Mahasiswa
Semester Akhir
Mahasiswa, ,,,,,,
Kata
yang selalu diidamkan oleh hampir seluruh kalangan pelajar yang sedang ingin
melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Siswa yang sedang duduk di kelas 3 SMA, SMK, MA persiapkan diri untuk bisa
melanjutkan pendidikan ketingkat perkuliahan. Banyak jalur untuk bisa masuk
keperguruan tinggi negeri, ada SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri yang dibuka
oleh Universitas yang bersangkutan. Pelajar
yang telah diterima di Universitas pavoritnya, resmi mendapat gelar seorang
mahasiswa. Mahasiswa yang sebagian orang menganggap ini sebagai awal dari
kemandirian seseorang dalam menuntut ilmu, karena didalam perkuliahan seorang
dituntut untuk bisa “mencari ilmu bukan menerima ilmu”. Ada masa-masa yang akan membuat seorang
mahasiswa mencari jati diri, dan ada masa yang
membuat seorang mahasiswa “Bosan” menjadi seorang Mahasiswa.
Pada semester awal (semester 1-3), seorang mahasiswa akan
merasakan suasana belajar yang menyenangkan karena pada masa ini, system pelajaran
berbeda ketika di bangku sekolah. Mahasiswa pada masa ini akan beranggapan
bahwa “Mudah Sekali” menjadi seorang Mahasiswa.
Hingga Sampai
pertengahan Perkulihan (Semester 4-6), masa yang mengubah pola pikir dan merupakan
fase awal untuk menentukan arah dari penelitian skripsi, pada masa ini seorang
mahasiswa dituntut untuk menyiapkan proposal penelitian guna menyiapkan diri
untuk menyelesaikan tugas akhir nantinya yaitu skripsi.
Dan ini banyak sebagian mahasiswa akan bersemangat
dan menganggap bahwa sebuah “Skripsi” itu bisa diselesaikan dengan cepat. Dan termotivasi
untuk menyelesaikan kuliah dengan cepat.
Namun memasuki masa
akhir (semester 7-8), mulai timbul rasa malas, hal demikian terjadi karena pada
masa ini pelajaran dikelas sudah tidak banyak, hanya 1 sampai 2 matakuliah. Hal
ini mendorong tumbuhnya rasa malas dari seorang Mahasiswa, tahap ini banyak
sebagian mahasiswa yang pada awalnya rajin kini menjadi malas, yang dari
semester pertama sampai 6 ip nya bagus mulai mengendor semangat belajarnya. Terutama
masa ketika menyusun skripsi mahasiswa akan merasakan bagaimana enaknya perkuliahan
yang tidak dituntut untuk datang setiap hari kekampus.
Ada beberapa penyebab
mahasiswa akhir menjadi “terlalai” dalam menyelesaikan tugas akhir skripsi
yaitu :
Pertama,
yaitu tidak ada nya tuntutan dari dosen, jika pada semester awal mahasiswa akan
mengejar nilai dari dosen (disamping Ilmu), dengan banyak nya tugas yang
diberikan akan membuat mahasiswa tekun dalam belajar dan mengerjakan tugas dari
dosen.
Kedua,
yaitu sudah terlanjur santai, pada semester 7 mahasiswa hanya mengikuti 1-2 matakuliah,
dengan sedikitnya perkuliahan membuat mahasiswa menjadi santai, hal ini
memunculkan rasa malas.
Ketiga,
mengenai perasaan. Yaa ini merupakan seperti hal yang tidak bisa dihindari oleh
seorang mahasiswa terutama ketika memasuki semester akhir. Mahasiswa yang duduk
semester akhir terutama yang perempuan akan sulit menghindari keinginan untuk
melanjutkan hubungi asmara nya kejenjang yang serius, bahkan tidak jarang,
seorang mahasiswi menjadi mendahulukan pernikahan sebelum menyelesaikan kuliah,
berbeda dengan seorang Mahasiswa, kebanyakan pada semester akhir hanya “Koper”
Korban Perasaan yang membuat mahasiswa akhirnya malas menyesaikan tugas akhir.
Yang
terakhir yaitu kerja, ya walaupun bukan hal negatif , akan tetapi jika seorang
semester akhir yang sambil kerja ketika masih menyusun tugas akhir, ini membuat
seorang mahasiswa melalaikan tugas akhir tersebut.
Jadi,
untuk Mahasiswa semester akhir, banyak hal-hal yang membuat kita sulit atau
lama menyelesaikan tugas akhir, terutama
rasa malas. Untuk itu hindari hal-hal yang mmebuat rasa malas, refheshing
boleh, asal jangan terlampau sering, karena akan merugikan mahasiswa itu
sendiri,, cobalah untuk berdiskusi sesama teman, karena dengan diskusi akan
membuka pikiran yang akan membantu dalam menyelesaikan tugas akhir.
Kemudian
perbanyak baca mengenai hal yang berhubungan dengan penelitian tugas akhir.
Sehingga
bisa menyelesaikan kuliah tepat pada waktunya.
