnie ) adalah suatu kongsi dagang perhimpunan pengusaha Belanda yang di bentuk pada tanggal 20 maret 201602, dengan tujuan menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda , serta persaingan dengan Negara lain yakni Spayol dan Portugal , ( Sudirman, 2014, hal.215)
[2] Takashi Shiraishi, Zaman Bergerak  ; Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 ( Disertasi Prasyarat Kesarjanaan) (Farid, Hilmar, 2015). Hal.2
[3] Organisasi pertama yang terbentuk adalah Organisasi Budi Utomo (BU) didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA di Batavia dengan Sutomo sebagai ketuanya.
[4] Ibid hlm 247
[5] Aco Manafe, TERPU ; Mengungkap pengkhianatan PKI pada tahun 1965 dan Proses hokum bagi para
pelakunya.( Jakarta : PT Pustaka Sinar Harapan,  2007), hlm,1-2
[6]  Sekretariat Negara Republik Indonesia : Gerakan 30 September ; pemberontakan partai komunis Indonesia,  (Jakarta : PD Besar, 1994) hlm 7
[7]  VSTP (Vereniging van Spoor en Tramsweg Personeel ) adalah organisasi buruh kereta api di semarang
[8] Op.cit
[9] Ibid hlm.7
[10] Op.cit.
[11] Op.cit
[12] Ibid, Hal.8
[13] Semaoen adalah pimpinan SI cabang semarang, yang menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 dan dia menjadi ketua PKI tahun 1923 setelah PKI di ambil ahli oleh orang-orangindonesia.
[14] Ibid, Hal. 2
[15]Op.cit,
[16] Ibid. hlm 8
[17] SDAP (Sociaal Democratische Arbeiders Partij) adalah partai Demokrat  Pekerja Sosial Belanda yang di bentuk pada 26 agustus 1894.
[18] Ibid. hlm 10

No comments:

Post a Comment

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...