Review
Jurnal
Judul
|
Kebermaknaan Norma – norma
Sosiokultural dalam Pemakaian Bahasa pada
Masyarakat Melayu Jambi di Kabupaten Batang Hari
|
Jurnal
|
Jurnal Penelitian
Universitas Jambi Seri Humaniora
|
Volume dan Halaman
|
Volume 17, Nomor 1, Hal.
63-70
|
Tahun
|
2015
|
penulis
|
Kamarudin,
Andiopenta dan Eddy Pahar
|
Reviewer
|
Rudi Hartono (I1A114005)
|
Tanggal
|
17 Juni 2017
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan utama dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebermaknaan norma-norma sosiokultural dalam
pemakaian Bahasa pada Masyarakat Melayu Jambi yang ada di Kabupaten
Batanghari
|
Subjek Penelitian
|
Subjek dari penelitian ini
adalah masyarakat yang bermukim di Batanghari, yang dibagi berdasarkan batas
usia.Yang terdiri dari kelompok anak-anak 8 orang, 4 laki-laki dan 4
perempuan. Kelompok Remaja yang terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan,
serta kelompok orang tua, yang terdiri dari 8 informan, 4 laki-laki dan 4
perempuan.
|
Metode Penelitian
|
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kuisoner dan wawacara. Kuisenir diberikan
pada para informan, kemudia melakukan wawancara pada para informan sehingga
didapatlah hasil penelitian.
|
Hasil Penelitian
|
Hasil penelitian ini
adalah didapat norma sosiokultural yang ada pada Masyarakat Melayu Jambi yang
ada di Kabupaten Batanghari yaitu norma sosiokultural interaksi dan
interpretasi.
Norma interaksi artinya sesuatu
hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan saat melakukan interaksi
secara verbal.Sedangkan Norma Sosiokultural
Interpretasi sendiri pada masyarakat Melayu Batanghari Jambi dalam berbahasa yaitu
1. Bersikap sopan saat berbicara dengan lawan bicara dengan gerak
saat bicara seperti posisi badan saat bicara
2. Tidak bertanya kepada lawan bicara mengenai status perkawinan,
usia, pekerjaan serta penghasilan, karena ini didalam masyarakat Melayu
Batanghari Jambi hal ini dianggap tabu
3. Beraktivitas tutur yang sopan yakni bertatakrama dan tegas saat
bertutur.
|
Kekuatan Penelitian
|
·
Menggunakan teknik
kuesioner dan wawacara, yang dilakukan pada masyarakat secara langsung.
|
Kelemahan Penelitian
|
·
Informan yang dipakai
sedikit dan tidak ada keterangan riwayat
|
Review
Jurnal
Judul
|
Kebermaknaan Norma – norma
Sosiokultural dalam Pemakaian Bahasa pada
Masyarakat Melayu Jambi di Kabupaten Batang Hari
|
Jurnal
|
Jurnal Penelitian
Universitas Jambi Seri Humaniora
|
Volume dan Halaman
|
Volume 17, Nomor 1, Hal.
63-70
|
Tahun
|
2015
|
penulis
|
Kamarudin,
Andiopenta dan Eddy Pahar
|
Download
|
|
Reviewer
|
Rudi Hartono (I1A114005)
|
Tanggal
|
17 Juni 2017
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan utama dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebermaknaan norma-norma sosiokultural dalam
pemakaian Bahasa pada Masyarakat Melayu Jambi yang ada di Kabupaten
Batanghari
|
Subjek Penelitian
|
Subjek dari penelitian ini
adalah masyarakat yang bermukim di Batanghari, yang dibagi berdasarkan batas
usia.Yang terdiri dari kelompok anak-anak 8 orang, 4 laki-laki dan 4
perempuan. Kelompok Remaja yang terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan,
serta kelompok orang tua, yang terdiri dari 8 informan, 4 laki-laki dan 4
perempuan.
|
Metode Penelitian
|
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kuisoner dan wawacara. Kuisenir diberikan
pada para informan, kemudia melakukan wawancara pada para informan sehingga
didapatlah hasil penelitian.
|
Hasil Penelitian
|
Hasil penelitian ini
adalah didapat norma sosiokultural yang ada pada Masyarakat Melayu Jambi yang
ada di Kabupaten Batanghari yaitu norma sosiokultural interaksi dan
interpretasi.
Norma interaksi artinya sesuatu
hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan saat melakukan interaksi
secara verbal.Sedangkan Norma Sosiokultural
Interpretasi sendiri pada masyarakat Melayu Batanghari Jambi dalam berbahasa yaitu
1. Bersikap sopan saat berbicara dengan lawan bicara dengan gerak
saat bicara seperti posisi badan saat bicara
2. Tidak bertanya kepada lawan bicara mengenai status perkawinan,
usia, pekerjaan serta penghasilan, karena ini didalam masyarakat Melayu
Batanghari Jambi hal ini dianggap tabu
3. Beraktivitas tutur yang sopan yakni bertatakrama dan tegas saat
bertutur.
|
Kekuatan Penelitian
|
·
Menggunakan teknik
kuesioner dan wawacara, yang dilakukan pada masyarakat secara langsung.
|
Kelemahan Penelitian
|
·
Informan yang dipakai
sedikit dan tidak ada keterangan riwayat
|
No comments:
Post a Comment