Thursday, 27 April 2017

review artikel historiografi indonesia dalam pencarian identitas (pak Kuntowijoyo)

Historiografi Indonesia dalam Pencarian Identitas
(Kuntowijoyo)
Para sejarawan yang peduli akan identitas historiografi Indonesia , berkumpul untuk menentukan arah dari penulisan sejarah Indonesia, meski sejarawan dari berbagai daerah, yang mempunyai pandangan yang berbeda, kepentingan diri sendiri dilupakan demi kepentingan nasional. Maka pada tahun 1957 di Yogyakarta di adakan seminar nasional pertama yang salah satu tujuan utamanya menentukan ideology historiografi Indonesia, karena penulisan sejarah Indonesia pada umumnya bersifat kolonilisasi, sebelumnya telah ada penulisan sejarah yang bukan atau tidak kolonilisasi seperti tulisan dari elah ada sudah menjadi historiografi ideologis pada dekade 1950-an sebelum seminar Sejarah nasional 1, untuk contoh, Muhammad Yamin diterbitkan Sedjarah peperangan Diponegoro
Pada tahun 1962 john smail  "tentang kemungkinan sejarah otonom modem asia tenggara" di jurnal sejarah Asia tenggara ia affered konsep sejarah otonom dengan menekankan pentingnya adat dinamika sementara pasukan asing hanya lampiran, tesis di dia aceh, perang padre (1821-1838) di mana tuanku yang (pemimpin agama) dan penghulu (pemimpin klan) berada di confict konflik antara aceh dan siak dan uleebalang dan persaingan ulama di aceh,
Namun selain karena ingin mencari identitas historiografi Indonesia sentris yang lepas dari kolonialsenttris, sejarawan berkumpul melakukan seminar ini juga ingin melihat histografi Indonesia dalam identitasnya , apakah di pengaruhi oleh gerakan komunis Indonesia, yang pada tahun 1954  gerakan DN adit mempunyai pengaruh besar terhadap sejarah Indonesia .  kemudian pada seminar kedua pada tahun 1970, para sejarawan ingin melibatkan ilmu sosila lainnya, agar histiriografi Indonesia , tidak hanya milik satu disiplin saja yaitu ilmu sejarah melainkan ilmu sosial lainya,, Sartono kartodirjo, dalam tulisan yaitu gerakan petani banten, yang melibatkan ilmu ekonomi dalam penulisannya,
Historiografi Indonesia setiap zaman nya mempunyai ciri-ciri dalam penulisannya, terutama pada masa orde baru dimana penulisan sejarah sangat kental atau dipengaruh oleh resim pemerintahan , dimana sejarwan harus berhari-hari dalam penyampaiaan pada masyarakat setiap peristiwa, sejarah militer hanya dibuat oleh para petinggi militer atau orang0-orang militer, apabila sejarwan  menulis berbeda dengan keinginan pemerintah makadia anggap telah melanggar aturan atau murtad.
Ideologi dekolonisasi seminar Sejarah nasional I (1957) berarti bahwa sejarawan menghasilkan permintaan populer tanpa reserve. non-ideologi seminar Sejarah nasional III dan setelah itu adalah keterasingan ilmu dari seluruh masyarakat. Untuk berpikir dialektis, harus ada keadaan yang lebih tinggi yang saya sebut etika. sikap non-ideologis keterasingan membuat sejarah tidak responsif terhadap kebutuhan kritik sosial. Tidak adanya kritik sosial gigih terbukti telah merugikan bagi masyarakat. urutan perkembangan ideologi baru dengan nasionalisme politik vertikal (yang berlaku hanya lain "politik sebagai panglima" (politik sebagai perintah tertinggi) kebijakan seperti yang dilakukan pki tidak mentolerir perbedaan. dengan mengasingkan diri dari masyarakat, sejarah mampu menghindari pengaruh bahwa politik hari, tapi itu tidak dapat menyumbangkan sesuatu kepada masyarakat. sikap semacam ini adalah tidak sehat bagi sejarawan diri mereka sendiri dan untuk negara serta umum masyarakat
Era baru yang disebut rangka reformasi layak untuk memiliki historiografi sendiri, biasanya setiap usia memiliki tren tersendiri di scholarhip sejarah. kami ingin membuat sejarah fungsional, tapi tidak dipengaruhi oleh masyarakatnya, sangat banyak seperti ikan di laut yang tidak pernah menjadi asin, sejarawan harus responsif terhadap iklim pendapat dari masyarakat (skotheim, 1969).Dan setelah berakhirnya masa orde baru , maka Indonesia memasuki masa reformasi penulisan sejarah Indonesia ,mempunyai kebebasan serta bisa mencari identitas historiografi Indonesia


No comments:

Post a Comment

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...