Friday, 1 November 2024

GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.   PENDAHULUAN

Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyarakat global mulai terhubung dalam semua bidang seperti politik, sosial budaya, ekonomi serta Pendidikan. Munculnya revolusi industri pada abad ke-18 menjadi tonggak perubahan pola kehidupan Masyarakat global khusunya perubahan penggunaan mesin dalam pekerjaan Masyarakat (Tjandrawinata, 2016, Munawati, dkk.,2024)

Perkembangan pada teknologi memunculkan istilah globalisasi yang menghubungkan Masyarakat global. Globalisasi telah menjadi salah satu fenomena yang paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir, Globalisasi telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, mengubah cara masyarakat berinteraksi, bekerja, dan belajar (Lubis, & Nasution, 2023). Kondisi ini juga berdampak besar pada dunia pendidikan, di mana standar pendidikan suatu negara mulai dipengaruhi oleh praktik dan kebijakan dari negara lain. Pendidikan tidak lagi terbatas pada konteks nasional melainkan pendidikan menjadi semakin global, dengan adanya pertukaran pengetahuan, kurikulum, dan tenaga pendidik yang melintasi batas negara. Basri (2023) mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi dan mobilitas global telah mengubah pendekatan pendidikan, dengan penekanan pada pembelajaran jarak jauh dan kolaborasi internasional.

Dua bidang studi yang berperan penting dalam merespons dampak globalisasi terhadap pendidikan adalah Pendidikan Internasional dan Pendidikan Komparatif. Pendidikan Internasional berfokus pada pengembangan kompetensi global dan pemahaman lintas budaya, sementara Pendidikan Komparatif mempelajari perbedaan dan persamaan dalam sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong banyak negara untuk mengembangkan sistem pendidikan mereka agar bisa bersaing secara internasional, menghasilkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global. Hal ini menciptakan dorongan bagi para pembuat kebijakan dan pendidik untuk melihat dan mempelajari sistem pendidikan dari negara lain melalui pendekatan pendidikan komparatif.

Menurut Bray (2003) Pendidikan komparatif memiliki peran kunci dalam menganalisis dampak globalisasi. Bidang ini tidak hanya berfokus pada perbandingan sistem pendidikan antar negara, tetapi juga mengkaji bagaimana kekuatan global mempengaruhi pendidikan di tingkat nasional. Pendidikan komparatif memungkinkan analisis perbandingan antara kebijakan, kurikulum, metode pengajaran, dan pencapaian pendidikan di berbagai negara (Nukman, 2024). Dengan demikian, negara-negara dapat belajar dari keberhasilan dan kegagalan negara lain serta mengadaptasi praktik terbaik yang sesuai dengan kebutuhan lokal mereka.

 Dalam konteks ini, pendidikan komparatif menjadi alat penting untuk memahami perubahan yang terjadi di seluruh dunia. Pendidikan internasional dan komparatif tidak hanya membantu dalam menganalisis perbedaan dan persamaan sistem pendidikan antar negara, tetapi juga dalam memahami dampak globalisasi terhadap pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan internasional semakin penting sebagai upaya untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam pasar kerja global yang dinamis, serta membangun pemahaman lintas budaya. Pendidikan internasional memungkinkan siswa untuk memahami isu-isu global, seperti perubahan iklim, perdamaian, dan hak asasi manusia, yang menuntut kerja sama internasional. Dengan semakin terintegrasinya pendidikan di dunia global, maka diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mengkaji dan membandingkan sistem pendidikan, sehingga dapat memberikan panduan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di berbagai negara

Makalah ini disusun untuk menjawab pertanyaan bagaimana globalisasi memengaruhi pendidikan internasional dan Pendidikan komparatif, serta bagaimana sistem Pendidikan Indonesia dengan negara Asean lainnya dengan pendekatan Pendidikan komparatif. Tujuan utama makalah ini adalah untuk memahami bagaimana pengaruh globalisasi terhadap pendidikan, serta bagaimana pendidikan komparatif berkontribusi dalam membentuk kebijakan dan praktik pendidikan terutama Pendidikan di Indonesia

B.  Pembahasan

1.   Pengaruh globalisasi terhadap Pendidikan Internasional dan Pendidikan Komparatif

Globalisasi menumbuhkan keterbukaan secara global bagi Masyarakat global. Adanya globalisasi memungkinkan adanya pertukaran informasi dan sumber daya Pendidikan dari berbagai negara. Globalisasi mempengaruhi berbagai aspek dalam Pendidikan komparatif dan Pendidikan internasional.

Pertama adanya standarisasi Pendidikan Internasional, banyak negara kini mengadopsi standar dan indikator kualitas pendidikan internasional, seperti Program for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). PISA (The Programme for International Student Assessment) adalah sebuah program yang diinisiasi oleh negara-negara yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) (Pratiwi, 2019). Standarisasi ini memungkinkan perbandingan kualitas pendidikan antarnegara, membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan di masing-masing negara. Menurut Pratiwi (2019) Subjek asesmen PISA terdiri atas tes literasi dasar dalam bidang membaca, matematika, dan sains tanpa melihat pada kurikulum nasional.

Kedua dampak dari Globalisasi terhadap pendidikan internasional dan komparatif yakni membuka peluang dan tantangan bagi pengembangan pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif. Menurut Hermanto & Anggraini (2020) adanya peningkatan interaksi antarbangsa, berguna bagi sistem pendidikan di berbagai negara untuk menyesuaikan diri dan tetap relevan dalam menghadapi tuntutan global tanpa mengabaikan kebutuhan dan nilai-nilai lokal. Pendekatan pendidikan komparatif menjadi sangat penting dalam memahami dan membandingkan praktik terbaik dari berbagai negara, sementara pendidikan internasional mendorong generasi muda untuk siap dalam peran mereka di dunia yang semakin terhubung.

2.   Perbandingan sistem di Indonesia dengan negara Asean

a.   Struktur Sistem Pendidikan

Hal pertama yang menjadi dasar dari perbandingan pendidikan di Indonesia dengan negara-negara asean lainnya adalah system Pendidikan yang dijalankan. Indonesia sendiri menggunakan struktur sistem Pendidikan yaitu Pendidikan Dasar selama 9 tahun dengan rincian sekolah Dasar selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun, kemudian Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah menengah Kejuruan (SMK) selama 3 tahun. Kemudian untuk Pendidikan tinggi jenjang Strata 1 selama 4 tahun. (Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.)

Sedangkan negara asean lainnya seperti Singapura memiliki struktur sistem Pendidikan yang terdiri dari 6 tahun sekolah dasar, 4 tahun pendidikan menengah, 2 tahun pendidikan pra-universitas, dan 3 tahun pendidikan tinggi (sarjana). Hal yang menjadi point penting dalam Pendidikan dasar di Singapura Pendidikan dasar sangat berfokus pada kemampuan literasi dan numerasi. (Nasution, dkk 2022)

Kemudian untuk Struktur sistem pendidikan Malaysia yaitu enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, dua tahun sekolah menengah atas, dan dua tahun pra-universitas sebelum memasuki perguruan tinggi. (Ismail, dkk 2021). Selanjutnya untuk struktur sistem pendidikan di Thailand mirip dengan Indonesia. Pendidikan dasar diwajibkan sembilan tahun, meliputi enam tahun sekolah dasar dan tiga tahun sekolah menengah pertama.(Murni, 2024)

b.   Kurikulum dan Fokus Pendidikan

Kurikulum di Indonesia berfokus pada Pendidikan Berbasis Kompetensi (Kurikulum Merdeka), yang mencakup mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Sains, dan Pendidikan Agama. Kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, namun tantangan berupa kesenjangan sumber daya masih ada di berbagai daerah. (Kemendikbud, 2022). Kemudian untuk Kurikulum Singapura menggunakan Singaporean Primary school Curiculum (SPC) dan Singapore Islamik Education Syistem (SIES) (Mulya, dkk.  2024), kurikulum di Singapura berfokus pada sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). (Syakrani, dkk 2022). Selanjutnya untuk Malaysia menggunakan kurikulum standar nasional, yang mencakup mata pelajaran wajib seperti Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, Sains, dan Matematika. Malaysia juga memiliki fokus pada literasi teknologi dan STEM, serta Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK) (Ghani & Nor.,2020), terakhir Kurikulum di Thailand dengan nama Saman (Akademik), Sassanah (Agama) cukup padat dengan penekanan pada mata pelajaran dasar, namun juga ada upaya integrasi literasi digital dan pengembangan keterampilan hidup.

c.    Kualitas Pendidikan dan Pencapaian Internasional

Berdasarkan hasil PISA, Indonesia masih tertinggal di belakang banyak negara ASEAN lainnya, terutama dalam bidang literasi, matematika, dan sains. Hasil laporan Program for International Student Assessment (PISA) 2022 mengatakan bahwa, Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor; matematika (379), sains (398), dan membaca (371). Kualitas pendidikan juga sangat bervariasi antara daerah perkotaan dan pedesaan. (Kemendikbud, 2023)

Kemudian untuk Singapura adalah salah satu negara dengan peringkat tertinggi di dunia dalam PISA, terutama dalam matematika, sains, dan literasi. Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dikeluarkan 2023 mengatakan bahwa Singapura menempati urutan pertama,  untuk berbagai bidang, yaitu matematika, sains, dan literasi Sistem pendidikan yang kuat dan berfokus pada kualitas guru serta penekanan pada STEM menjadi faktor utama keberhasilannya.(CNBC, 2023). Malaysia berada di tingkat menengah dalam PISA dan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai reformasi. Meskipun demikian, ketimpangan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi masalah yang perlu diatasi. Thailand juga berada di tingkat menengah dalam PISA. Kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan besar.

C.  KESIMPULAN

Globalisasi telah membawa dampak besar bagi sistem pendidikan global, memungkinkan adanya pertukaran ide, praktik, dan sumber daya antara negara-negara. Hal ini memperkuat pentingnya pendidikan internasional dan komparatif, yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi lintas budaya serta menganalisis persamaan dan perbedaan sistem pendidikan dari berbagai negara.

Pendidikan internasional berfokus pada pembekalan keterampilan global yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dunia modern, sementara pendidikan komparatif memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi kebijakan dan praktik pendidikan antarnegara. Standarisasi pendidikan melalui program seperti PISA dan TIMSS membantu negara-negara mengukur pencapaian pendidikan mereka di kancah internasional. Namun, globalisasi juga membawa tantangan berupa homogenisasi budaya dan ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi negara berkembang.

Dalam konteks ASEAN, perbandingan sistem pendidikan menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal kualitas dan kesetaraan akses pendidikan jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Singapura. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dapat belajar dari praktik pendidikan terbaik dan menerapkannya sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal masing-masing.

 

DAFTAR PUSTAKA

Basri, H. (2023). Dampak Globalisasi Terhadap Sistem Pendidikan: Perspektif Sosiologi Pendidikan. Al-Murabbi Jurnal Pendidikan Islam1(1), 128-143.

Bray, M. (2003). Comparative Education in the Era of Globalisation: evolution, missions and roles. Policy Futures in Education1(2), 209-224.

CNBC.,(2023). Ini Rahasia anak Singapura Paling jago Matematika di Dunia

Ghani, R. B. A., & Nor, M. M. (2020). Faktor yang mempengaruhi peranan guru dalam pelaksanaan kurikulum standard prasekolah kebangsaan (KSPK) di Malaysia. JuKu: Jurnal Kurikulum & Pengajaran Asia Pasifik8(4), 35-49.

Hadi, S., & Novaliyosi, N. (2019, November). TIMSS Indonesia (Trends in international mathematics and science study). In Prosiding Seminar Nasional & Call For Papers.

Hermawanto, A., & Anggraini, M. (2020). Globalisasi, Revolusi Digital dan Lokalitas: Dinamika Internasional dan Domestik di Era Borderless World.

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20231211172127-33-496241/ini-rahasia-anak-singapura-paling-jago-matematika-di-dunia#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Singapura%20menduduki,dasar%20yang%20diperhitungkan%20dengan%20cermat.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2023/12/peringkat-indonesia-pada-pisa-2022-naik-56-posisi-dibanding-2018

Indonesia, P. R. (2003). Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta: Kementrian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi.

Ismail, N., Abd Aziz, M. K. N., Arsani, Z., & Harun, M. H. (2021). National Education Philosophy: A Review of Its Application in Malaysia's Education System. ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal2(2), 99-111.

Lubis, N. S., & Nasution, M. I. P. (2023). Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Pada Masyarakat. Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi1(12), 41-50.

Mulya, D., Nurhayati, N., & Qomusuddin, I. F. (2024). Manajemen Kurikulum Ma'had Chongraksat Wittaya School Thailand. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan5(4), 673-680.

Munawati, M., Wahyuddin, W., & Marsuki, N. R. (2024). Transformasi Pekerjaan di Era Digital: Analisis Dampak Teknologi Pada Pasar Kerja Modern. Concept: Journal of Social Humanities and Education3(1), 28-37.

Murni, S. (2024). Perbandingan Sistem Pendidikan Thailand Dan Indonesia: Sebuah Studi Literatur. Insan Cendekia: Jurnal Studi Islam, Sosial dan Pendidikan3(1), 11-22.

Nasution, T., Khoiri, N., Firmani, D. W., & Rozi, M. F. (2022). Perbedaan Sistem Kurikulum Pendidikan Anggota Asean, Indonesia dan Singapura. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (Jpdk)4(3), 1847-1958.

Nukman, M. (2024). Studi Komparatif Reformasi Pendidikan dan Perbedaan Sistem Kurikulum di Singapura dan Indonesia. ANTHOR: Education and Learning Journal3(3), 323-330.

Pratiwi, I. (2019). Efek program PISA terhadap kurikulum di Indonesia. Jurnal pendidikan dan Kebudayaan4(1), 51-71.

Qurtubi, H. A. (2020). Perbandingan Pendidikan. Surabaya: Jakad Media Publishing.

Syakrani, A. W., Malik, A., Hasbullah, H., Budi, M., & Maulidan, M. R. (2022). Sistem Pendidikan di Negara Singapura. ADIBA: Journal of Education2(4), 517-527.

Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: Revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal Medicinus29(1), 31-39.

Sunday, 5 September 2021

Analisis Item Angket Dengan SPSS

 ANALISIS ITEM ANGKET dengan SPSS

Angket yang terdiri dari opsi

1=sangat tidak setuju

2=kurang setujua

3=cukup setuju

4=setuju

5=sangat setuju

Berikut contoh angket penelitian

NO

Pertanyaan

Jawaban

1

2

3

4

5

Perencanaan pembelajaran

1

Saya menyusun perangkat rencana pembelajaran berdasarkan standar lulusan,  isi,  proses, dan penilaian serta kalender pendidikan

 

 

 

 

 

2

Perangkat rencana pembelajaran yang saya susun meliputi: KKM, Prota, promes, perhitungan minggu efektif, silabus dan RPP sesuai kaidah

 

 

 

 

 

3

Saya menjelaskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan tujuan pembelajaran agar tidak menimbulkan penafsiran ganda bagi siswa

 

 

 

 

 

4

Saya melakukan pengorganisasian materi ajar (keruntutan sistematika materi)

 

 

 

 

 

5

Saya memilih metode, pendekatan, sumber, dan media pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi dan karakteristik siswa

 

 

 

 

 

6

Saya memberikan penjelasan skenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran mulai dari awal, inti dan penutup)

 

 

 

 

 

Pelaksanaan Pembelajaran

 

7

Saya  mempersiapkan fisik dan psikis siswa untuk siap belajar

 

 

 

 

 

8

Saya menjelaskan hubungan atau kaitan materi yang akan diajarkan dengan pelajaran yang lalu

 

 

 

 

 

9

Saya  menggunakan metode dan media/sumber pembelajaran sesuai materi dan karakteristik siswa secara efisien dan efektif dengan melibatkan siswa

 

 

 

 

 

10

Saya menyampaikan materi dengan jelas serta mengaitkan materi dengan realitas kehidupan (contectual) dan pengetahuan lain yang relevan

 

 

 

 

 


Dalam menganalis sebuah angket maka langkah pertama yang dilakukan adalah mencari validitas angket kemudian mencari reliabilitas angket.

1.     Validitas Angket

Kesimpulan hasil perhitungan

Jika r hitung > r tabel maka item angket tersebut dinyatakan valid, jika r hitung < r tabel maka item angket tersebut dinyatakan tidak valid.

Cara menggunakan spss untuk mencari validitas angket pertama pada variable view  di isi setiap kolom seperti berikut

Kemudian entry data hasil jawaban responden, sebanyak 10 pertanyaan 


Kemudian pilih Analize- klik Correlate – kemudian klik Bivariate


Setelah itu akan muncul kotak dialog kemudianpindahkan ke kanan




Maka akan muncul di output seperti gambar berikut ini




Maka akan diperoleh kesimpulan sebagai berikut, dari ke 10 item Cuma terdapat 6 item yang valid

 

Item Angket

Sig

0.05

Kesimpulan

Item 1

0.016

 

 

 

 

0.05

valid

Item 2

0.077

Tidak valid

Item 3

0.537

Tidak valid

Item 4

0.012

Valid

Item 5

0.045

Valid

Item 6

0.036

valid

Item 7

0.002

valid

Item 8

0.675

Tidak valid

Item 9

0.016

Valid

Item 10

0.322

Tidak valid

 

 

   Analisis Reliabilitas Angket

Langkah pertama yaitu buka view kemudian isi kolom sperti gambar di bawah ini


Kemudian klik Analyze kemudian pilih Scale setelah itu pilih reliability Analysis , seperti gambar berikut


Setelah muncul kotak dialog maka pindahkan data ke sebelah kanan

Langkah selanjutnya adalah klik statistic pilih scale if item deleted kemudian klik continu


Maka hasil ouputnya akan tampil seperti berikut




Untuk menentukan angket tersebut reliabel atau tidak alpha cronbach dibandingkan dengan tabel reliabilitas ,


 

Dari tabel di atas bisa dilihat bahwa apabila nilai N= 20 maka nilai r tabel yaitu 0.444

Item

Nilai r tabel

Alpha Cronbach

Keterangan

1

 

 

 

 

 

0.444

0.781

reliabel

2

0.791

reliabel

3

0.791

reliabel

4

0.781

reliabel

5

0.781

reliabel

6

0.776

reliabel

7

0.778

reliabel

8

0.764

reliabel

9

0.787

reliabel

10

0.923

reliabel

 

Maka dari hasil data di atas item 1 sampai item 10 mempunyai reliabel semua.

 

Berdasarkan hasil dua pengujian tersebut

1.       Validitas angket

Item Angket

Sig

0.05

Kesimpulan

Item 1

0.016

 

 

 

 

0.05

valid

Item 2

0.077

Tidak valid

Item 3

0.537

Tidak valid

Item 4

0.012

Valid

Item 5

0.045

Valid

Item 6

0.036

valid

Item 7

0.002

valid

Item 8

0.675

Tidak valid

Item 9

0.016

Valid

Item 10

0.322

Tidak valid

 

2.       Reliabel angket

Item

Nilai r tabel

Alpha Cronbach

Keterangan

1

 

 

 

 

 

0.444

0.781

reliabel

2

0.791

reliabel

3

0.791

reliabel

4

0.781

reliabel

5

0.781

reliabel

6

0.776

reliabel

7

0.778

reliabel

8

0.764

reliabel

9

0.787

reliabel

10

0.923

reliabel

 

Maka item yang dijadikan angket sebagai instrument adalah item 1, item 4, item5, item6, item 7, dan item 9 sedangkan item 2,3,8, dan 10 dibuang


GLOBALIZATION, INTERNATIONAL EDUCATION, AND COMPARATIVE EDUCATION

A.     PENDAHULUAN Pergeseran pola kehidupan Masyarakat global akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Masyara...