A. Peristiwa penting sebelum terjadinya
proklamasi kemerdekaan
1.
Kekalahan jepang
Pada
tahun 1942 Indonesia berada di bawah
penjajahan jepang, setelah merebut wilayah Indonesia dari belanda hingga sampai
tahun 1945. Namun pada setelah jepang menduduki Indonesia, jepang terlibat
dalam perang dunia ke II. Meski pada awalnya jepang mempunyai kekuatan dalam
hal persenjataan, dan mampu mengusai wilayah-wilayah jajahan inggris , Belanda,
dan berhasil menghancurkan pelabuhan Pearl Harbour milik Amerika.[1] Dalam perkembangannya, setelah jepang
berhasil mengusai wilayah yang menjadi jajahan inggris, belanda, dan menyerang
Amerika, mengalami kesulitan.
Jepang
mengalami kesulitan, terutama setelah Amerika menarik menarik pasukannya di eropa,
pada bulan mei 1942, serangan jepang terhadap Australia dapat
dihentikan,karena tentara jepang
mengalami kekalahan dalam pertempuran laut koral(karang), dan serang jepang di hawai juga dapat dikalahkan oleh
tentara Amerika dalam pertempuran di Midway pada bulan juni 1942.[2]
Setelah itu jepang terus mengalami kekalahan perang terlebih setelah perang
Asia timur raya, dan yang paling utama
ialah setelah Amerika Serikat menjatuhkan Bom Atom di kota Hiroshima pada
tanggal 6 agustus 1945 dan di Nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945.[3]
Akibat dari peristiwa ini maka jepang yang pada waktu itu di pimpin oleh kaisar
Hirohito menyerah pada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Dengan kekalahan
jepang dari sekutu maka hal ini di manfaatkan oleh bangsa Indonesia ntuk
mengproklamasikan kemerdekaan.
2. Persiapan
Kemerdekaan Indonesia
Setelah
jepang terus mengalami kekalahan maka jepang mulai menarik simpati masyarakat
Indonesia, dengan cara memberikan janji kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dengan
syarat bangsa Indonesia membantu jepang menghadapi sekutu, untuk mengawalinya
jepang membentuk BPUPKI. Kemudian BPUPKI mengalami perubahan menjadi PPKI,
dengan anggotanya terdiri dari Ir.soekarno sebagai ketua, Mohammad hatta
sebagai wakil, pengumuman pengurus PPKI ini pada tanggal 7 Agustus 1945 yang
menjadi sidang pertama PPKI.[4]
Pada
tanggal 15 agustus 1945, setelah jepang menyerah pada sekutu maka pemerintah
jepang tidak dapat lagi meneruskan janjinya atau meneruskan mengenai
kemerdekaan Indonesia, menyerahnya jepang kepada sekutu ini sampai ke Indonesia
salah satunya yakni sutan sjahrir yang merupakan golongan pemuda.[5]sjahrir
merupakan tokoh yang mendesak, soekarno-hatta untuk memproklamasikan
kemerdekaan secepatnya tanpa harus menunggu dari jepang. Namun permintaan sutan
sjahrir tidak dapat di penuhi oleh soekarno dan mohammad hatta, karena kedua
ingin memastikan kebenaran informasi tersebut. Karena adanya perbedaan antara
golongan mudah dan tua ini maka munculah peristiwa Rengas Dengklok.
Peristiwa
Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan yang dilakukan oleh golongan
pemuda terhadap soekarno dan hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03 : 00
Wib, soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang.[6]
Peristiwa rengasdengklok bertujuan untuk
mendesak soekarno dan hatta untuk segera
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia serta tidak terpengaruh oleh jepang
serta menghindari kemerdekaan yang apabila kemerdekaan sbenarnya seolah-ola di
dapat dari jepang, .
Setelah
terjadinya peristiwa tersebut, maka disusun lah persiapan kemerdekaan Indonesia
di Jakarta, dengan tawaran laksamana muda Maeda maka rumahnya[7]
digunakan sebagai tempat rapat PPKI. Dan pada
waktu itu konsep kemerdekaan Indonesia pun disusun dengan tokoh-tokoh
soekarno, hatta, Achmad Soebardjo penyusun teks proklamasi ,dengan disaksikan
oleh soekarni, sudiro, dan sayuti melik. Setelah konsep selesai disepakati maka
sayuti menyalin dan mengetik naskah proklamasi.dan pembacaan proklamasi
dilakukan di kediaman soekarno jalan pegangsaan Timur no.2. yang sebelumnya
akan di laksanakan di lapangan IKADA namun karena alas an keamanan dipindahkan.
Pelaksanaan proklamasi pun dilaksanakan pada
hari, jumat 17 agustus 1945 tepat pukul 10:00 WIB di pegangsaan Timur No.56,
Jakarta yang dibacakan oleh ir. Soekarno, didampingi Drs. Moh.Hatta yang
dilanjutkan pengibaran Merah putih oleh S.Suhud. dan Cudanco latief Hendradiningrat yang di iringi lagu
kemerdekaan Indonesia raya, peristiwa pembacaan teks proklamasi ini dihadiri
sekitar 1000 orang, yang berlangsung hikmat.
[1]
Peristiwa penghancuran pelabuhan pearl harbour ini merupakan titik awal
terjadinya perang dunia kedua antara jepang dengan sekutu
[2]
Adi, Sudirman. 2014. Sejarah lengkap Indonesia ; Dari era Klasik hingga
Terkini.Yogjakarta : Diva press. Hlm.295.
[3]
Ibid hlm,296.
[4]
Ibid hlm.297
[5]
Ibid hlm.298
[6]
Op.cit
[7]
Rumah Laksamana Muda Maeda sekarang menjadi Gedung Museum Perumusan teks
Proklamasi.
No comments:
Post a Comment