Monday, 6 February 2017

Silabus praktek peneltian sejarah

Silabus
Pratek penelitian sosial

1. Pengantar silabus
2 Metode sejarah
a. Pengertian  metode
b. Pengertian metode logi
c. Langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah
3. Teknik pemilihan topik dan tema serta tema-tema dalam penelitian sejarah
a. Sejarah sosial
b. Sejarah kota
c. Sejarah pedesaan
d. Sejarah perempuan
e. Sejarah mentalitas
f. Sejarah kebudayaan
g. Sejarah agama
h. Sejarah politik
i. Sejarah pemikiran
j. Biografi
4. Penjelasan mengenai jenis-jenis sumber sejarah  dan teknik pengumpulan sumber:
    a. Sumber  kepustakaan
. cara membuat kartu kutipan
. cara membuat kartu bibliografi
. cara membuat kartu abstraksi sumber
   b.  Sumber arsip dan lisan

5.Penjelasan mengenai metode kritik sumber, baik eksternal maupun internal

6. Teknik penulisan proposal, tulisan laporan penelitian footnote dan daftar pustaka
7. Proposal draft penelitian
      a. Tahapan penulisan draft proposal
8. UTS
9-10 , Penjelasan mengenai penggunaan kerangka konseptual dalam analisis

11-12. Pemantapan pemilihan topic-topik penelitian sejarah

13-14. Xxxxx mengetahui masalah pokok dalam penulisan sejarah Indonesia
------------------------------------------------------------------------------------------
15.  Kuliah penutup
16.   UAS

Fakta dalam Penulisan sejarah

Nama               : Rudi Hartono
Nim                 : I1A114005
Review Kapita Selekta
“Fakta dalam penulisn Sejarah Indonesia”
Oleh : Harsya W. Bachtiar
Judul artikel yang dibuat oleh bapak Harsya W. Bachtiar  mengenai Fakta sejarah sangat bagus, karena dalam penguraian yang di sampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Artikel yang berguna dalam penulisan sejarah, pak Harsya sendiri, menyajikan artikel ini, menggunakan pendekatan yang sesuai dan isu-isu yang mudah dipahami.
Dalam penulisan sejarah pada umunya serta khususnya di  Indonesia,  harus sesuai dengan fakta-fakta yang ada,  ketika melakukan penulisan tanpa menggunakan fakta, maka penulisan itu bukan dikatakan tulisan sejarah.penulisan mengenai fakta sejarah yang dilakukan para akademik dan sejarawan tentunya mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman, dalam penulisan fakta sejarah terdapat permasalahan, permasalahan yang dihadapi.
Adapun Permasalahan dalam penulisan fakta sejarah di Indonesia yakni .
1.      Penulisan fakta sejarah tentang masyarkat, hanya dalam wilayah atau daerah tertentu, misalnya penulisan sejarah masa kolonial , itu penulisan sejarah masyarakat di pulau jawa saja
2.      Penulisan fakta sejarah tentang kebudayaan yang terfokus kebudayaan jawa dan melayu
3.      Tidak ditentukan fakta  yang jadi sasaran dalam penulisan


Fakta dalam sejarah mempunyai arti, tidak hanya sebagai kenyataan saja, tetapi juga ke hal yang lebih luas, seorang ilmuwan mengemukakan bahwa fakta sejarah merupakan suatu pernyataan yang dapat di uji kebenarannya, secara empiric dan terkonseptual., Maka dari itu arti dari fakta sejarah itu sendiri  yaitu ketika suatu pernyatan atau tulisan mengenai sejarah mempunyai kerangka pikiran dan menggunakan teori ilmu sosial lainnya.
·         Peristiwa yang dibuat berdasarkan kerangka  pemikiran
Kerangka pemikiran dalam fakta sejarah merupakan sebuah upaya dalam memusatkan  perhatian guna menjelaskan sebab-akibat dari suatu peristiwa serta bagaimana perkembangan dari kesatuan sosial  dari  fakta sejarah  tersebut guna generalisasi  dan menganalisa  fakta  sejarah,  sehingga memperoleh perbandingan dari setiap fakta yang ada.  suatu peristiwa atau kejadian terjadi atau dibuat dengan menggunakan kerangka berpikir
·         Mengunakan teori ilmu sosial
Dalam menentukan sebuah fakta sejarah, diperlukan juga yang namanya ilmu sosial, teori ilmu sosial digunakan dalam mengkaji dari fakta sejarah masa lampau untuk kemudian menganalisa serta menggambarkan gejala –gejala sosial masa lampau, serta mengetahui hubungan antar faktor sejarah dan gejala yang terjadi,hanya saja, teori ilmu sosial ini hanya pendukung atau bahan tambahan dalam menentukan fakta sejarah.
Selain itu kegunaan Tulisan sejarah itu Dibuat juga menentukan bagaimana fakta sejarah itu terjadi, tujuan dari penulisan sejarah, kepentingan suatu peristiwa masalalu di buat, dipergunakan serta untuk siapa tulisan itu dibuat mempengaruhi dari fakta sejarah itu sendiri,

            Dari artikel yang dibahas di atas maka kita bisa mengambil pelajaran bahwa dalam penulisan sejarah, fakta sejarah sangat diperlukan, karena ketika melakukan penulisan sejarah tidak sesuai dengan fakta sejarah maka tulisan tersebut bukanlah tulisan sejarah, tulisan tersebut hanyalah sebatas tulisan agama, filsafat tulisan sastra yang bukan tulisan sejarah. Dalam penulisan fakta  sejarah Indonesia mempunyai permasalahan-permasalahan yang dihadapi mengenai masyarakat dan kebudayaan yang di tulis dalam tulisan sejarah Indonesia, serta tidak adanya sasaran dalam tulisan mengenai fakta sejarah.

Fakta dalam penulisan sejarah Indonesia, yang dikemukakan oleh pak  Harsya menjadi acuan bagi kita bahwa dalam menulis sejarah fakta sejarah merupakan hal yang paling utama untuk dikatakan tulisan tersebut tulisan sejarah. Hanya saja dalam artikel ini mempunyai kekurangan tersendiri seperti tidak disebutkan contoh tulisan mengenai fakta sejarah yang harus di pertanyakan.  Sehingga ini membuat kita, yang ingin tahu mana fakta sejarah yang dalam penulisannya di pertanyakan.

Saturday, 4 February 2017

Indonesia dan pedudukan jepang

Indonesia dan Pendudukan Jepang

Abstrak
Indonesia yang mempunyai letak geografis yang strategis serta mempunyai sumber daya alam yang melimpah, membuat wilayah Indonesia menjadi daerah jajahan, termasuk juga jepang  ini setelah terjadinya restoirasi meiji di jepang. Jepang muncul menjadi kekuatan barru di dunia, setelah menyerahnya Belanda pada jepang yang menduduki Indonesia, maka otomatis wilayah Indonesia jatuh ke jepang. Jepang melakukan kebijakan-kebijakan yang diperlu kan untuk membantu jepang diperang, sehingga membuat sosial-politik di atur secara detail guna membantu jepang, rakyat di paksa bekerja serta membantu jepang, dengan menjadi tentara jepang untuk menajdikan tentara maka jepang melakukan pendidikan militer kepada rakyat Indonesia dengan membaentuk semimiliter dan militer guna melatih rakyat Indonesia











Kata kunci : sosial politik Indonesia, pendidikan militer jepang




A.    Latar Belakang
       Setelah terjadinya Restorasi Meiji, pada tahun 1868 jepang menjadi Negara yang mempunyai kekuatan (power) yang bisa dikatakan setara dengan negara-negara barat.[1] Restoirasi di jepang menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Negara jepang, hal ini membuat jepang mempunyai kekuatan untuk mengimperium[2]  Negara lain khususnya di kawasan asia[3] pengaruh jepang di asia sampai kewilayah Indonesia, Indonesia yang sudah berabad – abad di kuasai oleh belanda akhirnya jatuh ke tangan jepang, setelah jepang melakukan serangan ke tarakan Balikpapan serta palembang[4] hingga belanda  menyerah pada jepang pada tahun 1942.
        Jatuhnya Indonesia ke tangan jepang, pada mulanya membawa angin segar bagi bangsa Indonesia, karena Indonesia terlepas dari kolonialisme yang dilakukan belanda terhadap Indonesia. kebijakan-kebijakan yang di buat belanda selama berabad-abad membuat rakyat Indonesia sangat menderita yang tidak hanya di bidang sosial, politik tetapi juga dalam hal ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang di buat oleh jepang di harapkan bisa membuat rakyat Indonesia terlepas dari kesengsaraan. Sebagai Negara sesama asia, jepang pandai mengambil dukungan dari rakyat Indonesia untuk mendukung jepang, Negara jepang menerapkan atau melakukan propaganda di Indonesia, setelah jepang berhasil mengusai Indonesia maka pengaruh Belanda tidak ada lagi.
       Jepang melakukan Kebijakan- kebijakan yang mempunyai pengaruh besar terhadap  rakyat Indonesia, kebijakan-kebijakan jepang tidak hanya dalam hal sosial dan politik tetapi juga dalam pendidikan militer.[5] Dari setiap kebijakan jepang inilah di lihat bagaimana kondisi sosial  politik masyarakat Indonesia serta bagaimana pendidikan militer yang dilakukan jepang di Indonesia. sistem pemerintahan yang beralih tangan dari belanda ke tangan jepang jelas berbeda, untuk itulah perlu dikaji bagaimana kebijakan-kebijakan yang diterapkan jepang di Indonesia mempunyai dampak bagi kehidupan masyarakat Indonesia,
                                                      
B.     Kondisi Sosial dan Politik Indonesia pada masa kedudukan Jepang
Setelah jepang melakukan restoirasi meiji, maka jepang mempunyai peran penting terhadap dunia, jepang muncul menjadi Negara yang kuat, di asia, dan menjadikan jepang terlibat dalam perang dunia, untuk memenuhi kebutuhan perang maka jepang melakukan perluasan kekuasaannya, terutama di Negara yang mempunyai geografis strategis, salah satunya adalah Indonesia,
Kedatangan bangsa jepang ke Indonesia memiliki tujuan utama yakni.
a.       Menjadikan Indonesia sebagai daerah penghasil dan penyuplai bahan mentah dan baker bagi kepentingan industry jepang
b.      Menjadikan Indonesia sebagai tempat pemasaran hasil industry jepang, karena jumlah penduduk Indonesia banyak
c.         Menjadikan Indonesia sebagai tempat mendapatkan tenaga buruh yang banyak dengan upah rendah[6]
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, jepang melakukan propaganda, propaganda yang dilaksanakan jepang yaitu :
·         Jepang adalah saudara tua bangsa-bangsa asia, dan berjanji membebaskan dari penisdasan dari bangsa barat.
·         Jepang memperkenalkan semboyan gerakan tiga A[7]
·         Jepang memperbolehkan pengibaran bendera merah putih bersama bendera jepang hinomaru
·         Rakyat Indonesia diperbolehkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya.
Dengan propaganda-propaganda tersebut maka kedatangan jepang ke Indonesia, bisa dterima dengan baik oleh rakyat Indonesia, namun setelah jepang berhasil menduduki Indonesia , kebijakan – kebijakan yang diterapkan oleh jepang membuat perubahan dalam hal sosial, ekonomi dan poitik.

1.      Kondisi social
Setelah belanda menyerah tanpa syarat kepada jepang pada tahun 1942 maka kekuasan jepang pun muncul di Indonesia[8], kondisi sosial masyarakat Indonesia lebih menderita jika di bandingkan pada masa penjajahan jepang kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah membuat rakyat Indonesia semakin menderita.kemiskinan, rakyat Indonesia, kesengsaraan yang di derita oleh rakyat Indonesia masa jepang parah dari pada masa belanda.
 Meski dalam hal sistem stratfikasi berbeda antara pada massa belanda dan jepang jika pada masa belanda, rakyat Indonesia berada paling bawah maka pada jepang sistem stratifiasi sosial pada masa jepang menempatkan golongan bumiputra di atas eropa, maupun orang timur kecuali jepang[9]. Hal ini disebabkan oleh Jepang ingin yang mengambil hati rakyat Indonesia untuk membantu mereka dalam perang Asia Timur Raya, pada kenyataannya rakyat Indonesia mengalami penderitaan lebih dari masa jepang.
Kebijakan –kebijakan jepang yang membuat kondisi rakyat Indonesia menderita yakni.[10]
·         Rakyat Indonesia dipaksa bekerja untuk jepang dengan tidak dibayar atau yang lebih di kenal dengan Romusha serta kinrohoshi atau latihan kerja paksa[11]
·         Jepang mengekploitasi ekonomi serta memonopoli semua pabrik-pabrik gula yang kemudian dikelola oleh pihak jepang.
·         Rakyat Indonesia diharuskan menyetor hasil perkebunan

Dari kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh jepang ini, membuat kondisi sosial  rakyat Indonesia sangat menderita.

2.      Kondisi politik
Dalam hal politik langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah jepang adalah dengan melarang semua rapat serta kegiatan yang bersifat politik.[12]. Selain melakukan pelarangan berkumpul dan melakukan kegiatan politi, pemerintah jepang melakukan gerakan tiga A, yang digunakan untuk merekrut dan mengerahkan tenaga rakyat guna perang asia timur raya.
Dalam mengatur wilayah jajahan, jepang membagi wilayah pemerintahan Indonesia menjadi dalam tiga wilayah, yakni
·         Pertama untuk wilayah Sumatra dengan pusat pemerintahan di bukit tinggi  di bawah naungan pemerintahan militer angkatan darat ke-25
·         Kedua, wilayah jawa dan Madura dengan wilayah pusat pemerintahan di Jakarta di bawah pemerintahan militer angkatan ke-16
·         Ketiga, wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar di bawah pemerintahan militer angkatan laut II (Armada selatan kedua)
Adapun pimpinan pusat tetap dipimpin jepang, yakni
1.      Gushireikan ; panglima tertinggi
2.      Gunseikan    : kepala pemerintahan militer

Dan menurut undang-undang no.27 tahun 1942 wilayah pemerintahan di daerah di pulau jawa dan Madura kecuali Surakarta dan yogjakarta di bagi atas enam wilayah pemerintahan yakni,
1)      Syu (keresidenan) di pimpin oleh seorang Syuco
2)      Syi (kotapraja ) dipimpin oleh seorang syico
3)      Ken (kabupaten) dipimpin oleh seorang kenco
4)      Gun (kawedenan dan distrik) dipimpin oleh seorang gunco
5)      Son (kecamatan ) dipimpin oleh seorang sonco
6)      Ku (kelurahan dan desa) dipimpin oleh kunco


C.                 Pendidikan Militer
Untuk memenuhi angkatan perang asia timur, maka jepang melakukan pendidikan militer kepada rakyat Indonesia dengan membentuk organisasi-organisasi baik yang bersifat semi militer maupun yang militer,
1.      Semi militer diantaranya

1. SEINENDAN
Seinendan (Korps Pemuda) adalah organisasi yang dibentuk Jepang dengan beranggotakan para pemuda berusia 14-22 tahun. Seinendan didirikan tepatnya pada tanggal 29 April 1943 dengan beranggotakan sekiranya 3500 orang pemuda dari seluruh Jawa[13]. Dengan tujuan untuk mendidik dan mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri akan tetapi ini hanya propaganda jepang, tujuannya hanya untuk memperkuat tentara jepang dalam perang asia timur raya. Agar lebih efektif dan efisien, pengkoordinasian Seinendan diserahkan kepada penguasa setempat. Misalnya di daerah tingkat syu, diketuai syucokan. Begitu juga di daerah ken, ketuanya kenco dan seterusnya.

2. KEIBODAN
Keibodan (Korps Kewaspadaan) adalah organisasi semimiliter yang anggotanya adalah pemuda berusia antara 25 sampai 35 tahun. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 29 April 1943 dengan tujuan untuk membantu Polisi Jepang pada masa penjajahan di Indonesia.

3. FUJINKAI
Fujinkai (Perkumpulan Wanita) adalah organisasi semi militer Jepang yang beranggotakan para wanita, dibentuk pada bulan Agustus 1943. Pembentukan organisasi ini di prakarsai oleh para istri pegawai daerah dan diketuai oleh isteri-istri kepala daerah tersebut.

4. SUISHINTAI
Suishintai adalah barisan pelopor, yang di bentuk pada tanggal 1 november 1944 Suishintai dilantih untuk menggerakkan massa, memperkuat pertahanan dan hal lain yang intinya untuk kesejahteraan rakyat.

5. KAIKYO SEINEN TEISHINTI (HIZBULLAH)
Hizbullah (Tentara Allah) adalah organisasi semimiliter yang dibentuk Jepang dengan beranggotakan para sukarelawan khusus pemuda Islam.
Latar belakang dibentuknya Hizbullah
Akibat peperangan Asia Timur Raya, Jepang semakin terdesak dan mengalami kesulitan karena banyak mengalami kekalahan. Keadaan tersebut memicu Jepang untuk menambah kekuatan dengan merencanakan pembentukan pasukan cadangan sebanyak 40.000 orang (terdiri dari para pemuda Islam).

Rencana Jepang tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat dan segera disambut positif dari tokoh-tokoh Masyumi, pemuda Islam Indonesia dan pihak lain

6. GOKUKUTAI
Gokukutai (Barisan Pelajar) adalah organisasi yang mengikutsertakan pelajar untuk berperang karena desakan militer akibat peperangan.

2.      Militer di antaranya

1. HEIHO
Heiho (Pasukan Pembantu Prajurit Jepang) adalah organisasi yang beranggotakan prajurit Indonesia untuk melaksanakan pertahanan militer, baik di Angkatan Darat maupun di Angkatan Laut. Heiho dibentuk berdasarkan instruksi bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kerajaan jepang pada tanggal 2 September 1942 yang kemudian pada bulan April 1945 menjadi cikal bakal organisasi ini. Tujuan didirikannya Heiho yakni sebagai pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari tentara Jepang.[14]
 Adapun kegiatannya yaitu :
·         Membangun pertahanan.
·         Menjaga kamp pertahanan.
·         Membantu tentara Jepang dalam peperangan.
Organisasi ini memang dikhususkan untuk bidang kemiliteran sehingga jauh lebih terlatih dibanding organisasi-organisasi lainnya. Heiho juga memanfaatkan pasukannya sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan,



Untuk menjadi anggota Heiho tidaklah mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain yaitu :

1)      Berusia antara 18 sampai 25 tahun.
2)      Berbadan sehat baik jasmani maupun rohani.
3)      Berkelakuan dan berkepribadian baik.
4)      Berpendidikan minimal sekolah dasar.
Jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 orang (sejak berdiri hingga akhir masa pendudukan Jepang). Dari total tersebut, 25.000 orang diantaranya adalah penduduk dari Jawa. Namun begitu, tidak ada seorang pun yang berpangkat pejabat (perwira), karena pangkat pejabat hanya untuk orang-orang Jepang saja.

2. PETA
PETA (Pembela Tanah Air) adalah organisasi militer yang dibentuk Jepang dengan tujuan menambah kesatuan tentara guna memperkuat organisasi sebelumnya, yaitu Heiho. Walaupun Jepang semakin terdesak karena perang melawan Sekutu, Jepang tetap berusaha mempertahankan Indonesia dari serangan sekutu. Karena Heiho dipandang belum memadai, maka dibentuklah suatu organisasi militer yang dinamai PETA (Pembela Tanah Air).
PETA didirikan secara resmi pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usulan dari Gatot Mangkupraja kepada Letnan Jenderal Kumakici Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16). Pembentukan PETA ini didasarkan pada peraturan pemerintah Jepang yang disebut dengan Osamu Seinendan nomor 44.[15]
Anggota PETAbanyak pemuda-pemuda yang tergabung dalam Seinendan mendaftarkan diri menjadi anggota PETA. Anggota PETA yang bergabung berasal dari berbagai elemen masyarakat. Karena kedudukannya yang bebas (fleksibel) dalam struktur organisasi Jepang, PETA diperbolehkan untuk melakukan perpangkatan sehingga ada orang Indonesia yang menjadi seorang perwira.
Hal ini menyebabkan masyarakat tertarik pada organisasi ini dan kemudian bergabung menjadi anggota PETA. Hingga akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah anggota PETA berkisar 37.000 orang di Jawa dan 20.000 orang di Sumatera. Di Sumatera, organisasi ini lebih dikenal dengan Giyugun (prajurit sukarela).

Adapun tokoh-tokoh PETA yang terkenal dan membawa pengaruh besar diantaranya yaitu, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Supriyadi dan Jenderal Ahmad Yani.


















Kesimpulan

Kedatangan jepang ke Indonesia, pada mulanya sangat disambut oleh rakyat, Indonesia dengan propaganda yang dilakukan jepang. Kedatangan jepang ke Indonesia membuat Indonesia terlepas dari jajahan belanda, namun setelah jepang menduduki Indonesia, sistem kebijakan yang diterapkan jepang berbeda dengan kebijakan yang dilaksanjakan pada masa belanda, jepang melakukan kerja paksa yang membuat sosial rakyat Indonesia semakin menderita, rakyat di perkerjakan di pabrik, membangun jalan, guna untuk kepentingan jepang.
Tidak hanya dalam sosial, politik atau pemerintahan Indonesia pun di ambil ahli dengan membagi wilayah pemerintahan Indonesia menajdi tiga wilayah, setiap daerah dipimpin berdasarkan peraturan jepang, setiap gerakan yang berbau politik di buabarkan, serta rakyat Indonesia dituntut melakukan pelatihan militer bahkan di wajibkan organisasi militer bentukan jepang untuk memenuhi kebetuhan perang asia timur jepang.














Daftar Pustaka :

Aizid, Rizem, 2014. Menguak kontroversi-kontroversi Sejarah Indonesia. Jakarta : Saufa.
Nordholt, Henk Schulte, dkk, 2008. Perspektif baru penlisan Sejarah Indonesia,  Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Sudirman, Adi, 2014. Sejarah lengkap Indonesia ; dari era klasik hingga terkini. Jogyakarta : Diva press.
Sub, bidang Restorasi Arsip Nasional RI,  1983 Lembaran Berita sejarah Indonesia,  Jakarta : ANRI.
Muhammad Husni. Jurnal Kondisi Islam Masa penjajahan Jepang, Fakl Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar.
http://journal.ui.ac.id/index.php/wacana/article/viewFile/3854/3061 (di akses pada 31 januari 2017 pukul 19 : 17 wib)
http://www.boombastis.com/negara-boneka-jepang/60328 (di akses pada 1 februari 2017 pukul 16 : 30)
http://museumpendidikannasional.upi.edu/index.php/pendidikan-masa-pendudukan-jepang (di akses pada 1 februari 2017 pukul 20 ;00)




[1] Sedjrah Asia
[2] Imperium adalah keingianan sebuah pemerintahan atau Negara untuk menguasai Negara lain.
[3] Manchuria pada tahun 1932 merupakan wilayah pertama yang di kuasai jepang, yang terletak di wilayah tiongkok
[4] Adi Sudirman, 2014. Sejarah lengkap Indonesia ; dari era klasik hingga terkini, Diva press.Jogkarta. hal.280.
[5] Jepang melakukan pendidikan militer untuk memenuhi tuntutan perang sebagai tentara jepang.
[6] Ibid.hal.284.
[7] Gerakan tiga A artinya Jepang pemimpin asia, jepang pelindung Asia, dan jepang  cahaya asia.
[8] Ibid, Hal.281
[9] http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI
[10] Ibid , Hal 287.
[11] Jepang membutuhkan bantuan tenaga untuk membangun sarana perang,  untuk pertahanan, membangun jalan raya, rel kereta api, jembatan lapangan udara untuk itulah jepang melakukan kerja romusha dan kinrohoshi.
[12] Pada tanggal 20 Maret 1942, dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua organisasi politik dan  semua bentuk perkumpulan dan pada  l 8 September 1942 dikeluarkan UU no. 2 Jepang mengendalikan seluruh organisasi nasional.
[13] Ibid hal. 288.
[14] Op.cit
[15] Ibid. hal288

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...