SILABUS
SEJARAH
SOSIAL (2 SKS)
Dosen : Reka Seprina,
M.Pd
Sinopsis:
Matakuliah
ini mengkaji tentang metodologi dan historiografi sejarah sosial. Meliputi
pengertian sejarah sosial; Objek kajian sejarah sosial; pendekatan, teori dan
metode penelitian sejarah sosial; model studi sejarah sosial; historiografi
sejarah sosial.
Tujuan:
Melalui
mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman mengenai
dinamika kehidupan social dalam perjalanan masyarakat dan bangsa Indonesia
Beberapa
rambu peringatan
Setiap mahasiswa peserta kuliah ini
diminta memperhatikan petunjuk berikut:
1. Kuliah
Pertama, atau kuliah pengantar dianggap vital, bukan saja karena pada saat ini
akan diberikan bighlight materi
secara keseluruhan, tetapi juga memperbincangkan aturan main, konvensi-konvensi
yang berlaku dalam kegiatan kuliah selanjutnya.
2. Materi
dan kegiatan kuliah telah disusun sedemikian rupa. Mahasiswa diminta untuk :
(a) membaca secara rajin semua bahan kuliah yang diwajibkan dan yang dianjurkan
(lihat daftar pusataka) dan membaca yang ditetapkan kemudian; (b) ikut serta
ambil bagian dalam kegiatan kuliah di kelas (bertanya, diskusi, mengerjakan
tugas dan prakarsa lainnya).
3. Kuliah
ini diselenggarakan secara demokratis, baik dalam perolehan bahan, kegiatan kelas
maupun dalam hubungan dosen-mahasiswa dalam semua kelangsungan kegiatan
perkuliahan. Apabila suatu waktu kegiatan kuliah tidak bisa dilaksanakan, baik
karena alasan resmi (hari besar, acara resmi dll) atau alasan pribadi dosen
yang bersangkutan, maka mahasiswa berhak meminta ganti kuliah yang hilang pada
waktu dan tempat yang disepekati antara dosen dengan mahasiswa.
4. Nilai
akhir perkuliahan ini ditentukan sesuai dengan aturan fakultas. Namun mahasiwa
diminta untuk mengindahkan 4 (empat)
cara pengambilan nilai mata kuliah ini: (a) kehadiran dan partisipasi dalam
kelas; (b) tugas-tugas; (c) mid-semester; (d) akhir semester.
MATERI
KULIAH
Mater kuliah ini
disusun sedemikian rupa untuk satu paket kulaih yang terdiri dari beberapa
pokok bahasan yang disesuaikan dengan tujuan, bahan dan waktu yang tersedia.
|
Tatap Muka
|
Pokok
Bahasan
|
Sumber
|
|
1
|
Kuliah Pengantar
|
|
|
2
|
Pengertian dan Cakupan Sejarah Sosial
1. Pengertian
Gerakan Sosial dari Richard Tilly, Sydney Tarrow, dsb
2. Karakteristik
Gerakan Sosial
3. Perbedaan
Sejarah sosial sebagai sejarah ordinary People dengan sejarah sosial
sebagai gerakan sosial
|
a. Gandhi, Leela.
b. Kartodirdjo, Sartono. 1984.
c. Adas, Michael. Ratu Adil:
d. Ritzer, George. And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
3
|
Tipe-tipe Gerakan Sosial
1. Scope: Reform
movement, Radical movement
2. Type of change:
Innovative movement, Conservative Movement
3. Targets: Group Focus Movement, Individual Focus
Movement
4. Methods of
Work: Peacefull Movement, Violent Movement, Terrorist Movement
5. Old and New:
Old movement, New Movement
6. Range: Global
Movement, Local Movement, Multi level Movement
|
a. Gandhi, Leela.
b. Kartodirdjo, Sartono. 1984.
c. _____________. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi
Sejarah.
d. Adas, Michael. Ratu Adil:
e. Ritzer, George. And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
4
|
1. Status dan
Mobilitas Sosial Masyarakat Tradisional
2. Stratifikasi
Sosial Masyarakat Kolonial
|
|
|
5
|
1.
Teori
Kepemimpinan yang ditekankan pada jenis-Jenis Kepemimpinan menurut Max Weber
yang terdiri atas: Pemimpin kharismatik, Pemimpin tradisional, Pemimpin Legal
Rasional
2.
Karakteristik
pemimpin, asal kelas sosial dan pola-pola kepemimpinan pada gerakan sosial
3.
Setting politik
yang mempengaruhi munculnya gerakan sosial, missal pada masa kolonialisme di
Indonesia: Perubahan struktur birokrasi, Permasalahan agraria, Sistem Tanam
paksa, UU liberal
|
a. Sarup, Madan.
2007.
b. Doyle, Johnson
Paul. 1997 .
c. Berry, John.B,
et al. (ed). (1999). Poloma,
d. Margaret M .
(2004).
e. Ritzer, George.
And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
6
|
1.
Pengaruh
ekonomi terhadap munculnya gerakan sosial: Kapitalisme, Ekonomi Uang, Pajak,
Kemiskinan structural, Ekonomi subsistem, Involusi Pertanian
2.
Pengaruh-Sosial
Budaya terhadap munculnya gerakan sosial: Perubahan system patront and
client relationship, Budaya
Feodalisme – Patriarkhi, Involusi Kebudayaan, Kemiskinan Struktural, Religio
Mystisisme
3.
Konsep-konsep
millenarianisme, mesianisme, nativisme dan Ratu Adil yang meliputi
pengertian, contoh serta pengaruhnya terhadap munculnya gerakan sosial
|
a. Sarup, Madan.
2007.
b. Doyle, Johnson
Paul. 1997 .
c. Berry, John.B,
et al. (ed). (1999). Poloma,
d. Margaret M .
(2004).
e. Ritzer, George.
And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
7
|
Teori-teori untuk menganalisis munculnya gerakan
sosial
1.
collective behavior/collective action theories
(1950s)
2.
relative deprivation theory (1960s)
3.
value-added theory (1960s)
4.
resource mobilization (1970s)
5.
frame analysis theory (1970s) (closely related to
social constructionist theory)
6.
new social movement theory (1980s)
|
a. Gandhi, Leela.
b. Kartodirdjo, Sartono. 1984.
f. Adas, Michael. Ratu Adil
f. Ritzer, George. And Goodman, Douglas J. 2008.
g. Sarup, Madan. 2007.
h. Doyle, Johnson Paul. 1997.
i.
Berry, John.B,
et al. (ed). (1999).
j.
Poloma,
Margaret M . (2004).
|
|
8
|
UJIAN
TENGAH SEMESTER
|
|
|
9
|
1. Studi kasus gerakan-gerakan
sosial petani pada masa kolonialisme di Indonesia
2. Studi kasus
gerakan-gerakan sosial petani di Indonesia
pada pasca kemerdekaan
|
a. Sarup, Madan.
2007.
b. Doyle, Johnson
Paul. 1997.
c. Berry, John.B,
et al. (ed). (1999).
d. Poloma,
Margaret M . (2004)
e. Ritzer, George.
And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
10
|
Pola-pola gerakan sosial keagamaan :
1. Munculnya
seorang pelopor suci
2. Berpusatnya
pengikut-pengikut setia
3. Tradisionalisme,
pikiran revivalism, kebencian terhadap hal-hal yang berbau asing, reaksi terhadap
westernisasi.
4. Gerakan tarekat
merupakan kampanye melawan sekularisasi dan penetrasi kekuasaan kaum kafir
5. Konflik
keagamaan berpadu dengan aspek duniawi, rasa tidak puas terhadap pajak,
sumbangan ataupun kewajiban kerja bakti yang berlebihan.
6. Studi Kasus
gerakan sosial keagamaan
|
a. Arsip Nasional.
1981.
b. Breman, Jan.
1986.
c. Fauzi, Noer.
2003.
d. Hardiyanto,
Barid. 2005.
e. Kartodirdjo,
Sartono. 1984.
f. Shanin, Teodor.
1973.
g. Wolf, Eric.R.
1985.
a. Azis, Asmaeny.
2007.
b. Fakih, Mansour.
1999.
c. Gandhi, Leela.
d. Hayat, Edi dan
Surur, Miftahus. 2005.
e. Lovenduski,
Joni. 2008.
f. Moghissi,
Haideh. 2005.
g. Tong, Rosemarie
Putnam. 1998.
h. Watkins, Susan
Alice, et.al. 2007.
i.
Wiriaatmadja, Rochiati. 1981.
|
|
11
|
Pola-pola gerakan feminism
1. Sejarah
munculnya gerakan feminisme: Tahap I, Tahap II, Tahap III
2. Mengkaji
sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia : R.A Kartini, Dewi Sartika,
Tjut Nyak Dien, Dsb
Analisis
kondisi- kondisi kontemporer tentang pergerakan kaum wanita di Indonesia
|
|
|
12
|
1. Perkembangan
revolusi Industri dan dampaknya terhadap lahirnya kelompok buruh
2. Kehidupan
sosial, ekonomi, budaya kaum buruh di Indonesia berdasarkan analisis historis
dari masa kolonialisme Belanda sampai masa kontemporer
3. Setting politik
gerakan buruh di Indonesia termasuk analisis perkembangan undang-undang
perburuhan di Indonesia
4. Perkembangan
gerakan buruh di Indonesia
5. Studi kasus
terhadap beberapa peristiwa gerakan buruh di Indonesia
|
a. Gandhi, Leela.
b. Jalil, Abdul.
2008.
c. Ritzer, George.
And Goodman, Douglas J. 2008.
d. Soepomo, Imam.
1987.
e. Sudjana, Eggi.
2005.
|
|
13
|
1. Pola-pola
gerakan pemuda/ mahasiswa berdasarkan tinjauan historis
2. Study kasus
tentang gerakan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa
|
a. Gandhi, Leela.
b. Hoed, Benny. H
(dkk). 2004.
c. Kunarto, Drs.
1999.
d. Ritzer, George.
And Goodman, Douglas J. 2008.
|
|
14
|
Menulis
Proposal Bertema Gerakan Sosial
|
|
|
15
|
Persentasi
Proposal Bertema Gerakan Sosial
|
|
|
16
|
UJIAN AKHIR SEMESTER
|
|
Sumber
Bacaan:
1.
Abdul
Jalil. 2008. Teologi Buruh. Yogyakarta : LKiS
2. Adas,
Michael. Ratu Adil : Gerakan Millenarian Keagamaan Menentang Kolonialisme.
3. Arsip
Nasional. 1981. Laporan-laporan tentang Gerakan Protes di Jawa Pada
Abad ke-XX. Jakarta.
4. Azis,
Asmaeny. 2007. Feminisme Profetik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
5. Berry,
John.B, et al. (ed). (1999). Psikologi Lintas Budaya : Riset dan Aplikasi.
(dialihbahasakan oleh Edi Suhardono) . Jakarta: PT Gramedia.
6. Breman,
Jan. 1986. Penguasaan Tanah dan Tenaga Kerja (Jawa Di Masa Kolonial).
Jakarta: LP3ES.
7. Doyle,
Johnson Paul. 1997 . Teori Sosilologi Klasik dan Modern Jilid I dan II.
Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
8. Fauzi,
Noer. 2003. Bersaksi Untuk Pembaharuan Agraria. Yogyakarta: Insist Press
Printing.
9. Fakih,
Mansour. 1999. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
10. Gandhi,
Leela. . Teori Poskolonial : Upaya Meruntuhkan Hegemoni Barat.
Yogyakarta : Penerbit Qalam.
11. Hardiyanto,
Barid. 2005. Perjuangan Perlawanan Menuntut Hak Atas Tanah. Yogyakarta:
Kreasi Wacana.
12. Hayat,
Edi dan Surur, Miftahus. 2005. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan
Representasi. Jakarta : Desantara Utama.
13. Hoed,
Benny. H (dkk). 2004. Bahasa Negara Versus Bahasa Gerakan Mahasiswa.
Jakarta: LIPI Press.
14. Kartodirdjo,
Sartono. 1984. Pemberontakan Petani Banten. 1988. Jakarta : Pustaka
Jaya.
15. Kartodirdja,
Sartono. . Ratu Adil, Jakarta : PT Gramedia
16. Korver,
A.P.E. (1985). Sarikat Islam, Gerakan Ratu Adil?. Jakarta: Graffiti
Press
17. Kunarto,
Drs. 1999. Tragedi Trisakti : merenungi Kritik Terhadap POLRI. Jakarta : PT
Cipta Manunggal
18. Laporan-laporan
tentang Gerakan Protes di Jawa (1981). Jakarta:
ArsipNasional.
19. Lovenduski,
Joni. 2008. Politik Berparas Perempuan. Jakarta : Penerbit Kanisius
20. Moedjanto
(1987). Konsep Kekuasaan Jawan dan Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram.
Yogyakarta: Kanisius
21. Moghissi,
Haideh. 2005. Feminisme dan Fundamentalisme Islam. Terjemah Oleh: M. Maufur.
Yogyakarta: LkiS.
22. Poloma,
Margaret M . (2004) . Sosiologi Kontemporer. Dialihbahasakan oleh Tim
Penerjemah YASOGAMA. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
23. _______________.
1993. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
24. ________________
(1984). Ratu Adil. Jakarta: Sinar Harapan
25. Ritzer,
George. And Goodman, Douglas J. 2008. Teori Sosiologi. Terj. Jogyakarta: Kreasi
Wacana.
26. R.
Moh Ali (1963) Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Djakarta: Bhratara
27. RZ.
Leirissa, dkk. (1989). Sejarah Pemikiran tentang Sumpah Pemuda. Jakarta:
Dep. P dan K
28. Sarup,
Madan. 2007. Posstrukturalisme dan Posmodernisme : Sebuah Pengantar Kritis.
Yogyakarta : Jendela.
29. Sartono
Kartodirjdo (1993). Pendekatan Ilmu Social dalam Metodologi Sejarah.
Jakarta: Gramedia.
30. Shanin,
Teodor. 1973. Peasants and Peasant Societies. London: Penguin Books.
31. Siswono
Yudohusodo (1985). Warga Baru: Kasus Cina di Indonesia. Yakarta: Yayasan
Padamu Negeri
32. Soepomo,
Imam. 1987. Hukum Perburuhan : Bidang Hubungan Kerja. Jakarta: Djambatan
33. ________________
(1969). “Struktur Social dari Masyarakat Tradicional dan Colonial” dalam Lembaran
Sejarah No 4. Yogyakarta: Jur Sejarah Fak Sastra, UGM.
34. Sudjana,
Eggi. 2005. Nasib dan Perjuangan Buruh di Indonesia. Yogyakarta:
Renaisan.
35. Suhartono.
(1994). Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi, 1908
– 1945. Yogyakarta: Pustaka Relajar.
36. Tong,
Rosemarie Putnam. 1998. Feminist Thought : Pengantar KOmprehensif Arus Utama
Pemikiran Feminis. Yogyakarta: Jalasutra.
37. Van
Niel, Robert. (1984). Munculnya Elit Modern Indonesia. Terj Zahara Deliar
Noer. Jakarta: Pustaka Jaya.
38. Watkins,
Susan Alice, et.al. 2007. Feminisme Untuk Pemula. Yogyakarta: Resist Book.
39. Wiriaatmadja,
Rochiati. 1981. Biografi Ibu Dewi Sartika. Jakarta : DepDikBud
40. Wolf,
Eric.R. 1985. Petani Suatu Tinjauan Antropologis. Jakarta : CV Rajawali.
Januari, 2015
Reka Seprina, M.Pd