Hanya sebatas Cerpen
"pengagum teman"
Putra merupakan
mahasiswa baru. Ya walaupun tergolong ekonomi rendah tapi dengan semangat dan kerja
keras dia dapat masuk di perguruan tinggi., pada saat awal perkuliahan putra tidak punya
teman.
Satu bulan berjalan,namun
putra masih belum mempunyai teman.
Ketika jam
kuliah kosong, putra
duduk sendirian, tiba-tiba datang seorang menghampirinya, sambil duduk di sampingnya
.
Dia adalah Putri, sosok yang sangat
dikaguminya.
Ya walaupun baru
satu bulan namun putra sudah mengagumi putri.
"kenapa sendirian"tanya
putri "gak apa-apa"jawab putra
"terus ngapa bengong, ada masalah ya, cerita aja siapa tahu saya bisa bantu" tanya putri lagi sambil tersenyum.
Mendengar perkataan dari sosok yang sangat dia kagumi, putra memberanikan diri, bercerita,
setelah
putra menceritakan semuanya.
Putri menyimak dengan senyuman, dan memberitakan nasihat sekaligus semangat buat putra.
Setelah kejadian itu. Mulai tumbuh
lah beni-beni kagum putra kepada putri. Putra semakin kagum kepada putri tak kala pada saat, perkuliahan bahasa inggris pada saat itu putra dan teman-temannya di
beri tugas untuk menceritakan teman yang ada di kelas dalam bahasa ingris, satu persatu maju, tiba giliran putri, putra berkata dalam hatinya "semoga yang di ceritakan putri adalah saya"
<<<<<<<
"badannya tinggi, rambutnya hitam. Kulitnya sawo mateng.
Dia tidak tampan, dia tidak kaya. Tapi dia pintar, baik dan mempunyai semangat yang besar
Namanya putra" kata putri.
Mendengar perkataan tersebut, hati putra pun
kacau(maklum secara
putri merupakan orang yang dia kagumi).
Hari demi hari berlalu, putra yang semakin kagum
dengan putri namun tak berani menunjukan rasa kagumnya
Setelah semester satu selesai, dan semester dua dimulai, putra masih menyimpan perasaan kagum pada putri.
Tapi semua berubah 180 derajat, ketika putri
CLBK sama mantanya masa
SMA.
Putri yang dulu ramah, aktf saat sedang kuliah (salah satu point yang membuat putra kepadanya) Kini berubah.
Putra yang menyadari perubahan sikap putri., mulai melihat putri sebagai teman biasa, tapi dalam hatinya masih menyimpan rasa kagum., Dan rasa kagum itu kembali muncul, ketika meraka mengikuti perkuliahan agama, karena dosennya sibuk maka putra di tunjuk untuk menggantikan dosennya, menilai tugas
hapalan yang diberikan pada mereka.
Satu persatu menghadap
putra untuk
hafalan, tiba giliran putri.
Melihat putri di hadapannya, dengan yang
begitu dekat, Putra tidak berani untuk, menatapnya, hanya
sekali-kali dia melihat wajahnya.
Sambil berbisik putra berucap "Allahumma
sholi ala sayyidina muhammad, wa 'ala alihi sayyidina Muhammad" Melihat
sosok yg sangat dikagumi, dengan
memakai mukena sambil
menghafal. Perasaan
putra tidak karuan. Sangking
tidak tahan dia menatap putri , putra menundukkan.kepalanya.
"heemz,heemz,
saya lagi hapalan ngapa putra tidak melhat saya" tanya putri kebingungan.
Putra hanya tersenyum kecil Sambil berkata dalam hatinya "saya
menundukkan kepala bukan
berarti tidak menyimak, tapi saya tidak sanggup untuk memandang wajahmu."
Wajah wanita yang
sangat di kaguminya. Setelah
selesai kuliah, semua
pulang, tinggal lah putra, putri dan bebrapa teman. Kemudian putra pulang duluan. Pas
di depan gerbang kampus, karena kampus terletak di seberang jalan maka putra harus mengantri untuk menyeberang karena padatnya lalulintas kendaraan.. Saat putra mengantri, datang motor di sebelahnya. Ternyata putri, untuk menutupi kegugupannya, putra memberanikan diri menyapa putri.
"hati'-hati, jangan ngebut" kata
putra kepada putri.
Putri
membalasnya dengan senyuman..Kemudian
keduanya pulang, di tengah perjalanan putra terus terpikiran sama putri dan tidak terpercaya apa yang telah di alaminya hari ini..
Seminggu setelah kejadian itu, putra dan putri terpilh untuk mewakili klasnya dalam lomba ynag di adakan universitas
mereka. Maklum
putra dan putri termasuk mahasiswa yang lebih dari yang lainnya. Mereka ternyata berpasangan dalam perlombaan tersebut, singkat cerita tampil lah keduanya mereka
tampil pertama untuk mempersentasi kan karya mereka.
Seminggu setelah perlombaan ,saat pengumuman .
Daaaaan
jreng-jreng.
Ternyata dan ternyata.
Mereka tidak meraih juara,
walaupun tidak
meraih juara tapi mereka tetap bangga. Semua kegiatan
dan perkuliahan dilalui putra dengan semangat hari-hari putra mulai berwarna,
dan tak terasa perkuliahan Sudah berjalan hampir satu
tahun, itu berarti sudah satu tahun pula putra mengagumi putri.
Walau sudah satu
tahun tapi putra tetap menutupi perasaan kagumnya pada
putri.
Ketika
akhir-akhir perkuliahan smster, mereka di sibuk kn dengan tugas Matakuliah,
baik itu indvidu maupun scra klmpok.
Saat tugas
klompok trnyata putra satu klmpok dengan putri.
Putra pun
menjadi bersemangat.
Si putra yg
sudah lama mengagumi putri ,namun tidak sekali pun ia bercerita kepada
teman-teman terdekatny
Di hari terakhir
perkuliahan kelas putra mengadakan buka puasa bersama,
Saat buka puasa
bersama tidak ada yg berubah, masing-masing menikmati kebersamaan.
sehabis buka
bersama, ada teman putra yg brcerita kepadanya ,bhwa dia menyukai putri
si putra yg jga
suka kepada putri hanya trsenyum.
setelah putra
tahu bhwa ada temannya jg yg suka sm putri,mulai mencoba melupakn putri.
Dan sebisa
mungkin membantu temannya untk mendpatkn putri.
Karena bagi
putra lebih baik melupakn orang yg di kagumi dari pada harus kehilangan seorang
teman.
Dan kini rasa
kagumi putra kepada putri mulai.hilang
serta melupakn
semua nya.
Dan brharap
tidak lagi mengagumi seorang dlam waktu dekat, demi kosentrasi dalam kuliahnya
"Pengagum teman (part IV)
sinar mentari
menerangi kesunyian , pertanda subuh telah pergi,semua insan bersegera memulai
segala aktivitasnya masing-masing.
Begitupun dengan
putra , yang memulai aktivitas nya dngan semangat.
hari ini putra
merasa senang karena semua beban dalam pikiran sudah hilang.
seperti biasa
nya putra pagi-pagi persiapkan diri untuk pergi ke kampus
putra berangkat ke kampus bersama temannya, temannya yang
sudah menjadi seperti saudaranya sendiri, yang selalu setia menemani saat susah
maupun senang.
“jok ke kampus
hari ini jam berapa” tanya putra melalui telpon
“jam 7:30 jok ,
kita ke kampus “jawab teman putra
“ok, saya tunggu
di rumah yaa” ujar putra
“ya, nanti saya
jemput, oh ya kita ada tugas tidak besok, “tanya teman putra
“ada , nanti di
kampus saya kasih tahu” jawab putra dengan semangat
(yaa...memang
putra anak yang sederhana ,smangat dan terlihat sepert tidak mempunyai beban
dimata teman-temannya , tapi sebenarnya dia mempunyai beban dan masalah yang
sangat berat yang hanya segelintir orang yang mengetahuinya,baik itu masalah
keluarga ,dan lain sebagainya hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. tetapi putra tetap semangat dan mempunyai keyakinan
bahwa beban dan masalah yang dia hadapi sekarang bukanlah sebuah halangan
untuknya meraih kesuksesan melainkan sebuah motivasi bagi dirinya untuk terus
menggapai cita-citanya dan bisa membanggakan keluarga.)
“ok jok”kata
teman putra
Dan berangkatlah
putra bersama temannya,setibanya di kampus putra merasa was-was karena dia
merasa sudah telat datang ,
"bagaimana ini
sepertinya kita telat " ujar teman putra
"sabar
palingan kita telat 10 menit,masih bisa ikut kuliah" ujar putra.
setibanya di tempat parkiran , alangkah terkejutnya
putra dan temannya, ternyata masih banyak teman sekelas mereka yang masih ada
di parkiran.
Karena
penasaran maka bertanyalah putra kepada salah satu temannya.
“mengapa
masih disini ,belum masuk ya” tanya
putra
“iya
belum masuk, ibu dosen belum datang” jawab temannya
sekitar 5 menit
menunggu dosen, krinkk..krinkkk .. handphne putra berbunyi.ternyata dosen yang menelpon,
"hallo
ASSALAMUALAIKUM ya ibu , " kata putra,
"WAALAIKUMSALAM
WR WB , putra sekarang ada dimana" tanya Ibu dosen kepada putra.
“Saya ada di
kampus ibu, ada yang bisa saya bantu bu” jawab putra
“begini, saya
sekarang terjebak macet jadi putra mengkoordinir teman-teman untuk diskusi
karena ibu telat datangnya , bisa kan” kata ibu dosen.
“oh iya ibu
nanti saya akan beri tahu kepada teman-teman,
kalau ibu datangnya agak telat“ jawab putra.
“ok ,terima
kasih putra” kata ibu dosen ,
“iya ibu sama-sama” jawab putra.
(Yaa.. putra
memang mahasiswa yang biasa-biasa saja tetapi tidak jarang dia di tunjuk
sebagai asdos oleh beberapa dosen ,
apabila mereka telat datang untuk
mengajar.)
Setelah menerima
kabar tersebut putra langsung memberitahu pada teman-temannya dan mereka pun
masuk kelas untuk melanjutkan diskusi kelompok .
Setelah sekitar
10 menit berlalu diskusi yang di koordinir oleh putra yang cukup lumayan
berjalan lancar, datanglah dosen yang di tunggu-tunggu.
Perkuliahan pun
berjalan seperti biasanya.
(pada semester
ini memang fokus pada study nya , dia tidak mau lagi untuk mengurusi masalah
perasaan yang tidak ada manfaatnya.)
Di akhir
semester 2 ternyata putra mendapat ip yang cukup lumayan, yaa walaupun belum
mencapai target putra tetap bersyukur atas yang di dapatnya pada semester ini,
dan bekerja lebih giat lagi untuk mencapai hasil yang maksimal di semester
depan.
Pengagum Teman (part V)
Setelah semester
dua (2) selesai, maka libur panjang pun menanti
tapi tidak bagi putra .
Jika teman-teman putra banyak yang memanfaatkan
waktu libur untuk pulang kampung ,berlibur keluar kota dan lain sebagainya,putra
malahan manfaatkan waktu libur untuk mencari pekerjaan,walau rasa kangen terasa
amat kepada keluarga namun tetap tidak pulang kampung .
Hari-hari libur
putra lalui dengan bekerja, walau gaji yang didapat putra tidak seberapa namun putra tetap semangat demi
menggapai cita-cita, karena putra yakin masa depannya dia sendiri yang
menentukannya bukan orang lain,jika mau bekerja keras pasti kesuksesan akan di
dapat.
Selain mengisi
libur panjang dengan bekerja,putra juga mencoba menulis di koran-koran lokal,
selain menyalurkan hobi nya yang senang menulis,juga sebagai penghasilan
tambahan.Walau pada awalnya sulit tulisan putra di muat di koran ,namun putra
tetap semangat .
Dan langkah
putra pun menemui jalan terang untuk menulis, tak kala dia berkomukasi dengan
salah satu dosen yang sering menulis di koran.
setelah
memperkenalkan diri kepada dosen ( kebetulan beliau tidak pernah mengajar kelas
putra,karena beda fakultas) melalui sosmed,
“jika berminat
untuk menulis ,nanti saya yang menawarkan tulisan anda pada pihak media siapa
tahu bisa di muat” kata dosen
“ya pak terima
kasih ,atas bantuan “balas putra
Setelah mendapat
bantuan dosen tersebut ,putra pun mengisi hari-harinya dengan
menulis,mengutarakan pendapatnya mengenai peristiwa yang lagi hangatnya di
dalam masyarakat.
Tidak terasa
waktu libur panjang sudah selesai,perkuliahan pun segera dimulai, semester baru
semangat baru,dengan motivasi yang baru tentunya, tapi tidak dengan perasaan
yang sama.
Putra cs
menyambut perkuliahan dengan semangat, mereka semua asyik bercerita sambil
menunggu dosen datang.
(Putra yang
sekarang bukanlah putra yang dulu , jika pada semester-smester awal dia menyukai putri , sosok yang menjadi
motivasinya ,namun pada semester ini dia
benar-benar fokus akan masa depannya , serta berusaha untuk melupakan putri
walau sulit baginya ,dia tidak ingin kuliahnya terganggu, juga dia tidak ingin
kalau putri tahu bahwa dia menyukainya.)
Bercerita
mngenai kegiatan selama libur ,kelas putra memang terkenal akan ributnya, cewek
cowok sama saja hobi mengobrol saat di kelas,malahan ceweknya kalah sama cowok
kalau sudah mengobrol di kelas ,
Untuk membuka
komunikasi dengan putri ,putra memberanikan diri menyapanya dengan menanya
kabarnya serta nilai yang di dapat putri
“apa kabar put, berapa
ip semester ini” tanya putra
( walau putra sudah tahu nilai yang di dapat
putri) dengan gemetar ,, yyaaa walau putra sudah berusaha untuk melupakan putri
namun dia masih belum bisa bersikap biasa pada putri, bagi putra lebih baik dia
berbicara di depan orang banyak dari pada harus berbicara dengan orang yang dia
suka.
“ ALHAMDULILLAH
baik, ip saya lumayan 3,71 “ jawab putri
“kamu sendiri
apa kabar, pulang kampung apa libur kemaren,terus berapa ip mu” putri balik
bertanya
“ALHAMDULILLAH
ana bikhoir , tidak saya tidak pulang kampung, disini saja , hehehehehe besar
saya sedikit berarti saya 3,72 “ jawab putra
“waaww hebat
putra nilai kamu tinggi , kalau bisa semester depan di tingkatkan yaa” kata
putri sambil tersenyum.
Mendengar kata
yang keluar dari sosok putri , putra pun menjadi semangat
“Aminn, semoga
kita semua bisa mendapat nilai yang lebih baik dari semester sekarang” kata
putra dengan memandang wajah putri.
Setelah asyik mengobrol , dosen yang di tunggu
akhirnya datang perkuliahan pun dimulai.
Didalam kelas
dosen , hanya menjelaskan silabus perkuliahan karena hari ini hari pertama
kuliah , putra sekali-kali melihat ke arah putri,
Setelah
menjelaskan silabus, dosen pun membagi kelompok yang akan tampil.
************
sebagian teks , di simpan hanya penulis yang mengetahuinya****** ^-^
Hati putra pun,
kacau balau , perasaan senang, susah,bangga ,takut menjadi satu.
Pengagum teman
(part VI)
Setelah
pertengahan semester, aktivitas perkuliahan putra berjalan seperti biasa ,tidak
ada persoalan yang bergejolak, setiap hari mereka belajar,berdiskusi.namun pada
suatu hari , saat kelas putra melakukan diskusi, ada moment yang menegangkan
walaupun masih sebatas wajar.
Saat kelompok
putri menampilkan hasil diskusinya ,dan membuka sesi tanya jawab, ada salah
seorang yang mempermasahkan hasil dari kelompok putri, sebut saja namanya
juragan.
“Makalah yang
kelompok anda buat, tidak sesuai apa yang ada di pembahasan silabus,mengapa
bisa begitu, berarti kelompok anda tidak paham apa judul tema yang di berikan
pada kelompok anda” kata juragan
“terima kasih
pada anda, yang memberikan tanggapan dari hasil kelompok kami, kami rasa apa
yang kami bahas sudah sesuai dengan tema silabus, jadi mengapa anda mengatakan
hal demikian” balas putri
Putra yang
biasanya biasa-biasa saja saat diskusi,ketika mendengar perkataan yang keluar
dari mulut juragan, kepada kelompok putri, tidak terima dan mulai membalas apa
yang di katakan oleh juragan.
“Maaf, boleh
saya menanggapi dari pernyataan dia,”kata putra pada kelompok putri
“kepada saudara
putra, di persilakan untuk menanggapi” balas putri
“Terima kasih
moderator, eee maaf, anda yang
mengatakan bahwa apa yang di tampilkan oleh kelompok penyaji tidak sesuai,
memang benar tapi kurang tepat, yang mereka tampilkan sudah sesuai dengan
silabus namun pembahasan yang di tampilkan atau materinya masih kurang,harusnya di tambah dari berbagai
bidang” kata putra
“terima kasih
atas tanggapannya kalian semua, semoga kedepannya kelompok kami bisa tampil
lebih baik lagi”balas putri.
Setelah selesai
pada sesi pertama , maka dilanjutkan dengan sesi kedua.
Pada sesi kedua
ini giliran putra yang bertanya pada kelompok putri,
“Dari penyajian
kelompok anda, apa saja yang menjadi kendala dalam kehidupan kita terutama pada
generasi muda?” tanya putra.
Belum selesai
putra bertanya , ad teman putra yang menyerobot,
“maaf pertanyaan
anda, pertanyaan konyol, “kata teman putra
“ terima kasih
atas pernyataan anda mengenai pertanyaan saya, tapi maaf atas dasar apa anda mengatakan
hal tersebut, dan jika pertanyaan saya konyol, pertanyaan seperti apa yang
tidak konyol” kata putra
Semuanya
terdiam, suasana kelas menjadi hening sejenak, setelah dosen memberikan
penjelasan barulah diskusi berjalan normal kembali.
Setelah diskusi
selesai, semuanya pulang karena tidak ada lagi kuliah, Putra yang biasanya
berangkat pulang dengan temannya pada hari itu temannya tidak masuk kuliah,
maka putra memutuskan untuk naik angkutan umum.
Karena gedung
fakultas putra jauh dari jalan utama maka putra harus berjalan keluar terlebih
dahulu,di tengah perjalanan menuju keluar, tiba-tiba sepeda motor menghampiri
putra.
Ternyata motor
yang menghampiri putra adalah putri,kemudian putri menawarkan pada putra untuk
pulang bareng, putra hanya terdiam tidak mampu untuk mengatakan tidak atau pun
iya.
Setelah beberapa
menit berselang ,putra memutuskan untuk tetap berjalan karena dia merasa tidak
enak .
“Terima kasih
put,tapi maaf saya berjalan saja ,terima kasih atas tawarannya”kata putra
‘yakin tidak
mau,ya sudah saya duluan ya”balas putri
“ya put,hat-hati
di jalan “kata putra
Maka pergilah
putri meninggalkan putra,dan putra pun melanjutkan perjalanannya.
No comments:
Post a Comment