Indonesia dan Pendudukan Jepang
Abstrak
Indonesia yang mempunyai letak geografis yang strategis serta mempunyai
sumber daya alam yang melimpah, membuat wilayah Indonesia menjadi daerah
jajahan, termasuk juga jepang ini
setelah terjadinya restoirasi meiji di jepang. Jepang muncul menjadi kekuatan
barru di dunia, setelah menyerahnya Belanda pada jepang yang menduduki
Indonesia, maka otomatis wilayah Indonesia jatuh ke jepang. Jepang melakukan
kebijakan-kebijakan yang diperlu kan untuk membantu jepang diperang, sehingga
membuat sosial-politik di atur secara detail guna membantu jepang, rakyat di
paksa bekerja serta membantu jepang, dengan menjadi tentara jepang untuk
menajdikan tentara maka jepang melakukan pendidikan militer kepada rakyat
Indonesia dengan membaentuk semimiliter dan militer guna melatih rakyat
Indonesia
Kata kunci :
sosial politik Indonesia, pendidikan militer jepang
A.
Latar Belakang
Setelah terjadinya Restorasi Meiji, pada
tahun 1868 jepang menjadi Negara yang mempunyai kekuatan (power) yang bisa
dikatakan setara dengan negara-negara barat.[1] Restoirasi
di jepang menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial
Negara jepang, hal ini membuat jepang mempunyai kekuatan untuk mengimperium[2] Negara lain khususnya di kawasan asia[3]
pengaruh jepang di asia sampai kewilayah Indonesia, Indonesia yang sudah
berabad – abad di kuasai oleh belanda akhirnya jatuh ke tangan jepang, setelah
jepang melakukan serangan ke tarakan Balikpapan serta palembang[4]
hingga belanda menyerah pada jepang pada
tahun 1942.
Jatuhnya
Indonesia ke tangan jepang, pada mulanya membawa angin segar bagi bangsa
Indonesia, karena Indonesia terlepas dari kolonialisme yang dilakukan belanda
terhadap Indonesia. kebijakan-kebijakan yang di buat belanda selama
berabad-abad membuat rakyat Indonesia sangat menderita yang tidak hanya di
bidang sosial, politik tetapi juga dalam hal ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang
di buat oleh jepang di harapkan bisa membuat rakyat Indonesia terlepas dari
kesengsaraan. Sebagai Negara sesama asia, jepang pandai mengambil dukungan dari
rakyat Indonesia untuk mendukung jepang, Negara jepang menerapkan atau
melakukan propaganda di Indonesia, setelah jepang berhasil mengusai Indonesia
maka pengaruh Belanda tidak ada lagi.
Jepang melakukan Kebijakan- kebijakan
yang mempunyai pengaruh besar terhadap rakyat Indonesia, kebijakan-kebijakan jepang
tidak hanya dalam hal sosial dan politik tetapi juga dalam pendidikan militer.[5]
Dari setiap kebijakan jepang inilah di lihat bagaimana kondisi sosial politik masyarakat Indonesia serta bagaimana
pendidikan militer yang dilakukan jepang di Indonesia. sistem pemerintahan yang
beralih tangan dari belanda ke tangan jepang jelas berbeda, untuk itulah perlu
dikaji bagaimana kebijakan-kebijakan yang diterapkan jepang di Indonesia
mempunyai dampak bagi kehidupan masyarakat Indonesia,
B. Kondisi Sosial dan Politik Indonesia
pada masa kedudukan Jepang
Setelah jepang melakukan restoirasi meiji, maka jepang mempunyai peran
penting terhadap dunia, jepang muncul menjadi Negara yang kuat, di asia, dan
menjadikan jepang terlibat dalam perang dunia, untuk memenuhi kebutuhan perang
maka jepang melakukan perluasan kekuasaannya, terutama di Negara yang mempunyai
geografis strategis, salah satunya adalah Indonesia,
Kedatangan
bangsa jepang ke Indonesia memiliki tujuan utama yakni.
a. Menjadikan
Indonesia sebagai daerah penghasil dan penyuplai bahan mentah dan baker bagi
kepentingan industry jepang
b. Menjadikan
Indonesia sebagai tempat pemasaran hasil industry jepang, karena jumlah
penduduk Indonesia banyak
Untuk mewujudkan
tujuan tersebut, jepang melakukan propaganda, propaganda yang dilaksanakan
jepang yaitu :
·
Jepang adalah saudara tua bangsa-bangsa asia,
dan berjanji membebaskan dari penisdasan dari bangsa barat.
·
Jepang memperbolehkan pengibaran bendera merah
putih bersama bendera jepang hinomaru
·
Rakyat Indonesia diperbolehkan menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia raya.
Dengan
propaganda-propaganda tersebut maka kedatangan jepang ke Indonesia, bisa
dterima dengan baik oleh rakyat Indonesia, namun setelah jepang berhasil
menduduki Indonesia , kebijakan – kebijakan yang diterapkan oleh jepang membuat
perubahan dalam hal sosial, ekonomi dan poitik.
1. Kondisi
social
Setelah belanda menyerah tanpa syarat kepada jepang pada tahun 1942 maka
kekuasan jepang pun muncul di Indonesia[8],
kondisi sosial masyarakat Indonesia lebih menderita jika di bandingkan pada
masa penjajahan jepang kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah membuat
rakyat Indonesia semakin menderita.kemiskinan, rakyat Indonesia, kesengsaraan
yang di derita oleh rakyat Indonesia masa jepang parah dari pada masa belanda.
Meski dalam hal sistem stratfikasi
berbeda antara pada massa belanda dan jepang jika pada masa belanda, rakyat
Indonesia berada paling bawah maka pada jepang sistem stratifiasi sosial pada masa
jepang menempatkan golongan bumiputra di atas eropa, maupun orang timur kecuali
jepang[9]. Hal ini disebabkan oleh Jepang ingin
yang mengambil hati rakyat Indonesia untuk membantu mereka dalam perang Asia
Timur Raya, pada kenyataannya rakyat Indonesia mengalami penderitaan lebih dari
masa jepang.
Kebijakan –kebijakan jepang yang membuat kondisi rakyat Indonesia
menderita yakni.[10]
·
Rakyat Indonesia dipaksa bekerja untuk jepang
dengan tidak dibayar atau yang lebih di kenal dengan Romusha serta kinrohoshi
atau latihan kerja paksa[11]
·
Jepang mengekploitasi ekonomi serta memonopoli
semua pabrik-pabrik gula yang kemudian dikelola oleh pihak jepang.
·
Rakyat Indonesia diharuskan menyetor hasil
perkebunan
Dari
kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh jepang ini, membuat kondisi sosial rakyat Indonesia sangat menderita.
2.
Kondisi politik
Dalam hal politik langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah jepang
adalah dengan melarang semua rapat serta kegiatan yang bersifat politik.[12].
Selain melakukan pelarangan berkumpul dan melakukan kegiatan politi, pemerintah
jepang melakukan gerakan tiga A, yang digunakan untuk merekrut dan mengerahkan
tenaga rakyat guna perang asia timur raya.
Dalam mengatur
wilayah jajahan, jepang membagi wilayah pemerintahan Indonesia menjadi dalam
tiga wilayah, yakni
·
Pertama untuk wilayah Sumatra dengan pusat
pemerintahan di bukit tinggi di bawah
naungan pemerintahan militer angkatan darat ke-25
·
Kedua, wilayah jawa dan Madura dengan wilayah
pusat pemerintahan di Jakarta di bawah pemerintahan militer angkatan ke-16
·
Ketiga, wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku
dengan pusat pemerintahan di Makassar di bawah pemerintahan militer angkatan
laut II (Armada selatan kedua)
Adapun pimpinan pusat tetap dipimpin
jepang, yakni
1.
Gushireikan ; panglima tertinggi
2.
Gunseikan :
kepala pemerintahan militer
Dan menurut undang-undang no.27 tahun 1942 wilayah pemerintahan di daerah
di pulau jawa dan Madura kecuali Surakarta dan yogjakarta di bagi atas enam
wilayah pemerintahan yakni,
1)
Syu (keresidenan) di pimpin oleh seorang Syuco
2)
Syi (kotapraja ) dipimpin oleh seorang syico
3)
Ken (kabupaten) dipimpin oleh seorang kenco
4)
Gun (kawedenan dan distrik) dipimpin oleh seorang gunco
5)
Son (kecamatan ) dipimpin oleh seorang sonco
6)
Ku (kelurahan dan desa) dipimpin oleh kunco
C.
Pendidikan
Militer
Untuk memenuhi angkatan perang asia timur, maka jepang melakukan
pendidikan militer kepada rakyat Indonesia dengan membentuk
organisasi-organisasi baik yang bersifat semi militer maupun yang militer,
1.
Semi militer diantaranya
1. SEINENDAN
Seinendan (Korps Pemuda) adalah organisasi yang dibentuk Jepang dengan
beranggotakan para pemuda berusia 14-22 tahun. Seinendan didirikan tepatnya
pada tanggal 29 April 1943 dengan beranggotakan sekiranya 3500 orang pemuda
dari seluruh Jawa[13].
Dengan tujuan untuk mendidik dan mendidik dan melatih para pemuda agar dapat
menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri akan tetapi ini
hanya propaganda jepang, tujuannya hanya untuk memperkuat tentara jepang dalam
perang asia timur raya. Agar lebih efektif dan efisien, pengkoordinasian
Seinendan diserahkan kepada penguasa setempat. Misalnya di daerah tingkat syu,
diketuai syucokan. Begitu juga di daerah ken, ketuanya kenco dan seterusnya.
2. KEIBODAN
Keibodan (Korps Kewaspadaan) adalah organisasi semimiliter yang
anggotanya adalah pemuda berusia antara 25 sampai 35 tahun. Organisasi ini
dibentuk pada tanggal 29 April 1943 dengan tujuan untuk membantu Polisi Jepang
pada masa penjajahan di Indonesia.
3. FUJINKAI
Fujinkai (Perkumpulan Wanita) adalah organisasi semi militer Jepang yang
beranggotakan para wanita, dibentuk pada bulan Agustus 1943. Pembentukan
organisasi ini di prakarsai oleh para istri pegawai daerah dan diketuai oleh
isteri-istri kepala daerah tersebut.
4. SUISHINTAI
Suishintai adalah barisan pelopor, yang di bentuk pada tanggal 1 november
1944 Suishintai dilantih untuk menggerakkan massa, memperkuat pertahanan dan
hal lain yang intinya untuk kesejahteraan rakyat.
5. KAIKYO SEINEN
TEISHINTI (HIZBULLAH)
Hizbullah (Tentara Allah) adalah organisasi semimiliter yang dibentuk
Jepang dengan beranggotakan para sukarelawan khusus pemuda Islam.
Latar belakang
dibentuknya Hizbullah
Akibat
peperangan Asia Timur Raya, Jepang semakin terdesak dan mengalami kesulitan
karena banyak mengalami kekalahan. Keadaan tersebut memicu Jepang untuk
menambah kekuatan dengan merencanakan pembentukan pasukan cadangan sebanyak
40.000 orang (terdiri dari para pemuda Islam).
Rencana Jepang
tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat dan segera disambut positif dari
tokoh-tokoh Masyumi, pemuda Islam Indonesia dan pihak lain
6. GOKUKUTAI
Gokukutai (Barisan Pelajar) adalah organisasi yang mengikutsertakan
pelajar untuk berperang karena desakan militer akibat peperangan.
2.
Militer di antaranya
1. HEIHO
Heiho (Pasukan Pembantu Prajurit Jepang) adalah organisasi yang
beranggotakan prajurit Indonesia untuk melaksanakan pertahanan militer, baik di
Angkatan Darat maupun di Angkatan Laut. Heiho dibentuk berdasarkan instruksi
bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kerajaan jepang pada tanggal 2
September 1942 yang kemudian pada bulan April 1945 menjadi cikal bakal
organisasi ini. Tujuan didirikannya Heiho yakni sebagai pembantu kesatuan
angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari tentara Jepang.[14]
Adapun kegiatannya yaitu :
·
Membangun pertahanan.
·
Menjaga kamp pertahanan.
·
Membantu tentara Jepang dalam peperangan.
Organisasi ini
memang dikhususkan untuk bidang kemiliteran sehingga jauh lebih terlatih
dibanding organisasi-organisasi lainnya. Heiho juga memanfaatkan pasukannya
sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan,
Untuk menjadi anggota Heiho tidaklah mudah, ada beberapa syarat yang
harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain yaitu :
1)
Berusia antara 18 sampai 25 tahun.
2)
Berbadan sehat baik jasmani maupun rohani.
3)
Berkelakuan dan berkepribadian baik.
4)
Berpendidikan minimal sekolah dasar.
Jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 orang (sejak berdiri hingga
akhir masa pendudukan Jepang). Dari total tersebut, 25.000 orang diantaranya
adalah penduduk dari Jawa. Namun begitu, tidak ada seorang pun yang berpangkat
pejabat (perwira), karena pangkat pejabat hanya untuk orang-orang Jepang saja.
2. PETA
PETA (Pembela Tanah Air) adalah organisasi militer yang dibentuk Jepang
dengan tujuan menambah kesatuan tentara guna memperkuat organisasi sebelumnya,
yaitu Heiho. Walaupun Jepang semakin terdesak karena perang melawan Sekutu,
Jepang tetap berusaha mempertahankan Indonesia dari serangan sekutu. Karena
Heiho dipandang belum memadai, maka dibentuklah suatu organisasi militer yang
dinamai PETA (Pembela Tanah Air).
PETA didirikan secara resmi pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usulan dari
Gatot Mangkupraja kepada Letnan Jenderal Kumakici Harada (Panglima Tentara
Jepang ke-16). Pembentukan PETA ini didasarkan pada peraturan pemerintah Jepang
yang disebut dengan Osamu Seinendan nomor 44.[15]
Anggota PETAbanyak
pemuda-pemuda yang tergabung dalam Seinendan mendaftarkan diri menjadi anggota
PETA. Anggota PETA yang bergabung berasal dari berbagai elemen masyarakat. Karena
kedudukannya yang bebas (fleksibel) dalam struktur organisasi Jepang, PETA
diperbolehkan untuk melakukan perpangkatan sehingga ada orang Indonesia yang
menjadi seorang perwira.
Hal ini menyebabkan masyarakat tertarik pada organisasi ini dan kemudian
bergabung menjadi anggota PETA. Hingga akhir masa pendudukan Jepang di
Indonesia, jumlah anggota PETA berkisar 37.000 orang di Jawa dan 20.000 orang
di Sumatera. Di Sumatera, organisasi ini lebih dikenal dengan Giyugun (prajurit
sukarela).
Adapun
tokoh-tokoh PETA yang terkenal dan membawa pengaruh besar diantaranya yaitu,
Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Supriyadi dan Jenderal Ahmad Yani.
Kesimpulan
Kedatangan jepang ke Indonesia, pada mulanya sangat disambut oleh rakyat,
Indonesia dengan propaganda yang dilakukan jepang. Kedatangan jepang ke
Indonesia membuat Indonesia terlepas dari jajahan belanda, namun setelah jepang
menduduki Indonesia, sistem kebijakan yang diterapkan jepang berbeda dengan
kebijakan yang dilaksanjakan pada masa belanda, jepang melakukan kerja paksa yang
membuat sosial rakyat Indonesia semakin menderita, rakyat di perkerjakan di
pabrik, membangun jalan, guna untuk kepentingan jepang.
Tidak hanya dalam sosial, politik atau pemerintahan Indonesia pun di
ambil ahli dengan membagi wilayah pemerintahan Indonesia menajdi tiga wilayah,
setiap daerah dipimpin berdasarkan peraturan jepang, setiap gerakan yang berbau
politik di buabarkan, serta rakyat Indonesia dituntut melakukan pelatihan
militer bahkan di wajibkan organisasi militer bentukan jepang untuk memenuhi
kebetuhan perang asia timur jepang.
Daftar
Pustaka :
Aizid, Rizem, 2014. Menguak kontroversi-kontroversi
Sejarah Indonesia. Jakarta : Saufa.
Nordholt, Henk Schulte, dkk, 2008. Perspektif baru
penlisan Sejarah Indonesia, Jakarta :
Yayasan Obor Indonesia.
Sudirman, Adi, 2014. Sejarah lengkap Indonesia ; dari
era klasik hingga terkini. Jogyakarta : Diva press.
Sub, bidang Restorasi Arsip Nasional RI, 1983 Lembaran Berita sejarah Indonesia, Jakarta : ANRI.
Muhammad Husni. Jurnal Kondisi Islam Masa penjajahan
Jepang, Fakl Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar.
http://journal.ui.ac.id/index.php/wacana/article/viewFile/3854/3061
(di akses pada 31 januari 2017 pukul 19 : 17 wib)
http://www.boombastis.com/negara-boneka-jepang/60328
(di akses pada 1 februari 2017 pukul 16 : 30)
http://museumpendidikannasional.upi.edu/index.php/pendidikan-masa-pendudukan-jepang
(di akses pada 1 februari 2017 pukul 20 ;00)
[1] Sedjrah
Asia
[2] Imperium
adalah keingianan sebuah pemerintahan atau Negara untuk menguasai Negara lain.
[3] Manchuria
pada tahun 1932 merupakan wilayah pertama yang di kuasai jepang, yang terletak
di wilayah tiongkok
[4]
Adi Sudirman, 2014. Sejarah lengkap Indonesia ; dari era klasik hingga terkini,
Diva press.Jogkarta. hal.280.
[5] Jepang
melakukan pendidikan militer untuk memenuhi tuntutan perang sebagai tentara
jepang.
[6] Ibid.hal.284.
[7] Gerakan
tiga A artinya Jepang pemimpin asia, jepang pelindung Asia, dan jepang cahaya asia.
[8] Ibid, Hal.281
[9] http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI
[10] Ibid ,
Hal 287.
[11]
Jepang membutuhkan bantuan tenaga untuk membangun sarana perang, untuk pertahanan, membangun jalan raya, rel
kereta api, jembatan lapangan udara untuk itulah jepang melakukan kerja romusha
dan kinrohoshi.
[12]
Pada tanggal 20 Maret 1942, dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua
organisasi politik dan semua bentuk
perkumpulan dan pada l 8 September 1942 dikeluarkan
UU no. 2 Jepang mengendalikan seluruh organisasi nasional.
[13] Ibid hal. 288.
[14] Op.cit
[15] Ibid.
hal288

No comments:
Post a Comment