2
Desember 2016
Hari
ini,
Hari
bersejarah bagi umat islam di Indonesia, hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yang
bhineka tunggal Ika, hari bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (
NKRI). Hari ini, pandangan jutaan rakyat bangsa Indonesia tertujuh ke jantung Negara
Republik Indonesia yakni Monumen Nasional (MONAs), Aksi damai umat islam, sebagai hujud dari
tututan penegakan hokum yang berlandaskan Pancasila, dengan UUD 1945 nya, Negara
yang dibangun dengan berbagai suku, berbagai etnis, berbagai agama,
Hokum
indonesia yang tidak pandang “Bulu” ternyata masih jauh dari kata adil, dimana
jutaan rakyat Indonesia , sadar bahwa sosok si dia,yang mempunyai status, telah
melanggar hokum republic Indonesia, namun tak dilakukan penindakan hukuman,
Negeri
apa ini, ketika jelas-jelasan melanggar hokum yang telah di sah kan, hokum yang
sudah jelas hukumannya namun tak dilaksanakan, apakah ini bentuk dari hukkum di
negeri ini, “ Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah” .
Hari
ini, jutaan umat islam menuntut keadilan hokum di Indonesia di tegakan, “penistaan
agama’ adalah kasus yang harus di tuntut dengan tegas, sesuai aturan undang-undang
yang berlaku, dari penjuru negeri berbendong-bendong datang, menyuarakan tuntutan
keadilan hokum di negeri yang berhukum ini, hari ini, tidak akan dilupakan
begitu saja oleh bangsa ini, hari ini hari bersejarah bagi bangsa ini, para
alim ulama, para kyai, para muslimin,berkumpul menyuarakan keadilan hokum di Indonesia,
bahkan para pembuat aturan, penegak hokum di NKRI ini pun ikut menyuarakan
keadilan,
apakah masih kurang bukti?/?, kita tertawa
bila melihat hukum di negeri ini, dengan apa yang terjadi, hukum di Negara berhukum,
tak seharusnya melanggar aturan yang telah dibuat, ,, rakyat tidak bodoh,
rakyat tidak diam, rakyat tidak akan melupakan pelanggaran yang dibuat,
sekalipun pelanggaran tersebut dilakukan oleh orang-orang hebat seperti mereka.
Hari
ini, menjadi bukti nyata, bahwa Republik Indonesia, merupakan Negara kesatuan, Negara
yang berlandaskan hukum Pancasila, “ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang
adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan, serta keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia”
No comments:
Post a Comment