Monday, 19 September 2016

perubahan bentuk perlawanan bangsa indonesia sebelum dan setelah abad 20

Abstrak
Perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap penjajah dari setiap periodenya selalu muncul, perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penajajah menandakan bahwa kesadaran untuk lepas dari penjajah sudah ada sejak para penjajah masuk kedalam sendi kehidupan masyarakat. Perlawanan yang dilakukan sebelum abad 20 sangatlah tidak efektif, meski dilakukan secara perang namun selalu dapat dikalahkan oleh penjajah.Memasuki abad 20 perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia mengalami perkembangan dari bentuk pergerakan perlawanan yang dilakukan terhadap bangsa yang menjajah Indonesia. Bentuk – bentuk yang diterapkan setelah abad 20 berbeda dengan bentuk perlawanan sebelumnya, perubahan ini tidak lepas dari  para pemuda yang mempunyai peran penting terhadap perubahan-perubahan perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia. Perubahan bentuk yang dipelopori  para pemuda ini menjadi corak dari bentuk perlawanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.





Kata kunci : Perlawanan bangsa Indonesia, bentuk Perlawanan




A.    Pendahuluan
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kerajaan terdahulu yang berkuasa, namun kejayaan itu semua hilang ketika para penjajah datang. Penjajah datang semula datang dengan berniat baik, dan diterima masyarakat, namun lama kelamaan kedatangan mereka yang semula hanya untuk berdagang, berubah seiring perkembangannya, mereka tidak hanya melakukan perdagangan dengan masyarakat local tetapi juga memonopoli perdagangan serta lambat laun juga mereka mengambil ahli pemerintahan, mulai dari masa voc sampai tanam paksa.
Penetrasi kekuasaan kolonial Belanda yang tidak hanya dibidang ekonomi, tetapi juga kebidang sosial-budaya, sampai kebidang politik bahkan bidang agama. Karena berbagai penetrasi yang mendalam yang dilakukan kolonial belanda ini lah membuat reaksi dari rakyat, dan melakukan pergerakan bahkan menggunakan senjata, timbul para pemuka-pemuka dari tokoh daerah untuk melakukan pergerakan terhadap kolonial Belanda. pergerakan yang dilakukan oleh rakyat berlangsung sangat lama, dan dengan pola dan bentuk yang berkembang disetiap zamannya , untuk itulah pembahasan ini dibuat untuk mengetahui bagaimana pergerakan yang dilakukan melawan kolonial.dan bagaimana pergerakan rakyat sebelum abad 20 yang masih bersifat kedaerahan dan bagaimana perkembangan pergerakan setelah abad 20 yang sudah ada kesadaran dari peregrakan rakyat yang menganal organisasi.






B. Perlawanan bangsa Indonesia  sebelum abad 20
Perlawanan sebelum abad 20 merupakan rangkaian yang panjang perlawanan rakyat dengan berbagai bentuk[1], semua perlawanan memberikan bukti akan kegigihan bangsa Indonesia melawan perjajahan. Perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia sebelum abad 20 yaitu masih bersifat tradisionaliltis,kedaerahan, belum adanya intergrasi, , serta perlawanan digerakan oleh seorang pemimpin.[2] Perlawanan bangsa Indonesia sebelum abad 20 masih tradisional, perlawanan dilakukan dengan cara berperang, penjajahan yang dilakukan oleh kolonial belanda yang tidak hanya membuat rakyat tertekan secara ekonomi tetapi juga secara politik juga mengakibatkan rakyat melakukan perlawanan melalui perang walau alat yang digunakan hanya alat tradisional. Perlawanan yang dilakukan pun masih kedaerahan dimana perlawanan dilakukan secara daerah-daerah tanpa adanya penyatuan dari setiap daearah dengan daerah yang lain. Perlawanan secara kedaerahan ini mengakibatkan tidaknya adanya  intergrasi bangsa[3] perlawanan yang dilakukan secara daerah ini mengakibatkan tidak efektif karena tidak adanya kesadaran integrasi ini kekuatan terpecah-pecah.
Perlawanan yang dilakukan secara kedaerahan ini membuat penjajah dengan mudah meredam semua bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap penjajah sudah dimulai sejak abad 16[4] yang dilakukan melawan penjajah seperti perlawanan Sultan Baabullah di ternate, Dipati Unus di malaka, panglima Fatahillah di jawa barat, Sultan Iskandar Muda di Aceh, Sultan Agung di Batavia, yang melawan portugis kemudian Indonesia pada tahun 1602 perlawanan ditunjukan untuk melawan VOC, yang dilakukan oleh Sultan Agung di Batavia, Sultan Ageng Tirtayasa di banten, Sultan Hasanudin di Makassar. Meski terus mengalami kegagalan dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan perlawanan tetap dilakukan pada abad ke-19 dimana perlawanan ditujuhkan untuk Kolonial Belamda seperti perlawanan rakyat Maluku, perang padri, perang Diponegoro.perang Aceh.
            Aksi-aksi perlawanan dilakukan para pejuang untuk mengusir penjajah, terus dilakukan meski mengalami kegagalan hingga akhirnya muncul pergerakan yang bersifat Nasional, perlawanan yang bersifat nasional inilah yang kemudian membangkitkan semangat perjuangan secara menyeluruh untuk mengusir penjajah.













C. Perlawanan bangsa Indonesia setelah abad 20
Perjuangan bangsa Indonesia melawan tidak berhenti, perjuangan dilakukan juga dilakukan setelah abad 20, perlawanan di tandai dengan dibentuk organisasi Boedi Oetomo pada 1908[5]meski sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan budaya namun organisasi ini telah membangun bangsa Indonesia dan membuat pergerakan perlawanan terhadap para penjajah mengalami perubahan dari perlawanan sebelum-sebelumnya.
Perlawanan bangsa Indonesia memasuki abad 20 yakni
·         Munculnya kesadaran nasional untuk melawan penjajah,jika sebelum abad 20 perlawanan bersifat kedaerahan memasuki abad 20 sudah ada integrasi bangsa.[6]
·         Perjuangan dilakukan secara organisasi, dengan dibentuknya berbagai organisasi[7]
·         Perjuangan tidaknya tergantung pada seorang pemimpin yang memilki kharismatik tetapi sudah secara kaderisasi.
·         Perjuangan dilakukan secara politik dimana telah muncul para kaum terpelajar yang melawan secara diplomatic
·         Perlawanan sudah modern yang dilakukan tidaknya secara nonkooperatif tetapi sudah secara kooperatif

D. Perbedaan  bentuk perlawanan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah abad 20 yaitu sebagai berikut :
·         Sebelum abad ke-20 perlawanan dipimpin oleh raja atau bangsawan. Karena perlawanan bertumpu pada kharisma pemimpin, maka tatkala pemimpin tewas atau tertangkap, perlawanan akan berhenti.
·         Sesudah abad ke-20 perjuangan dipimpin oleh golongan terpelajar (cendekiawan). Pemberian kesempatan bagi pribumi untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda pada awal abad ke-20 dimaksudkan untuk memperoleh tenaga kerja murah, namun justru melahirkan golongan cendekiawan yang kemudian memimpin perjuangan melawan kolonialisme Belanda.
·         Sebelum abad ke-20 perjuangan berbentuk perlawanan fisik, melalui peperangan. Pertempuran secara frontal menimbulkan banyak korban jiwa bagi kedua pihak.
·         Sesudah abad ke-20 perjuangan melalui organisasi pergerakan nasional. Upaya mencapai kemerdekaan dilakukan dengan cara-cara modern, misalnya lewat media massa, demo, pemogokan buruh/pegawai, atau mengirimkan wakil-wakil di dewan rakyat (volksraad), serta menggalang dukungan politik dari dunia luar.
·         Sebelum abad ke-20 perlawanan berpusat di desa-desa atau di pedalaman karena kota-kota yang merupakan pusat perniagaan dikuasai Belanda dan didirikan benteng.
·          Sesudah abad ke-20 pusat perjuangan di kota-kota. Organisasi pergerakan yang berkedudukan di kota-kota besar melakukan kritik, agitasi massa, dan menentang berbagai kebijakan pemerintah kolonial Belanda.
.       

Kesimpulan
Perlawanan pergerakan bangsa Indonesia dilakukan sejak masuknya para penjajah diranah politik masyarakat, perlawanan yang dilakukan pada mulanya masih kedaerahan yang berjuangan melalui secara fisik, melawan penjajah meski perjuangan yang dilakukan menggunakan peralatan seadanya, masih tergantung dengan pemimpin yang kharismatik, yang membuat perlawanan sebelum abad 20 mengalami kegagalan, kemudian memasuki abad 20 perlawanan bangsa Indonesia mengalami perubahan dari segi bentuk, terutama setelah munculnya atau dibentuknya organisasi-organisasi yang membuat perlawanan terhadap para penjajah tidak lagi secara fisik namun sudah secara intelektual para pendiri bangsa, dengan munculnya para kaum pelajar, maka disini perbedaan yang muncul dari perlawanan bangsa Indonesia sebelum abad 20 dan setelah abad 20, perlawanan yang sebelumnya tradisonal yang tidak adanya intergrasi bangsa namun memasuki abad 20 perlawanan sudah secara nasional.




                                                                                                                 




Daftar Pustaka
Prof. Daliman,A. 2012 , Sejarah Indonesia Abad XIX-awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda. Yogyakarta :ombak.
Shiraishi, Takashi. 2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa 1912-              1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
Sumber internet.
http://www.skripsi-tesis.com/search/perbedaan-perjuangan-bangsa-indonesia-dalam-merebut-kemerdekaan-sebelum-abad-ke-20-dan-sesudah-abad-ke-20  (diakses pada 16 September 2016 pukul 19 :45 Wib)
https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/viewFile/899/746 (diakses pada 16 September 2016 , pukul 20 : 15wib)




[1] Prof. Daliman,A. 2012 , Sejarah Indonesia Abad XIX-awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda. Yogyakarta :ombak.
[2] Ibid hal, 104
[3] Intergrasi bangsa adalah adanya penyatuan dari berbagai daerah, suku, ras , serta budaya sebagai hujud adanya satu ikatan dengan tujuan yang sama, yang disatukan dalam kebangsaan
[4] Badrika, I wayan.sejarah;Untuk SMA kelas XI ,
[5] Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
[6] Kesadaran akan perlawanan secara nasional, proses integrasi bangsa Indonesia tidak lepas dari peranan agama islam, perdagangan dan pelayaran antar pulau,migrasi
[7]  Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. Sebagai organisasi pertama dalam pembentukan perlawanan 

No comments:

Post a Comment

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...