Sunday, 9 October 2016

Reaksi Belanda terhadap munculnya nasionalisme dan organisasi pergerakan perjuangan bangsa indonesia

Abstrak
Pergerakan perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah terus dilakukan sejak kolonial dan imperium pertama oleh Belanda, tapi pergerakan yang dilancarkan setiap daerah melawan penjajah terus mengalami kegagalan. Memasuki awal abad 20, perkembangan dalam pergerakan melawan penjajah terjadi, yaitu dengan tumbuhnya rasa nasionalisme, pergerakan perjuangan yang bersifat kedaerahan atau tradisional menjadi secara nasional, timbulnya kesadaran akan perjuangan secara nasional, yang dipelopori oleh kaum terpelajar, perjuangan yang selama ini dengan cara berperang mulai mengalami perubahan yakni dengan cara membentuk sebuah organisasi[1] yang menjadi wadah bagi perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Organisasi yang dibentuk bergerak dibidang sosial, agama, pendidikan dan perdagangan mendapatkan izin pemerintah kolonial Belanda. namun organisasi mengalami perkembangan yang tidak hanya bergerak di bidang sosial, agama, budaya, dan perdagangan tetapi juga memasuki sistem politik. Organisasi berubah menjadi sebuah partai politik yang bersifat radikal terhadap pemerintahan kolonial Belanda. melihat perkembangan organisasi yang mengancam kedaulatan Belanda di hindia Belanda serta dengan adanya nasionalisme bangsa Indonesia , Belanda pun membuat kebijakan sebagai bentuk respon terhadap perkembangan perjuangan pergerakan Indonesia.


Kata Kunci : Nasionalisme, Perkembangan Organisasi, reaksi Belanda


A.    Latar Belakang
Kedatangan bangsa barat ke wilayah Indonesia[2], yang semula hanya melakukan hubungan perdagangan dengan pribumi, berkembang menjadi sebuah kolonial dan mengimperium wilayah Indonesia. Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh para penjajah khususnya Belanda mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan bagi bangsa Indonesia baik dari bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun dalam bidang politik. Keadaan yang berlangsung sangat lama seperti ini menimbulkan berbagai  bentuk  perlawanan dari orang-orang pribumi terhadap Belanda.
Perlawanan yang dilakukan semula berbentuk atau bersifat kedaerahan, dimana perjuangan pergerakan bergerak sendiri-sendiri di daerah. Kerena  pergerakan yang bersifat kedaerahan ini, maka perlawanan yang dilakukan mengalami kegagalan. Memasuki abad 20[3] perlawanan berbentuk nasional mulai dilakukan oleh bangsa Indonesia, dengan berdirinya organisasi pergerakan yang dipelopori kaum terpelajar, organisasi pertama yakni bernama Budi Utomo[4]. Kemunculan organisasi Budi utomo menimbulkan organisasi- organisasi yag lainnya yakni serakat islam, Indische partij, PKI, PNI, dan yang lainnya.
Perjuangan yang dilakukan yang mengalami perubahan dari kedaerahan menjadi nasional,serta perkembangan organisasi yang semula hanya sebuah organisasi yang mengurusi atau yang bergerak dibidang sosial,agama, budaya, serta perdagangan kemudian berkembang menjadi organisasi politik, bahkan sampai berkembang menjadi sebuah partai politik, mengakibatkan reaksi dari bangsa Belanda terhadap para pahlawan pergerakan.reaksi yang sebelumnya belum dilakukan , reaksi yang dilakukan sebagai perhapusan terhadap berbagai pergerakan yang bersifat nasional dan pergerakan organisasi yang lebih luas dan membahayakan Belanda.
B.     Munculnya Nasionalisme dan organisasi di Indonesia
1.      Munculnya nasionalisme
Nasionalisme merupakan kesadaran bersama yang dapat mempersatukan suku-suku bangsa yang hidup dinusantara[5]. Nasionisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan[6] Nasionalisme merupakan munculnya rasa kesatuan dan persatuan dari bangsa Indonesia dalam melawan penjajah yang timbul dari golongan-golongan pelajar dan munculnya kesadaran dari para pejuangan akan perlawanan yang bersifat nasional bukan bukan lagi kedaerahan.
Berkembangnya nasionalisme modern di Eropa yang dipelopori oleh para akhli ilmu pengetahuan, di Indonesia lahir kebangkitan nasional yang dipandang sebagai awal tumbuh dan berkembangnya sejarah yang pertama kali dipelopori oleh tokoh pergerakan kebangsaan seperti Dr. Sutomo dan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Bangkitnya nasionalisme ditandai lahirnya semangat kebangkitan nasional melalui organisasi Boedi Oetomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908[7].
Sejak akhir abad 19 sampai awal abad 20 telah muncul pergerakan benih-benih pergerakan nasional.[8] Pergerakan nasionalisme tidak lepas dari beberapa pengaruh atau faktor yakni,
a. faktor internal
·         Kenangan kejayaan masa lampau, sebelum bangsa asing masuk dan menguasai wilayah Indonesia, bangsa Indonesia mempunyai kejayaan dimana kerajaan- kerajaan besar yang mengusai wilayah nusantara bahkan keluar wilayah Indonesia
·         Penderitaan yang berat yang di timbulkan oleh penjajahan.
Penjajahan yang dilakukan di Indonesia yang dilakukan oleh bangsa belanda bukan hanya dalam periode yang sangat lama tetapi juga berlangsung secara kejam, kesengsaraan dan kekejaman inilah yang membuat munculnya perlawanan secara nasional.
·         Munculnya goolongan terpelajar
Golongan cendikiawan muncul dimana-mana sebagai akibat dari perkembangan pendidikan, dari golongan terpelajar ini lah muncul berbagai gerakan yang melawan penjajah,
·         Kemajuan dari segala bidang, terutama di bidang politik, dimana telah muncul partai-partai politik.
  b. Faktor eksternal
·         Kemenangan jepang terhadap rusia (1905)
·         Munculnya gerakan-gerakan yang bersifat nasional di negera-negara asia.

2.    Munculnya organisasi pergerakan nasional Indonesia
Gerakan- gerakan perjuangan  Indonesia melawan penjajah secara nasional ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi modern yang didirikan oleh kalangan terpelajar. Yang ditandai dengan munculnya organisasi pertama yakni Budi utomo pada tanggal 20 mei 1908, dengan munculnya organisasi ini maka pergerakan mempunyai tempat untuk menyatukan pergerakan, organisasi mempunyai tujuan yang sama yakni melawan kekuasaan penjajahan kolonial Belanda,
Kemudian muncul organisasi yang lain yakni Sarekat islam (1911) Indische partij (1912) PKI (1914) PNI (1927) dan Muhammadiyah (1912). Organisasi –organisasi ini pada mula hanya sebuah organisasi yang bergerak dibidang sosial, pendidikan, budaya, perdagangan, kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi yang bergerak dibidang politik, bahkan ada yang berbentuk sebuah partai politik, yang menentang kolonial di Indonesia.


C.     Reaksi Belanda terhadap Nasionalisme dan Organisasi  Pergerakan Indonesia
Perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang bersifat kedaerahan dengan cara berperang daerah- daerah  dengan mudah di taklukan oleh pemerintah Belanda. perlawanan bangsa Indonesia melawan kolonial belanda mengalami perkembangan pada awal abad 20 terutama setelah adanya politik Etis dengan triloginya. Meskipun pada dasarnya politik etis hanya sebatas wacana untuk menyesejahterahkan masyarakat pribumi, namun pada kenyataannya lebih mementingkan kepentingan Belanda itu Sendiri, tetapi rakyat Indonesia bisa mengambil keuntungan dari Politik etis itu yakni dibidang Edukasi atau pendidikan. Dengan munculnya kaum terpelajar, kaum pelajar dan cendikiawan ini lah yang kemudian membentuk sebuah organisasi yang membuat rasa nasionalisme muncul. Pada mula munculnya organisasi bergerak dibidang pendidikan, keagamaan, perdagangan, berkembang kearah yang lebih ekstrem yakni membentuk sebuah partai politik serta mengimpun kekuatan secara nasional melawan pemerintahan kolonial, melihat perkembangan perlawanan yang sudah bersifat nasional dan organisasi yang sebelumnya hanya bergerak dibidang yang dianggap tidak mengganggu keamanan pemerintah kolonial kini berubah menjadi sebuah organisasi yang menentang keras.




Maka kolonial belanda melakukan berbagai bentuk peraturan dalam meredam itu semua, yakni
1.     Larangan berkumpul dan berapat
Hak berapat dicabut terutama karena terjadi pemogokan pada bulan Juni 1922 di pegadaian dan pada bulan Mei 1923 di antara pegawai kereta api, Yogyakarta diduduki oleh angkatan kepolisian dan kira-kira seribu pekerja dipecat[9]
2.        Bertindak tegas terhadap golongan Nasionalis
golongan nasionalis 4500 orang dipenjara, kira-kira 1300 dibuang ke Digul dan 4 orang dihukum mati.
3.        Membentuk peraturan Tozicht Ordonentie (Ordonasi Pengawasan)
Yakni menolak izin untuk menyelenggarakan pengajaran apabila dipandang membahayakan ketata-tertiban masyarakat.
4.        Hukuman bagi pegawai yang menggabungkan diri pada kegiatan pergerakan perlawanan
5.        Menetapkan PKI sebagai partai terlarang
6.        Membentuk Visman pada maret 1941,







Kesimpulan
Kedatangan bangsa barat ke Indonesia, yang membuat bangsa Indonesia terjajah di negeri sendiri, penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia yang di dapat dari penjajah, mengakibatkan perlawanan, oleh para pejuang. Perlawanan yang dilakukan melawan penjajah ini, di lakukan dengan cara gerilya, di setap daerah mengadakan perlawanan. Perlawanan yang dilakukan selalu saja bisa di gagalkan oleh belanda. memasuki awal abad 20, perlawanan bangsa Indonesia mengalami perubahan dari strategi perlawanan yakni dengan munculnya golongan terpelajar, yang membentuk sebuah organisasi yang menjadi suatu wadah dalam menghimpun kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, dengan organisasi pertama yakni Boedi Oetomo yang dibentuk pada 20 mei 1908. Dengan lahirnya organisasi boedi oetomo maka organisasi-organisasi lainpun hadir. Organisasi – organisasi yang lahir pada awal nya hanya bergerak dalam hal pendidikan, agama, perdagangan,sosial, karena pada itu hanya organisasi yang bergerak seperti itu yang di perbolehkan Belanda.
Kemudian organisasi ini berkembang menjadi sebuah partai politik, yang dianggap mengganggu pemerintahan belanda di tanah jajahannya, serta organisasi-organisasi ini juga membuat nasionalisme Indonesia tumbuh, pergerakan yang bersifat tradisional berubah menjadi secara nasional, menyikapi perkembangan tersebut maka belanda membuat kebijakan yang bisa menumpas semua pergerakan, dengan cara larangan berkumpul, mengawasi setiap pengajaran, menangkap golongan nasionalis serta memberhentikan pegawai yang terlibat dalam pergerakan.




Daftar Pustaka :
Daliman. A. 2012. Sejarah Indonesia abad XIX- awal abad XX ; sistem politik kolonial dan administrasi pemerintahan hindia Belanda.Yogyakarta : Ombak.
Shiraishi,Takashi.2005. Zaman  Bergerak Radikalisme rakyat di jawa1912-        1926.Jakarta : Graffiti.
Sudirman, Adi,2014. Sejarah Lengkap Indonesia.Jogjakarta : DIVA Pres.
Badrika, I wayan. 2002. Sejarah untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga.

Jurnal ISI Yogyakarta. IX/04 -Juli 2003. Perjalanan sejarah lagu-lagu perjuangan Indonesia dalam kesatuan bangsa oleh Wisnu Mintargo pada 08 November 2010 jam 9:17
 Buletin Psikologi, Tahun XII, No. 2, Desember 2004
http://www.kompasiana.com/pagar_sianipar/pergerakan-nasional-indonesia_54f3e15a7455139f2b6c822f  diakses






[1] Budi Utomo sebagai organisasi pertama yang dibentuk pada 20 mei 1908, menjadi pelopor bagi organisasi lain yang bergerak melawan penjajah.
[2]Bangsa portugis pada 1511, tiba di ternate dengan panglima Alfonso de Albuquerque, bangsa spayol 1521 di tidore Bangsa belanda pada  1596 dibawah Cornellis de Houtman di banten. Lihat Adi sudirman, sejarah lengkap Indonesia ; dari era klasik hingga kini  (Yogjakarta, diva Press 2014)
Tujuan bangsa barat ke Asia khususnya Indonesia adalah dengan adanya keinginan mengimperium, adapun imperium lama mempunyai tujuan Gold, Gospel, dan Glory, sedangkan imperium baru tujuannya adalah memperluas kekuasaan dan memasarkan produk industri terutama setelah terjadi revolusi industry.
[3] ibid
[4]
[5] Jurnal ISI Yogyakarta. IX/04 -Juli 2003. PERJALANAN SEJARAH LAGU-LAGU PERJUANGAN INDONESIA DALAM KONTEKS PERSATUAN BANGSA oleh Wisnu Mintargo pada 08 November 2010 jam 9:17
[6] Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
[7] Ibid. jurnal. ISI Yogyakarta.
[8] I Waya
[9] Jurnal 


No comments:

Post a Comment

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...